Pergi dari PB IPSI, Prabowo Berharap Penggantinya Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Presiden Prabowo Subianto Mundur dari Kepemimpinan PB IPSI

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menyatakan mundur dari jabatan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI). Keputusan ini diumumkan saat ia membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVI IPSI masa bakti 2026–2030 di JCC, Senayan, Jakarta, pada Sabtu (11/4/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menjelaskan bahwa keputusannya untuk tidak melanjutkan kepemimpinan di PB IPSI didasari oleh tanggung jawabnya sebagai Presiden. Ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidakefektifannya dalam memimpin organisasi selama beberapa tahun terakhir.

“Alhamdulillah, hari ini saya menyatakan mohon izin untuk tidak melanjutkan sebagai Ketua Umum PB IPSI, karena saya sudah mengemban tugas kebangsaan yang menyita waktu saya, sehingga tidak mungkin saya efektif,” ujar Prabowo.

Prabowo telah menjabat sebagai Ketua Umum PB IPSI selama lima periode sejak 2003. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum selama empat periode. Dengan demikian, total pengabdiannya di organisasi pencak silat tersebut mencapai sekitar 34 tahun.

Meski tidak lagi aktif secara langsung memimpin organisasi, Prabowo menegaskan tetap memberikan dukungan dari belakang. Ia berharap pembinaan IPSI akan lebih dahsyat lagi dengan adanya generasi penerus yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan.

“Saya minta maaf, hampir tiga tahun terakhir saya tidak terlalu aktif di depan, tetapi saya selalu mendukung dari belakang. Apalagi sekarang sebagai Presiden, saya kira pembinaan IPSI akan lebih dahsyat lagi,” katanya.

Pentingnya Pencak Silat dalam Identitas Bangsa

Dalam pidatonya, Prabowo juga menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan pencak silat sebagai bagian dari identitas bangsa. Menurutnya, pencak silat bukan hanya sekadar olahraga, tetapi juga warisan budaya dan bagian dari pembentukan karakter.

“Pencak silat adalah bagian dari budaya kita. Pencak silat juga merupakan ilmu ksatria, ilmu bela diri yang membentuk karakter bangsa,” tegasnya.

Ia menilai kekuatan suatu bangsa sangat ditentukan oleh semangat dan ketahanan rakyatnya, baik secara fisik maupun mental. Prabowo menegaskan bahwa setiap anak bangsa harus kuat, baik fisiknya, jiwanya, imannya, maupun akhlaknya.

“Kemerdekaan dan keberhasilan suatu bangsa ditentukan oleh semangat rakyatnya. Setiap anak bangsa harus kuat, kuat fisiknya, kuat jiwanya, kuat imannya, dan kuat akhlaknya. Jika tidak, bangsa itu tidak akan langgeng,” ucap Prabowo.

Tidak Bersedia Dicalonkan Kembali

Prabowo menyatakan tidak bersedia untuk kembali dicalonkan sebagai Ketua Umum PB IPSI. Ia meyakini telah muncul generasi penerus yang mampu melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi.

“Saya mohon diri dan tidak bersedia dicalonkan kembali. Saya yakin sudah ada generasi penerus yang pantas untuk melanjutkan kepemimpinan IPSI. Saya pasti akan mendukung PB IPSI ke depan,” ujarnya.

Target Membawa Pencak Silat ke Olimpiade

Selain itu, Prabowo juga menyampaikan penyesalan karena belum berhasil membawa pencak silat ke ajang Olimpiade. Namun, ia berharap penggantinya nanti dapat mewujudkan target tersebut.

“Saya minta maaf karena belum berhasil membawa pencak silat ke Olimpiade. Kita akan terus berusaha, dan saya yakin pengganti saya nanti bisa mewujudkannya,” pungkasnya.


Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *