RI tertinggal, cek ketahanan cadangan minyak dunia

Ketahanan Cadangan Minyak di Berbagai Negara

Ketahanan cadangan minyak menjadi isu penting di tengah ketegangan geopolitik yang memengaruhi pasokan dari kawasan Timur Tengah. Konflik antara Israel, Amerika Serikat (AS), dan Iran memicu kekhawatiran terhadap stabilitas harga minyak global, terutama setelah adanya ancaman penutupan Selat Hormuz—jalur ekspor minyak strategis dunia. Sejumlah negara pun berupaya memperkuat cadangan energi mereka untuk menghadapi situasi darurat.

Indonesia: Cadangan Minyak dalam Batas Aman

Di Indonesia, rata-rata cadangan minyak atau BBM berada di level sekitar 21 hari. Meski berada dalam batas aman sesuai standar nasional, cadangan tersebut hanya mencakup cadangan operasional milik Pertamina dan bukan cadangan penyangga energi nasional. Saat ini, fasilitas penyimpanan minyak di Indonesia hanya cukup untuk 25-26 hari konsumsi. Ini jauh dari standar internasional yang menuntut cadangan minimal 90 hari.

Untuk memperkuat ketahanan energi, pemerintah Indonesia sedang membangun fasilitas penyimpanan minyak dengan kapasitas setara dengan 3 bulan konsumsi. Pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebutkan bahwa proyek ini akan segera dimulai.

Selain itu, Indonesia masih mengimpor minyak mentah sekitar 1 juta barel per hari. Kementerian ESDM mencatat bahwa sekitar 19% impor berasal dari Timur Tengah, sementara sisanya berasal dari Afrika, Angola, Brasil, hingga AS.

Amerika Serikat: Cadangan Minyak yang Cukup Besar

Berdasarkan data US Department of Energy, cadangan minyak AS berada di level 125 hari per akhir 2025, setara dengan volume 411 juta barel. Standar Badan Energi Internasional mewajibkan cadangan minyak strategis (SPR) minimal 90 hari, baik stok publik maupun swasta. AS telah memenuhi komitmennya dengan kombinasi stok SPR dan stok industri.

SPR AS dikelola oleh Departemen Energi dan terdiri dari empat lokasi di sepanjang Pantai Teluk Texas dan Louisiana. Setiap lokasi memiliki gua penyimpanan bawah tanah yang dirancang untuk menyimpan volume minyak mentah besar secara aman.

Jepang: Cadangan Minyak yang Melampaui Standar

Dilansir dari laman International Energy Agency (IEA), cadangan minyak Jepang berada di level 206 hari per akhir 2025. Sebagai anggota IEA, Jepang berkewajiban mempertahankan cadangan minyak minimal setara dengan 90 hari impor bersih tahun sebelumnya. Namun, pada awal Maret 2026, PM Jepang Sanae Takaichi menyatakan bahwa negara ini memiliki cadangan minyak yang cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 254 hari.

Peraturan perundang-undangan utama Jepang tidak menetapkan jumlah spesifik minyak yang harus ditimbun. Target penimbunan ditetapkan setiap lima tahun oleh menteri perekonomian, perdagangan, dan industri. Dalam situasi darurat, pemerintah juga dapat mengurangi konsumsi atau distribusi produk minyak, termasuk pembatasan metode penjualan atau jam operasional.

Korea Selatan: Cadangan Minyak yang Kuat

Cadangan minyak Korea Selatan mencapai 214 hari per akhir 2025. Peraturan negara ini menetapkan tujuan penyimpanan cadangan minyak dan rencana darurat untuk menghadapi gangguan serius terhadap permintaan dan pasokan energi. Dalam keadaan darurat, pemerintah dapat menetapkan penjatahan minyak, membatasi transfer atau perolehan minyak, atau melarang penggunaan minyak bumi.

Selain itu, pemerintah harus menyiapkan rencana untuk mengurangi konsumsi energi dan alokasi pasokan minyak dalam situasi darurat.

Filipina: Cadangan Minyak yang Cukup untuk Menghadapi Volatilitas Harga

Cadangan minyak Filipina saat ini berada di level 50 sampai 60 hari. Presiden Ferdinand Marcos Jr menyatakan bahwa cadangan ini cukup untuk meredam dampak volatilitas harga global yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah.

Menurut data, Filipina memiliki persediaan solar untuk 50,5 hari, minyak bakar untuk 51,5 hari, bensin untuk 51,5 hari, minyak tanah untuk 67,5 hari, bahan bakar jet untuk 58 hari, dan gas petroleum cair (LPG) untuk 29 hari. Marcos juga menyebutkan bahwa pemerintah telah menyiapkan beberapa skenario jika terjadi gangguan berkepanjangan.

Finlandia: Cadangan Minyak Terbesar di Eropa

Dilansir dari laman Eurostat, cadangan minyak Finlandia berada di level 178 hari per pertengahan 2025. Jumlah ini menjadi yang tertinggi dibanding negara Eropa lainnya. Total cadangan minyak Finlandia berasal dari impor, karena negara ini tidak memiliki cadangan bahan bakar fosil domestik yang signifikan kecuali gambut.

Kebijakan Uni Eropa (EU) mewajibkan negara anggotanya memiliki cadangan minyak minimal 90 hari rata-rata impor bersih harian atau 61 hari rata-rata konsumsi domestik harian. Metode impor bersih 90 hari umumnya berlaku untuk negara-negara Uni Eropa yang sangat bergantung pada impor, sementara metode konsumsi domestik 61 hari biasanya berlaku untuk negara-negara yang memproduksi minyak mentah dan serpihan minyak.

Ulfa Nurul Imani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *