Komisi B DPRD Makassar Jaga Stabilitas Harga Sembako Jelang Lebaran

Komisi B DPRD Makassar Lakukan Sidak untuk Pastikan Stabilitas Harga Sembako

Komisi B DPRD Kota Makassar melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Terong, Jumat (13/3/2026), untuk memastikan harga bahan kebutuhan pokok tetap stabil hingga Idulfitri. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pengawasan bersama pemerintah daerah agar pasokan dan harga bahan pokok tetap terkendali.

Anggota Komisi B DPRD Makassar, Umiyati, menjelaskan bahwa sidak tersebut bertujuan untuk memantau langsung kondisi harga pangan di pasar tradisional sekaligus mencegah praktik penimbunan bahan pokok. Menjelang Idulfitri, biasanya terjadi peningkatan permintaan terhadap berbagai kebutuhan pangan seperti beras, minyak goreng, gula, telur, hingga daging. Oleh karena itu, pengawasan perlu diperketat agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan dengan cara menimbun barang.

“Kami turun langsung ke pasar untuk memastikan harga kebutuhan pokok masih dalam kondisi stabil dan pasokan tetap tersedia,” kata Umiyati kepada Tribun Timur, Sabtu (14/3/2026). “Selain itu, kami juga ingin memastikan tidak ada praktik penimbunan bahan pokok yang bisa merugikan masyarakat.”

Ia menambahkan bahwa DPRD Makassar akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kota serta pihak terkait untuk memantau perkembangan harga pangan di pasar-pasar tradisional. Dari hasil pemantauan, sebagian besar harga kebutuhan pokok masih relatif stabil meskipun ada beberapa komoditas yang mengalami sedikit kenaikan. Ia berharap pemerintah bersama pengelola pasar dapat terus melakukan pengawasan secara rutin sehingga masyarakat tetap memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau menjelang Idulfitri.

Pengawasan Rutin Dilakukan oleh Perum BULOG

Sementara itu, Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan pihaknya juga melakukan sidak untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Ia menyebut harga beras di lapangan masih sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Harga beras sangat stabil, sesuai dengan harga HET. Beras SPHP harganya Rp12.500, kemudian beras premium Rp14.900 per kilogram. Tidak ada yang lebih tinggi dari HET,” katanya saat ditemui di lokasi. Selain beras, harga minyak goreng juga dipastikan stabil dengan harga sekitar Rp15.700 per liter.

Menurutnya, transparansi harga menjadi kunci pengawasan di tingkat pengecer. “Pengecer, baik beras SPHP maupun minyak goreng, memasang banner harga sehingga para penjual tidak boleh menjual lebih dari harga HET,” jelasnya. Untuk komoditas lain seperti gula dan tepung, kondisi harga juga dinilai masih aman.

“Alhamdulillah, gula harganya stabil, termasuk tepung juga stabil di sini. Mayoritas harga daging juga rata-rata bahkan di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP),” ujarnya. Ia mencontohkan harga daging di Pasar Terong berada di bawah acuan pemerintah.

“HAP-nya Rp140 ribu, di sini hanya sekitar Rp120 ribu. Kemudian ayam, yang biasanya HAP-nya Rp40 ribu, di sini harganya Rp32 ribu sampai Rp33 ribu. Ini menunjukkan stabilitas harga,” katanya.

Harga Sembako di Pasar Terong

Berikut adalah daftar harga komoditas sembako di Pasar Terong:

  • Beras Premium/kg: Rp14.900
  • Beras Medium/kg: Rp13.500
  • Beras SPHP/kg: Rp12.500
  • Minyakita/liter: Rp15.700
  • Gula Pasir/kg: Rp17.500
  • Telur Ayam Ras/kg: Rp30.000
  • Daging Ayam Ras/kg: Rp40.000
  • Daging Sapi Murni/kg: Rp140.000
  • Cabai Merah Keriting/kg: Rp37.000 – Rp55.000
  • Cabai Rawit Merah/kg: Rp40.000 – Rp57.000
  • Bawang Merah/kg: Rp36.500 – Rp41.500
  • Bawang Putih/kg: Rp40.000
  • Kedelai Impor/kg: Rp12.000

Rizal menambahkan pengawasan akan terus dilakukan secara rutin tiga kali dalam sepekan. “Sehingga harga-harga ini tetap terkendali dan terkontrol sampai selesai Idulfitri,” ujarnya.


Ulfa Nurul Imani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *