Produksi Kelapa Sawit Stagnan 5 Tahun, Ekspor CPO Mengkhawatirkan



JAKARTA — Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menyampaikan peringatan terkait potensi penurunan ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia. Hal ini terjadi karena stagnasi produksi dalam lima tahun terakhir, sementara konsumsi domestik meningkat, khususnya untuk program biodiesel.

Sekretaris Jenderal Gapki Muhamad Hadi Sugeng Wahyudiono menjelaskan bahwa produksi sawit nasional dalam lima tahun terakhir cenderung tidak mengalami pertumbuhan signifikan. Ia menilai, industri ini membutuhkan perlakuan khusus, termasuk percepatan replanting yang saat ini masih lambat.

“Fakta yang ada di tempat kita adalah produksi selama 5 tahun terakhir relatif tidak bergerak. Ini menunjukkan bahwa industri kita perlu ada treatment. Salah satunya adalah melambatnya replanting, sehingga produksi kita tidak berkembang,” ujarnya dalam konferensi pers dan buka puasa bersama di Shangri-La, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Sugeng menambahkan bahwa permintaan terhadap CPO terus meningkat, baik dari pasar domestik maupun ekspor. Namun, jika kondisi ini terus berlangsung, ekspor bisa menjadi korban untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Apabila hal ini terus berlangsung, saya khawatir ekspor kita akan dikorbankan. Akibatnya, manfaat bagi petani untuk PSR, biodiesel, dan sebagainya juga akan menjadi masalah,” katanya.

Meskipun demikian, kinerja ekspor sawit Indonesia pada 2025 tercatat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Gapki mencatat total ekspor pada 2025 mencapai 32,34 juta ton, naik 9,51% dari ekspor 2024 sebesar 29,53 juta ton. Nilai ekspor mencapai sekitar US$35,87 miliar atau setara Rp590,34 triliun, dengan stok akhir sekitar 2,07 juta ton.

Dari segi komoditas, peningkatan ekspor terbesar terjadi pada minyak sawit olahan yang naik menjadi 22,73 juta ton dari 20,45 juta ton pada tahun sebelumnya. Diikuti oleh olahan minyak inti sawit yang naik menjadi 1,56 juta ton dari 1,26 juta ton, oleokimia naik menjadi 5,07 juta ton dari 4,79 juta ton, dan CPO naik menjadi 2,96 juta ton dari 2,91 juta ton.

Namun, jika dilihat dalam tren lima tahun terakhir, ekspor sawit Indonesia justru menunjukkan kecenderungan menurun karena produksi tidak bertambah sementara konsumsi domestik terus meningkat. “Memang di tahun ini ekspor meningkat, tetapi dalam 5 tahun terakhir terus menurun,” ujar Sugeng.

Ia juga mencatat penurunan ekspor terjadi pada beberapa pasar utama seperti India, Uni Eropa, dan Amerika Serikat. Dari 6 negara terbesar, tiga di antaranya mengalami penurunan ekspor, yaitu India (-859 ribu ton), EU 27 (-97 ribu ton), dan AS (-15 ribu ton). Sementara itu, peningkatan ekspor terjadi di Afrika (+991 ribu ton), China (+644 ribu ton), Malaysia (+516 ribu ton), Bangladesh (+503 ribu ton), dan Pakistan (+214 ribu ton).

Di sisi lain, Ketua Umum Gapki Eddy Martono menyebutkan bahwa peningkatan produksi pada 2025 sebagian besar berasal dari kebun perusahaan yang telah melakukan program replanting. Produksi sawit nasional pada 2025 mencapai sekitar 56,55 juta ton, meningkat sekitar 7,18% dibandingkan tahun sebelumnya.

Produksi CPO sebesar 51,66 juta ton dan PKO sekitar 4,89 juta ton. Namun, replanting di tingkat petani rakyat masih berjalan sangat lambat, menjadi tantangan bagi industri dan pemerintah.

Eddy menilai, dengan total produksi sekitar 56 juta ton, Indonesia seharusnya mampu menghasilkan lebih banyak apabila program replanting berjalan optimal. “Jika replanting PSR atau replanting rakyat berjalan baik, pencapaian akan jauh lebih besar. Sayangnya, saat ini belum berjalan dengan baik,” tuturnya.

Konsumsi dalam negeri juga mengalami peningkatan 3,82% dari 23,85 juta ton di tahun 2024 menjadi 24,77 juta ton pada 2025. Peningkatan terbesar terjadi pada konsumsi biodiesel yang naik menjadi 12,70 juta ton atau 10,97% dari tahun sebelumnya sebesar 11,44 juta ton. Kenaikan ini disebabkan oleh peningkatan bauran dari B35 menjadi B40.

Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *