Ayah Wanita Ungkap Fakta Pasangan Kekasih Meninggal dalam Kecelakaan di Langkat Bakal Segera Menikah

Kehilangan Mendalam di Langkat: Pasangan Kekasih Meninggal dalam Kecelakaan

Di tengah kesedihan yang menyelimuti keluarga dan kerabat, kisah tragis pasangan kekasih Arika Sahfitri (24) dan Rizki Setiawan (25) mengundang perhatian masyarakat. Keduanya meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Umum Padang Tualang-Tanjung Pura, tepatnya di Lingkungan II Bukit Rejo (Batu 10), Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada Kamis (26/3/2026) siang.

Kecelakaan terjadi saat keduanya sedang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat BK 2318 PBC. Menurut informasi dari pihak kepolisian, kejadian tersebut terjadi saat mereka melintasi jalan tikungan yang sempit. Diduga, sepeda motor yang dikendarai oleh Rizki mendahului mobil dump truk BH 8187 MW yang berada di depannya. Saat itu juga, mobil Toyota Kijang Innova datang dari arah berlawanan. Akibat jalan yang sempit, sepeda motor oleng ke kiri dan bersentuhan dengan bagian samping kanan dump truk, sehingga korban terjatuh ke badan jalan dan terlindas ban belakang sebelah kanan dump truk.

Akibat kecelakaan ini, Rizki Setiawan mengalami luka serius yaitu gigi patah dan patah bagian bahu kiri, kemudian meninggal dunia diperjalanan saat dibawa ke rumah sakit. Sementara itu, Arika Sahfitri mengalami cedera parah pada bagian kepala, patah kaki, dan patah pinggul, hingga akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.

Perasaan Ayah Arika: Kesedihan yang Tak Terucapkan

Rustam Efendi, ayah kandung Arika, mengungkapkan rasa sedih yang sangat dalam setelah kehilangan putrinya. Ia menjelaskan bahwa saat kejadian, ia sedang berada di masjid untuk salat Zuhur. Setelah pulang, ia menerima pesan singkat dari Arika yang menunjukkan bahwa ia telah pergi ke undangan temannya. Namun, tak lama kemudian, ia mendapat kabar bahwa Arika mengalami kecelakaan.

“Saya dapat kabar kejadiannya itu dari keluarga yang tinggal di samping rumah. Setelah saya masuk ke dalam rumah, datanglah kabar, kalau anak saya kecelakaan, saya pun pergi menuju lokasi kejadian,” kata Rustam.

Sampai di lokasi kejadian, Rustam mencoba membuka kain penutup tubuh anaknya yang masih terbaring di jalan raya. Namun, ia dilarang oleh seseorang yang mengatakan bahwa tubuh wanita yang terbaring dalam kondisi meninggal dunia memang benar anaknya. Hal ini membuat Rustam merasa hancur dan tidak bisa mengungkapkan perasaannya.

Kenangan yang Tak Terlupakan

Rustam juga menceritakan kenangan-kenangan yang begitu banyak dan tak terlupakan terhadap anak perempuannya semasa hidup. Ia mengungkapkan bahwa dulu ia sangat cemas saat Arika masih duduk di Sekolah Dasar karena sempat sakit dan mengeluarkan darah banyak. Namun, Alhamdulillah, Arika berhasil sembuh.

Selain itu, Rustam juga menceritakan pengalaman lain ketika Arika bekerja di Mekar dan mengalami penyakit usus buntu. Kejadian ini membuatnya sangat kualahan dan sedih.

Rencana Pernikahan yang Tertunda

Disebutkan oleh Rustam, bahwa Arika dan Rizki rencananya akan menikah setelah lebaran. Meskipun keluarga pihak laki-laki belum datang ke rumah untuk membicarakan soal pernikahan, Rizki sudah berbicara kepada Arika tentang rencana pernikahan tersebut.

“Yang mau menikah habis lebaran ini kakaknya Arika. Cuma almarhumah sudah ngomong habis kakaknya baru dia mau menikah, itulah terakhir dia cerita sama saya,” tambah Rustam.

Kesamaan dengan Kehilangan Ibunya

Rustam juga menyebutkan bahwa kepergian Arika nyaris mirip dengan waktu ditinggal ibunya yang wafat pada tahun 2008 silam. Ibu Arika meninggal pada tanggal 12 Idul Fitri, sedangkan Arika meninggal pada tanggal 7 Idul Fitri. Hal ini membuat Arika sering mengingat ibunya.


Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *