Air Mata Aipda Iswandi Pecah Saat Pemakaman, Istri dan Anaknya Tewas Dibunuh

Kekacauan di Kamar Kos: Keluarga Polisi Tewas Dibunuh, Satu Anak Kritis

Aipda Iswandi, seorang anggota polisi yang bertugas di Polsek Kertosono Polres Nganjuk, mengalami duka mendalam saat memakamkan istri dan anaknya yang tewas dibunuh di kamar indekos Payaman, Nganjuk. Istri dan anak perempuannya, Elvy Nurhayati (41) dan Ellinda Jelsa Ika Eldianti (22), meninggal dunia dalam kejadian tragis tersebut. Sementara itu, satu anak lainnya, ED (18), masih dalam kondisi kritis dan sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Korban pertama kali ditemukan oleh tetangga kos, Meilysa Putri (27). Suara jeritan kesakitan dari kamar korban terdengar jelas di sebelah kamarnya. Meskipun merasa waswas, Meilysa tidak langsung mengecek sumber suara tersebut. Beberapa menit kemudian, suara jeritan itu mereda. Setelah itu, Meilysa keluar kamar dan melihat seorang pria keluar dengan pakaian berlumuran darah. Pria tersebut mengancam para tetangga dan membakar perabot kamar korban.

Proses Pemakaman yang Penuh Duka

Duka yang mendalam dirasakan oleh Aipda Iswandi saat mengantarkan jenazah istri dan anaknya ke pemakaman. Di tempat pemakaman kawasan Purwoasri, Kabupaten Kediri, Aipda Iswandi tampak sangat sedih dan dituntun oleh warga setempat. Anggota Polsek Kertosono dan Polres Nganjuk juga hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.

Kabag SDM Polres Nganjuk, Kompol Burhanudin, turut serta dalam prosesi pemakaman. Ia menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah yang menimpa keluarga korban. “Semoga amal ibadah mereka diterima di sisi Allah SWT dan diampuni segala dosa-dosanya,” ucapnya.

Suara Jeritan yang Menggemparkan

Meilysa mengungkapkan bahwa suara teriakan korban terdengar sangat keras dan menembus tembok kamar kosnya. Teriakan itu muncul secara tiba-tiba tanpa ada cekcok atau pertengkaran terlebih dahulu. Ia mengingat kejadian tersebut dengan rasa takut dan khawatir.

Setelah suara jeritan mereda, Meilysa dan tetangga lainnya keluar kamar untuk mengecek. Mereka melihat seorang pria keluar dengan pakaian berlumuran darah. Pria tersebut menodongkan pisau ke arah mereka dan mengancam agar tidak ikut campur. Meilysa akhirnya meminta maaf dan berlari ke kamar.

Pelaku Ditangkap

Hanya beberapa jam setelah kejadian, polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan. Pelaku bernama DS (30), warga Desa Jogomerto, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk. Personel Satreskrim berhasil menangkapnya di rumahnya pada Rabu (26/11/2025) dini hari.

Kapolres Nganjuk, AKBP Henri Noveri Santoso, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyatakan bahwa kasus ini dapat diungkap setelah pihaknya menerima laporan dari warga mengenai dugaan pembunuhan di indekos.

Motif Pembunuhan

Motif pembunuhan yang dilakukan DS adalah rasa sakit hati. Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Sukaca, menjelaskan bahwa motif sementara mengarah pada rasa sakit hati. Hasil pemeriksaan awal terhadap pelaku menunjukkan bahwa ia melakukan pembunuhan secara membabi buta.

Meski demikian, penyidik masih melakukan pendalaman untuk memastikan konstruksi kejadian secara menyeluruh. Tim masih mengumpulkan bukti tambahan, memeriksa saksi-saksi, dan memperjelas hubungan antara terduga pelaku dan para korban.

Korban dalam Peristiwa Tragis

Terdapat tiga korban dalam peristiwa tragis ini. Mereka adalah Elvy Nurhayati (41), Ellinda Jelsa Ika Eldianti (22), dan ED (18), yang merupakan satu keluarga. Elvy dan Ellinda ditemukan meninggal dunia, sedangkan ED masih dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *