Hukum  

Pemilik motor terbakar klaim tidak boleh gunakan APAR SPBU, Pertamina tanggapi ini

Insiden Kebakaran Motor di SPBU Sriwijaya Semarang

Sebuah video viral menunjukkan seorang pria mencoba memadamkan kebakaran pada motornya yang terjadi di area SPBU Sriwijaya, Semarang. Dalam video berdurasi 27 detik tersebut, pria itu menceritakan kronologi kejadian yang menimpanya.

Pada saat itu, motor yang ia tumpangi tiba-tiba mengeluarkan api setelah selesai mengisi bensin. Ia menduga kebakaran terjadi akibat konslet pada sistem kelistrikan atau pengapian kendaraan. Setelah melihat api, ia langsung berlari ke petugas SPBU dan meminta bantuan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, menurutnya, petugas tidak dapat membantu karena alasan biaya.

Menurutnya, APAR bukanlah sesuatu yang mahal, dan lebih baik mengeluarkan dana sebesar 1–2 juta daripada kehilangan kendaraan senilai 14 juta. Ia pun memadamkan api sendiri tanpa bantuan petugas. Tidak ada orang yang mendekati kendaraannya, malah petugas menyuruhnya menjauhkan motor dari SPBU sambil menariknya.

Ia bertanya-tanya mengapa kejadian seperti ini tidak segera ditangani oleh pihak SPBU. Menurutnya, tanggung jawab SPBU adalah untuk segera memadamkan api jika terjadi kebakaran. Warga yang hadir juga ikut berseru, “Gunane apar iku ngopo, opo aneh.”

Setelah kejadian tersebut, pihak polisi datang karena adanya laporan dari warga. Ia kemudian ditanyai oleh polisi dan diberi solusi untuk membuat laporan ke polsek terdekat. Pihak SPBU dianggap akan mendapat konsekuensi karena mempersulit proses penangangan kebakaran. Ia merasa bahwa sikap petugas tidak manusiawi dan tidak memiliki inisiatif untuk membantu.

Penjelasan Pertamina Mengenai Kejadian Ini

Area Manager Communications, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, memberikan penjelasan mengenai kronologi kejadian tersebut berdasarkan rekaman CCTV.

Motor tersebut tiba di SPBU dalam kondisi tidak menyala dan dituntun. Setelah itu, konsumen mengisi BBM jenis Pertamax. Posisi motor berada di belakang pompa, sedangkan bagian depan dekat jalan raya digunakan untuk mobil. Setelah pengisian, motor dituntun ke pintu keluar.

Di titik keluar, masalah muncul. Motor tidak kunjung menyala, dan dua orang tersebut terlihat mengutak-atik kendaraan. Dugaan sementara adalah faktor kelistrikan atau komponen kendaraan. Dari CCTV terlihat ada percikan api dari mesin saat diutak-atik.

Pada saat itu, pandangan operator terdekat tertutup mobil atau kendaraan yang sedang dilayani. Taufiq menegaskan bahwa saat terdengar teriakan, operator tidak langsung meninggalkan pos. Mereka terlebih dahulu memastikan keamanan di dispenser tempatnya bertugas, sebelum kemudian berlari membawa APAR.

Prosedur dan Prinsip Pertamina

Secara prosedur, operator harus memastikan area kerja aman terlebih dahulu. Misalnya, jika masih ada pengisian kendaraan, itu harus diamankan agar tidak menimbulkan risiko lebih besar seperti tumpahan BBM.

Taufiq juga menepis anggapan bahwa petugas enggan membantu. Menurutnya, dalam situasi darurat, prinsip yang dipegang adalah kemanusiaan, bukan perhitungan biaya. “Kami tidak pernah meminta ganti rugi kepada konsumen atas penggunaan fasilitas seperti APAR dalam kondisi darurat. Itu bagian dari respons kemanusiaan,” katanya.

Terkait penggunaan APAR, Taufiq menyebut secara prinsip bisa digunakan siapa saja. Namun dalam praktiknya, masyarakat cenderung menyerahkan kepada operator karena mereka telah dibekali pelatihan keselamatan.

Imbauan Pertamina

Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi kendaraan sebelum mengisi BBM. Sebab, tidak semua masalah kendaraan berkaitan dengan bahan bakar. “Ini musibah yang bisa terjadi kapan saja. Penting bagi pengguna untuk memastikan kondisi kendaraan, terutama sistem kelistrikan dan komponen lainnya,” pungkasnya.

Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *