Polemik Ijazah Jokowi Kembali Memanas, JK Merasa Dihina
Polemik terkait dugaan ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia (RI), Joko Widodo, kembali memanas dan menyeret nama Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla. JK membantah keras tuduhan keterlibatan dalam isu tersebut dan merasa nama baiknya dicemarkan.
JK kemudian memilih untuk menempuh jalur hukum dengan melaporkan pihak yang diduga menyebarkan fitnah ke Bareskrim Polri. Di sisi lain, Jokowi menegaskan siap menunjukkan ijazahnya di pengadilan, sementara polemik ini terus bergulir dan masuk ranah hukum.
JK Merasa Dihina
JK menegaskan dirinya tidak menerima tudingan bahwa ia menjadi sosok di balik polemik ijazah Jokowi. Menurutnya, tudingan yang beredar luas di media sosial tidak hanya tidak berdasar, tetapi juga merendahkan martabatnya. Dalam video yang beredar, JK disebut memberikan dana Rp5 miliar kepada Roy Suryo untuk mengusut ijazah Jokowi.
“Bagi saya ini penghinaan. Tidak etis. Pak Jokowi presidennya, saya wakilnya. Kita bersama lima tahun di pemerintahan,” kata JK. Ia menilai tudingan tersebut tidak masuk akal dan tidak pantas dilakukan.
“Masak saya bayar orang Rp5 miliar untuk menyelidiki beliau. Itu tidak pantas dan tidak mungkin saya lakukan,” tegasnya. JK merasa tudingan tersebut telah mencoreng nama baik dan kehormatannya sebagai mantan wakil presiden.
Tempuh Jalur Hukum
Atas dasar itu, JK memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri. Langkah tersebut diambil karena isu yang beredar dinilai sudah meluas dan merugikan secara personal.
“Karena ini sudah tersebar luas, saya laporkan ke polisi untuk menjaga nama baik saya,” ujarnya. Kasus ini menambah panjang polemik hukum yang mengiringi isu ijazah Jokowi.
Roy Suryo Dukung JK, Klaim Ijazah ‘99,9 Persen Palsu’
Di sisi lain, Roy Suryo menyatakan dukungannya terhadap langkah JK. Ia bahkan kembali menegaskan keyakinannya terkait keaslian ijazah Jokowi.
“Kami mendukung Pak JK agar ijazah itu ditunjukkan. Dari yang kami lihat, 99,9 persen palsu,” ujar Roy. Ia mengaku pernah melihat langsung dokumen tersebut pada Desember lalu.
Roy mengklaim menemukan sejumlah kejanggalan, mulai dari foto, emboss, hingga watermark. “Emboss-nya tidak bisa diraba, hanya seperti printing. Tidak ada watermark. Itu jelas,” katanya. Ia juga menyatakan siap terlibat dalam proses hukum sebagai saksi maupun ahli.
“Saya siap membantu, baik sebagai saksi atau ahli dalam perkara ini,” tegasnya.
Jokowi Tegas: Tunjukkan di Pengadilan, Bukan di Publik
Menanggapi desakan tersebut, Joko Widodo menegaskan dirinya tidak keberatan menunjukkan ijazah asli. Namun, ia menekankan hal itu hanya akan dilakukan dalam forum hukum resmi, bukan di ruang publik.
“Kalau diminta hakim, saya siap tunjukkan semua. Dari SD, SMP, SMA sampai S1,” ujarnya, Jumat (10/4/2026). Jokowi menegaskan bahwa pengadilan adalah tempat yang tepat untuk membuktikan kebenaran.
Ia menilai polemik yang berkembang di ruang publik cenderung sarat spekulasi. “Forumnya harus jelas, yaitu di pengadilan,” tegasnya.
Minta Semua Pihak Hormati Proses Hukum
Jokowi juga mengimbau semua pihak untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya persoalan ini ke jalur hukum. Ia mengingatkan bahwa dalam prinsip hukum, pihak yang menuduhlah yang harus membuktikan.
“Yang menuduh yang harus membuktikan. Bukan saya yang diminta menunjukkan,” ujarnya. Menurutnya, jika logika dibalik, maka siapa pun bisa menuduh tanpa dasar dan meminta pihak yang dituduh membuktikan sebaliknya.
“Itu bisa jadi kebalik-balik,” katanya.
Saling Lapor, Polemik Kian Panjang
Diketahui, Rismon Sianipar dan Roy Suryo sebelumnya telah lebih dulu dilaporkan oleh Jokowi di Polda Metro Jaya. Keduanya bahkan telah berstatus tersangka dalam perkara tersebut.
Dengan adanya laporan balik dari JK, polemik ini diperkirakan akan semakin panjang dan kompleks. Saling lapor antar pihak menunjukkan bahwa kasus ini tidak lagi sekadar isu publik, tetapi telah masuk ke ranah hukum yang serius.
Di tengah polemik tersebut, publik kini menanti bagaimana proses hukum akan berjalan dan apakah polemik ijazah ini benar-benar dapat menemukan titik terang.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”












