Komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam Transformasi Ekonomi 2027
Pemerintah Provinsi Maluku Utara menunjukkan komitmen kuat untuk memperkuat transformasi ekonomi hingga tahun 2027. Salah satu pilar utama yang diangkat adalah sektor pertanian, yang menjadi fokus utama dalam pembangunan daerah. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Pertanian yang dilaksanakan pada Rabu, 8 April 2026 di Ternate.
Dalam Rakortek tersebut, Kepala Bappeda Maluku Utara, Muhammad Sarmin S. Adam, menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak dapat berjalan sendiri, melainkan harus menjadi bagian dari sistem pembangunan nasional yang terintegrasi. Peran pemerintah provinsi adalah mengoordinasikan dan memastikan sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah, agar pembangunan tetap konsisten dan tepat sasaran.
Sinergi Antara Pemerintah Pusat dan Daerah
Kegiatan Rakortek Pertanian menjadi bagian dari upaya menyelaraskan kebijakan pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota. Dengan pendekatan ini, diharapkan mampu mendorong pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat daya saing daerah. Dari sisi demografi, Maluku Utara memiliki jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa dengan komposisi gender yang relatif seimbang. Kondisi ini menjadi modal penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
Sementara itu, kinerja pembangunan tahun 2025 menunjukkan capaian yang beragam di tiap wilayah. Sejumlah daerah mencatat pertumbuhan tinggi, namun kesenjangan antarwilayah masih menjadi tantangan yang perlu diselesaikan. Indikator makro seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan rasio ketimpangan (Gini Ratio) juga menunjukkan perlunya pemerataan agar kualitas hidup masyarakat meningkat secara menyeluruh.
Kinerja Ekonomi Maluku Utara Tahun 2025
Dari sisi ekonomi, Maluku Utara pada 2025 mencatat performa positif dengan ekspor sebagai motor utama pertumbuhan. Nilai ekspor mencapai sekitar USD 3,98 miliar atau setara Rp61,7 triliun, yang didominasi produk hilirisasi nikel seperti feronikel dan nickel matte. Di sisi lain, impor turut meningkat seiring kebutuhan industri, terutama mesin dan bahan baku. Meski demikian, inflasi tetap terkendali pada level rendah, sehingga stabilitas harga relatif terjaga.
Namun, pada 2026 pertumbuhan ekonomi diproyeksikan melambat akibat keterbatasan bahan baku industri serta ruang fiskal yang semakin sempit.
Program Prioritas Pemerintah Daerah
Sepanjang 2025, pemerintah daerah menjalankan berbagai program prioritas dengan total APBD sekitar Rp3,4 triliun. Anggaran tersebut difokuskan pada pembangunan infrastruktur, bantuan sosial, pendidikan, serta peningkatan layanan kesehatan. Beberapa capaian di antaranya meliputi pembangunan jalan dan jembatan, bantuan rumah tidak layak huni, beasiswa pendidikan, hingga penguatan sektor pertanian melalui pembangunan jalan tani dan penyediaan sarana produksi.
Program-program ini menjadi bagian dari visi besar “Maluku Utara Bangkit 2029” yang menekankan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Memasuki tahun 2027, Pemprov Maluku Utara menetapkan tema pembangunan “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi, dan Industri.”
Fokus Pembangunan Tahun 2027
Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan investasi dan industri berbasis hilirisasi, pembangunan infrastruktur dan konektivitas ekonomi, serta inovasi pembiayaan pembangunan. Selain itu, pemerintah juga menargetkan percepatan layanan dasar serta pengembangan wilayah ekonomi berbasis potensi lokal.
Dalam kerangka pembangunan nasional (RPJMN 2025–2029), sektor pertanian menjadi salah satu kunci dalam mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah. Di Maluku Utara, pengembangan pertanian difokuskan pada peningkatan sarana dan prasarana, penguatan penyuluhan dan kelembagaan petani, pengendalian hama dan dampak perubahan iklim, pengembangan kawasan pertanian berkelanjutan, serta peningkatan perizinan dan investasi sektor pertanian.
Langkah-langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Rakortek Pertanian 2027 menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi juga oleh kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Sinergi yang Kuat untuk Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha, Maluku Utara optimistis mampu mendorong transformasi ekonomi berbasis pertanian dan industri, serta mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”












