Berita Viral: Anak Temukan Granat Tua di Barak Kosong, Diduga Jadi Mainan

Penemuan Granat Tua di Barak Kosong, Warga Kotim Heboh

Warga Kelurahan Ketapang, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) digegerkan dengan penemuan sebuah benda diduga granat di sebuah barak kosong. Kejadian ini terjadi pada Sabtu (29/11/2025), namun baru dilaporkan pada Selasa (1/12/2025) malam, sehingga memicu respons cepat dari berbagai pihak.

Penemuan tersebut pertama kali dilakukan oleh anak pemilik barak yang sedang bermain di lokasi tersebut. Benda mencurigakan itu kemudian segera dilaporkan kepada pihak berwajib. Sejumlah petugas dari Polres Kotim, Polsek Ketapang, Batalyon B Pelopor Brimob Kalteng, serta tim Gegana langsung tiba di lokasi untuk melakukan sterilisasi area dan pemeriksaan lebih lanjut terhadap benda tersebut.

Barak kosong yang menjadi tempat penemuan granat tersebut diketahui telah tidak berpenghuni selama sekitar tujuh tahun. Bangunan tersebut terakhir dihuni oleh satu keluarga pada 2017. Saat ini, bangunan tersebut dalam kondisi terbengkalai dan jarang dikunjungi oleh warga sekitar.

Dugaan Granat Milik Penghuni Lama

Muji Burhan (52), pemilik barak, mengungkapkan bahwa granat ditemukan saat anaknya bermain di salah satu kamar bangunan tersebut. Menurut informasi yang diperoleh, granat tersebut diduga merupakan bagian dari koleksi barang antik milik penghuni lama barak, yaitu almarhum Iwan. Almarhum dikenal memiliki minat terhadap barang antik, termasuk benda-benda bersejarah atau berbahaya seperti granat.

Meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang, dugaan ini semakin kuat setelah penemuan granat terjadi di lokasi yang sebelumnya ditinggalkan oleh seseorang dengan kebiasaan unik tersebut.

Respons dari Pihak Berwajib

Tim penjinak bom Polda Kalteng segera turun tangan untuk menangani situasi ini. Mereka melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap granat tersebut dan memastikan tidak ada risiko bahaya yang mengancam masyarakat sekitar.

Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Erlan Munaji, menyatakan bahwa granat yang ditemukan telah ditangani oleh Tim Gegana Brimob Polda Kalteng. Ia menjelaskan bahwa granat tersebut masih dalam kondisi berfungsi dan harus diwaspadai. Untuk memastikan keselamatan warga, granat tersebut akhirnya didisposal di Markas Brimob Kotim.

Pihak kepolisian juga memastikan bahwa proses penanganan dilakukan secara profesional dan hati-hati. Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasi Humas Polres Kotim AKP Edy Wiyoko mengonfirmasi bahwa penanganan sepenuhnya dilakukan oleh Tim Gegana Brimob, sementara Polres hanya bertindak sebagai pendamping.

Tanggapan Warga dan Isu Kekhawatiran

Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga setempat. Banyak dari mereka merasa takut dan cemas karena adanya benda berbahaya di lingkungan tempat tinggal mereka. Beberapa warga mengungkapkan rasa prihatin atas ketidaktahuan penghuni lama barak terhadap risiko yang bisa terjadi.

Namun, pihak berwajib menegaskan bahwa situasi sudah terkendali dan tidak ada ancaman langsung terhadap masyarakat. Meski demikian, mereka tetap mengimbau agar warga tidak mendekati lokasi dan tetap waspada terhadap benda-benda mencurigakan.

Kesimpulan

Penemuan granat tua di barak kosong di Kelurahan Ketapang, Kotim, menjadi peringatan penting bagi masyarakat tentang pentingnya kesadaran akan risiko benda-benda berbahaya yang mungkin tersimpan di tempat-tempat yang tidak terawat. Selain itu, kejadian ini juga menunjukkan betapa pentingnya peran tim penjinak bom dalam menangani situasi yang potensial membahayakan keselamatan publik.

Dengan respons cepat dan profesional dari pihak berwajib, situasi ini dapat segera diselesaikan tanpa menimbulkan kerugian besar. Namun, kejadian ini juga menjadi pengingat bahwa kehati-hatian dan kesadaran masyarakat sangat penting dalam menghadapi hal-hal yang tidak terduga.

Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *