Mobil WNA Taiwan Tabrak Dua Mahasiswi di Kalibanteng

Peristiwa Kecelakaan Maut di Kalibanteng, Semarang

Pada Rabu (3/12/2025) sekitar pukul 22.15, sebuah kecelakaan maut terjadi di Jalan Abdulrahman Saleh, dekat Burjo Kota 02, Kalibanteng, Kota Semarang. Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Taiwan, Wu Lili, menabrak dua sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan. Salah satu korban meninggal dunia setelah mengalami luka parah akibat benturan keras dengan mobil yang dikendarai oleh Wu Lili.

Korban tewas adalah seorang mahasiswi asal Semarang Barat bernama Putri DT (23). Ia mengendarai sepeda motor Honda Beat dan mengalami cedera pada dada yang sangat serius. Sayangnya, ia tidak bisa diselamatkan dan meninggal dalam perawatan di Rumah Sakit Samsoe Hidajat, Kota Semarang. Sementara itu, korban lainnya, Mei RD (18), pengendara sepeda motor PCX, mengalami luka ringan dan berhasil selamat.

Awal Kejadian

Menurut keterangan saksi mata, Arif Galih, kecelakaan terjadi ketika mobil Hyundai Creta yang dikemudikan Wu Lili melaju dari arah Manyaran menuju Kalibanteng. Pada saat bersamaan, dua sepeda motor melaju dari arah Kalibanteng menuju Manyaran. Saat itu, mobil Wu Lili oleng ke kanan dan menabrak kedua kendaraan bermotor tersebut.

“Satu korban tampaknya patah tangan dan kaki, wajahnya sudah pucat sesaat setelah kecelakaan,” ujar Galih. Salah satu korban bahkan terseret dan terjebak di bawah mobil selama lebih dari lima menit. Warga sekitar langsung membantu mengangkat mobil untuk mengevakuasi korban.

Pengamukan Wu Lili

Setelah kecelakaan, Wu Lili justru bertindak tidak terkendali. Dia mulai mengamuk dan memukul seorang driver ojek online Shopee Food. Menurut Galih, Wu Lili berbicara dalam bahasa Taiwan dan tidak bisa berkomunikasi dengan warga setempat.

“Ada orang yang bisa berbicara bahasa Taiwan, dan dia menyebut bahwa Wu Lili berasal dari Taiwan,” tambah Galih. Menurut informasi yang didapat, ada upaya untuk memberikan uang agar Wu Lili tidak ditahan oleh polisi, tetapi tawaran itu ditolak.

Polisi akhirnya datang dan membawa Wu Lili ke kantor polisi. Namun, sebelumnya, Wu Lili sempat mengamuk selama sekitar 30 menit. Menurut saksi mata lain, Mardi, pengemudi mobil tersebut berjalan sempoyongan dan berbicara tidak jelas. Ia bahkan menuduh sopir ojol membawa tasnya.

“Di tengah kekacauan itu, Wu Lili justru bertingkah tak terkendali. Begitu keluar dari mobil, ia langsung mengamuk tanpa arah,” kata Mardi. Bahkan, dirinya sendiri terkena tendangan di pinggang saat mencoba menenangkan situasi.

Penyelidikan Polisi

Kasubnit 1 Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang, Iptu Novita Candra, menyebutkan bahwa Wu Lili diduga sedang dalam pengaruh minuman keras. “Diduga berkendara dalam pengaruh minuman keras atau beralkohol dan tidak berkonsentrasi,” ujarnya.

Mobil yang dikemudikan Wu Lili melaju dari arah selatan, yaitu Jalan Suratmo ke utara arah Jalan Kalibanteng. Saat itu, mobil oleng ke kanan dan menabrak kendaraan dua mahasiswi yang melaju dari arah berlawanan.

Sampai saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan terkait identitas Wu Lili dan alasan mengapa ia mengamuk. “Masih diperiksa di Polsek,” kata Novita. Menurut informasi, Wu Lili tinggal di Hotel Gapura, Anjasmoro.

Viral di Media Sosial

Peristiwa kecelakaan ini viral di media sosial karena menyebabkan salah satu mahasiswi meninggal dunia. Video yang beredar menunjukkan Wu Lili mengenakan pakaian hitam dan mengamuk hingga memukul ojek online yang berada di lokasi kecelakaan. Saat kejadian, Wu Lili terlihat mengantuk dan mengucapkan bahasa asing kepada warga.


Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *