6 Fakta Ayu Puspita, Pemilik WO Tipu Ratusan Pengantin dengan Rp16 Miliar untuk Beli Rumah

Kasus Penipuan Wedding Organizer di Jakarta: Ratusan Pasangan Calon Pengantin Jadi Korban

Kasus dugaan penipuan yang dilakukan oleh PT Ayu Puspita Sejahtera, sebuah perusahaan jasa wedding organizer (WO), telah menimbulkan kegaduhan di kalangan masyarakat Jakarta. Dugaan ini berawal dari sejumlah pasangan calon pengantin yang mengeluhkan ketidaktepatan layanan WO tersebut, hingga akhirnya memicu aksi protes dan penggerebekan terhadap rumah serta kantor perusahaan tersebut.

Awal Mula Terbongkarnya Skandal

Kasus ini pertama kali mencuat setelah beberapa pasangan calon pengantin mengeluhkan bahwa acara pernikahan mereka tidak sesuai dengan kesepakatan. Salah satu korban, Samuel, mengungkapkan bahwa ia sudah membayar lunas biaya resepsi sebesar Rp82,74 juta ke rekening BCA atas nama Ayu Puspita Dinanti. Namun, pada hari H, pihak WO tidak menyediakan fasilitas yang telah disepakati.

Menurut Kompol Onkoseno Grandiarso, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, pihak WO tidak menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan masalah tersebut. Hal ini memicu kemarahan para korban yang akhirnya melakukan aksi unjuk rasa.

Aksi Unjuk Rasa dan Penggerebekan

Banyak korban yang merasa tertipu langsung menggeruduk rumah Ayu Puspita di Cipayung, Jakarta Timur. Selain itu, kantor WO Ayu Puspita yang berada di Jalan H. Siun 2C Nomor 51A, Ceger, Jakarta Timur juga turut diserbu oleh para korban.

Diperkirakan ada sekitar 230 pasangan yang terdampak dugaan penipuan tersebut, baik yang acaranya sudah berlangsung maupun yang belum digelar, dengan total kerugian mencapai Rp15–16 miliar.

Dana Digunakan untuk Pembelian Rumah

Ayu Puspita mengakui bahwa manajemen keuangan perusahaannya sedang berantakan. Dana dari klien baru dan pameran digunakan untuk menutupi tanggungan acara sebelumnya. Ia juga mengaku menggunakan sebagian dana tersebut untuk membayar uang muka rumah. Namun, ia membantah bahwa uang itu digunakan untuk jalan-jalan ke luar negeri.

Ia sempat menjanjikan akan me-refund atau mengembalikan uang para korbannya dalam waktu tiga minggu. Namun, janji tersebut terasa mustahil karena setelah dicek di rekening pelaku, uangnya hanya tersisa Rp463 ribu.

Penangkapan Ayu dan Pegawai

Ayu Puspita diketahui telah ditangkap oleh Polres Metro Jakarta Utara karena diduga menipu sejumlah pengantin lewat layanan katering. Selain Ayu, empat pegawainya juga diamankan. Mereka diduga melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan Pasal 378 dan atau 372 KUHP.

Modus yang dilakukan Ayu adalah tidak memberikan layanan sesuai janji kepada pengantin saat hari H acara. Padahal, Ayu sudah menerima pembayaran penuh untuk penyelenggaraan acara pernikahan, termasuk katering.

Suami Ayu Mengaku Tidak Terlibat

Sebelumnya, suami Ayu Puspita terlihat duduk santai saat istrinya diamuk oleh banyaknya korban yang meminta pertanggungjawaban. Suaminya disebut lepas tangan atas kasus yang dilakukan istrinya. Ia mengaku tidak ikut terlibat dalam bisnis wedding organizer Ayu Puspita.

Korban Bertambah dan Proses Hukum Berjalan

Saat ini, pihak WO telah dibawa ke Polres Jakarta Utara, bersama dengan para korban yang ingin mendapatkan kejelasan atas dugaan penipuan itu. Sejumlah korban itu diketahui dari berbagai macam profesi mulai dari swasta, ASN hingga Polri.

Penyidik lantas menginterogasi Ayu Puspita soal tudingan penipuan. Polisi pun mengarahkan para korban untuk membuat laporan soal kasus dugaan penipuan yang dilakukan Ayu.

Jumlah korban diperkirakan masih bertambah. “Termasuk dari korban lain masih banyak yang berdatangan,” ujar Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz. Ia menambahkan, laporan yang masuk ke Polres Metro Jakarta Utara baru satu, namun kejadian serupa juga muncul di wilayah lain dan berpotensi ditangani lintas polres.

Terkait kerugian, polisi belum dapat memastikan total nominalnya. “Kerugian masih dihitung, karena banyak korban-korban baru,” kata Erick.




Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *