Profil Michael Wishnu, Bos Terra Drone Jadi Tersangka Usai Kebakaran Kantor Tewaskan 22 Orang

Profil Michael Wishnu Wardana, Bos Terra Drone Indonesia

Michael Wishnu Wardana adalah sosok yang kini menjadi pusat perhatian setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kebakaran kantor Terra Drone Indonesia. Sebagai Direktur Utama PT Terra Drone Indonesia, ia memiliki latar belakang pendidikan yang kuat. Ia lulus dari Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, Jurusan Teknik Dirgantara, Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2001. Meskipun informasi tentang kehidupan pribadinya terbatas, Michael dikenal aktif dalam berbagai acara industri teknologi dan drone.

Ia pernah menjadi pembicara dalam ajang CSR Award 2019 di Sanur, Bali, pada 1 Agustus 2019. Selain itu, pada 12–13 November 2019, Michael juga hadir sebagai pembicara dalam acara Foreng 10 bertema “Future Solution for Lifecycle Construction” yang digelar di Telkom Landmark Tower. Dalam acara tersebut, ia membahas topik terkait solusi masa depan dalam konstruksi.

Pada tahun 2020, Michael turut serta dalam Malaysia Drone Tech Festival 2020 yang digelar pada 20 November 2020. Informasi ini bisa ditemukan melalui akun Instagram @terradrone_id. Di bulan yang sama, ia juga tampil dalam Forum Engineering 2020 dengan topik “Drone and Smart Cities.”

Selain itu, dalam gelaran Aeroscape Innovation Summit (AIS) 2023 oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), Michael kembali diundang sebagai pengisi acara bersama belasan pakar lainnya. Pada Januari 2024, ia hadir sebagai narasumber dalam Webinar Drone Industry Outlook 2024. Data dari dgip.go.id menunjukkan bahwa nama Michael juga tercatat sebagai salah satu pendesain Micro Drone Beroda untuk Ruang Terbatas “Zeke01,” bersama sejumlah kontributor lain seperti Yazdi Ibrahim Jenie, Zeke Denver Wouters De Cilva, Javensius Sembiring, Yohanes Bimo Dwianto, Joshua Levin Kurniawan, Ray Ozma, dan Muhammad Luthfi Azzam.

Perusahaan Terra Drone Indonesia

Terra Drone merupakan perusahaan layanan teknologi drone yang berbasis di Jepang. Sejak didirikan pada 2016, perusahaan ini terus berkembang dan memperluas jaringan dengan mengakuisisi berbagai penyedia jasa drone di sejumlah negara. Kini, Terra Drone telah beroperasi di 25 negara, termasuk Indonesia.

Kronologi Kebakaran dan Korban

Kebakaran yang terjadi di kantor Terra Drone Indonesia di Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa (9/12/2025), menyebabkan 22 karyawan meninggal dunia. Menurut Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, kejadian kebakaran berawal pukul 12.30 WB saat ada baterai drone yang terbakar di lantai I gedung. Kebakaran itu sempat dipadamkan oleh karyawan PT Terra Drone, tetapi ternyata api sudah menyebar.

“Kemudian ternyata baterai terbakar ini menyebar karena di lantai I ini adalah salah satu tempat gudangnya,” ujar Susatyo dikutip dari KOMPAS.COM, Rabu (10/12/2025). Saat kebakaran terjadi, para karyawan sedang istirahat makan siang di dalam kantor dan ada pula yang berada di luar kantor. Para karyawan yang istirahat di kantor berada di lantai 2, lantai 3 hingga lantai 6.

“Kemudian pada saat terbakar, api semakin membesar, kemudian asap itu sampai naik ke lantai 6,” ujar Susatyo. Setelah api berhasil dipadamkan di enam lantai gedung, petugas damkar, Palang Merah Indonesia (PMI) dan kepolisian mulai menemukan korban meninggal dunia secara bertahap. Mulanya hingga pukul 16.00 WIB ditemukan ada 17 orang meninggal dunia yang berada di lantai 3 dan lantai 4.

Saat tim melakukan penyisiran hingga lantai 5 dan lantai 6 ditemukan tambahan korban meninggal hingga menjadi 22 orang. Polres Metro Jakarta Pusat pada pukul 17.00 WIB akhirnya mengkonfirmasi jumlah total korban meninggal sebanyak 22 orang. “Terdiri dari tujuh orang laki-laki dan 15 orang perempuan. Untuk 22 korban sudah dibawa ke RS Polri,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.

Dari keseluruhan korban meninggal, ada satu orang ibu hamil dengan usia kandungan tujuh bulan. “Rata-rata korban meninggal ditemukan di lantai 3, 4, dan 5. Sebab (karyawan) yang berada di lantai 6 bisa langsung ke rooftop,” tutur Susatyo. Menurutnya, para korban meninggal rata-rata disebabkan kekurangan oksigen sehingga menyebabkan lemas dan berujung kepada kematian.

“Asap naik ke lantai 2, 3, dan sebagainya, oksigen juga kurang, sehingga banyak yang meninggal karena lemas si atas,” kata Susatyo. Seluruh korban meninggal dibawa ke RS Polri Kramatjati. Selain itu, dua orang petugas damkar mengalami luka ringan saat penanganan kejadian. Kapolsek Kemayoran Kompol Agung Adriansyah juga terluka di tangan ketika meninjau lokasi kebakaran.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *