Nirwala Dwi Heryanto, Pejabat Bea Cukai, Dihakimi Purbaya dan Kirim Baju Sitaan ke Korban Bencana

Sosok Nirwala Dwi Heryanto yang Disemprot Menteri Keuangan

Nirwala Dwi Heryanto, Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, menjadi sorotan setelah disemprot oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Hal ini terjadi karena pernyataannya yang menyebutkan rencana pengiriman balpres atau pakaian impor ilegal hasil sitaan untuk korban bencana di Sumatra. Purbaya menegaskan bahwa rencana tersebut tidak memiliki dasar hukum.

Purbaya mengatakan bahwa barang ilegal tidak boleh digunakan sebagai bantuan kemanusiaan. Ia menekankan pentingnya menjaga aturan yang berlaku agar tidak memicu praktik-praktik yang merugikan masyarakat. Menurutnya, lebih baik membeli pakaian baru dari dalam negeri daripada menggunakan produk impor ilegal.

Peran dan Latar Belakang Nirwala Dwi Heryanto

Nirwala Dwi Heryanto dikenal sebagai juru bicara resmi DJBC. Sebelum menjabat sebagai Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa DJBC, ia pernah menjabat sebagai Direktur Audit Kepabeanan dan Cukai. Riwayat karier yang dimilikinya menunjukkan bahwa ia adalah pejabat senior di lingkungan Kementerian Keuangan.

Dalam sebuah konferensi pers, Nirwala mengungkapkan bahwa barang sitaan dari kegiatan penindakan bisa digunakan untuk tujuan tertentu. Namun, keputusan akhir tentang penggunaan barang tersebut ditentukan oleh pemerintah melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).

Alasan Purbaya Menolak Pengiriman Barang Sitaan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak rencana pengiriman barang sitaan ke korban bencana banjir di Sumatera. Ia menilai bahwa barang tersebut ilegal dan tidak ada aturan yang mengizinkannya. Selain itu, Purbaya khawatir jika rencana ini direalisasikan akan memicu maraknya pakaian bekas atau balpres ilegal masuk ke Indonesia dengan alasan kemanusiaan.

Purbaya menegaskan bahwa pemerintah lebih memilih mengutamakan produk dalam negeri untuk bantuan fisik ke lokasi terdampak bencana. Bahkan, ia bersedia merogoh kocek sendiri jika perlu untuk mengirimkan pakaian baru ke daerah bencana.

Update Korban Banjir di Sumatera

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, memberikan update terbaru mengenai jumlah korban bencana banjir di Sumatera. Total korban meninggal dunia bertambah menjadi 995 jiwa dari 990 jiwa sebelumnya. Proses verifikasi identitas masih dilakukan untuk memastikan data yang akurat.

Selain itu, jumlah korban hilang juga bertambah menjadi 226 dari 222. Sementara itu, jumlah pengungsi tetap sebanyak 884.889 jiwa. BNPB terus mendorong distribusi logistik dan pemenuhan kebutuhan dasar lain bagi para pengungsi yang tersebar di tiga provinsi tersebut.

Rencana Distribusi Logistik

Distribusi logistik dilakukan melalui udara dan darat. Hari ini, tiga truk dikirimkan ke Nagan Raya dan Aceh Selatan, kemudian Pidie Jaya, dan Bireuen. Setiap truk membawa antara 1,5 hingga 2 ton bantuan logistik.

Ulfa Nurul Imani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *