Perjalanan Gibran Huzaifah, dari CEO ke Penjara Bareskrim Polri

Profil Gibran Huzaifah Amsi El Farizy

Gibran Huzaifah Amsi El Farizy dikenal sebagai salah satu pendiri sekaligus mantan CEO dari eFishery, sebuah perusahaan rintisan teknologi yang bergerak di bidang budidaya ikan dan perikanan. eFishery merupakan startup teknologi akuakultur asal Bandung, Indonesia, yang didirikan pada tahun 2013 oleh Gibran bersama dua rekan lainnya, yaitu Chrisna Aditya dan Muhammad Ihsan. Perusahaan ini fokus pada solusi pintar untuk budidaya ikan dan udang menggunakan teknologi Internet of Things (IoT).

Sebagai pendiri eFishery, Gibran Huzaifah justru tersandung kasus pidana. Ia dituding melakukan penggelapan dana dalam proses akuisisi perusahaan teknologi yang dilakukan eFishery pada tahun 2024. Dana yang digelapkan selama sembilan bulan diduga mencapai 600 juta dollar AS atau sekitar Rp 9,74 triliun. Karena alasan itu pula, Gibran Huzaifah dicopot dari jabatannya sebagai CEO eFishery pada Desember 2024.

Latar Belakang dan Karier Gibran Huzaifah

Gibran lahir di Jakarta pada tahun 1989. Ia merupakan alumni Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2007. Sebelum terjun ke dunia startup, Gibran sempat menjalani profesi sebagai pembudidaya ikan lele, yang kemudian menjadi dasar pengembangan solusi teknologi di sektor perikanan.

Pada 2013, Gibran mendirikan eFishery bersama dua rekannya, Muhammad Ihsan Akhirulsyah dan Chrisna Aditya. eFishery mengembangkan berbagai solusi digital untuk pembudidaya ikan dan udang, dengan produk utama eFisheryFeeder, yaitu alat pemberi pakan ikan otomatis yang dapat dikendalikan melalui ponsel pintar. Seiring waktu, eFishery berkembang pesat dan menarik perhatian investor global.

Kesuksesan dan Penghargaan

Perusahaan ini dikenal luas sebagai salah satu startup perikanan terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, serta memperoleh status unicorn setelah mendapatkan pendanaan dari investor internasional seperti SoftBank dan Temasek. Pada 2017, Gibran juga masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia di kategori industri dan manufaktur.

Melalui eFishery, perusahaan mengklaim telah membantu banyak pembudidaya ikan dan udang di berbagai daerah di Indonesia dalam mengelola usaha secara lebih efisien. Namun, pada periode akhir 2024 hingga 2025, nama Gibran menjadi sorotan setelah muncul dugaan masalah internal dan penyelewengan dana di lingkungan eFishery.

Kasus Penggelapan Dana

Gibran Huzaifah diduga melakukan penggelapan yang nilainya tidak main-main. Angka uang yang diduga digelapkan mencapai 600 juta dollar AS atau setara Rp 9,74 triliun dalam waktu sembilan bulan. Dalam laporan resminya, eFishery menyatakan meraup laba sekitar 16 juta dollar AS atau Rp 230 miliar pada September 2024. Namun, fakta investigasi menunjukkan perusahaan justru mengalami kerugian hingga 35,4 juta dollar AS atau sekitar Rp 575 miliar pada periode yang sama.

Selain itu, pihak perusahaan juga disebut mengklaim memiliki lebih dari 400.000 unit smart feeder alat pemberi pakan ikan otomatis berbasis teknologi padahal penyelidikan menemukan hanya sekitar 24.000 unit yang benar-benar beroperasi.

Biodata Singkat Gibran Huzaifah

  • Nama lengkap: Gibran Huzaifah Amsi El Farizy
  • Tahun lahir: 1989
  • Tempat lahir: Jakarta
  • Pendidikan: Alumni Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH), Institut Teknologi Bandung (ITB), angkatan 2007
  • Karier: Pembudidaya ikan lele (awal karier), salah satu pendiri dan mantan CEO eFishery (didirikan 2013)
  • Perusahaan: eFishery, startup teknologi perikanan berbasis di Bandung
  • Produk utama: eFisheryFeeder, alat pemberi pakan ikan otomatis berbasis aplikasi
  • Pencapaian: eFishery meraih status unicorn dengan dukungan investor global seperti SoftBank dan Temasek, masuk daftar Forbes 30 Under 30 Asia 2017, Entrepreneur Endeavor sejak 2016

Catatan Penting

  • Pada periode akhir 2024–2025, Gibran tidak lagi menjabat sebagai CEO eFishery
  • Pada Agustus 2025, ia dilaporkan menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku
Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *