Kebocoran Pipa Gas di Riau Menyebabkan Ledakan dan Kebakaran
Pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) di Jalan Lintas Timur, Indragiri Hilir, Riau mengalami kebocoran pada Jumat sore, yang menyebabkan ledakan dan kebakaran besar. Kejadian ini menimbulkan ketakutan di kalangan warga sekitar dan pengendara yang melintas.
Api setinggi 15 meter terlihat dari jarak yang cukup jauh, sementara suara gemuruh dari ledakan terdengar hingga 100 meter dari lokasi. Jalan Lintas Timur ditutup sementara untuk memastikan keselamatan masyarakat, dan sebuah truk rusak akibat panas yang berasal dari api. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun warga diimbau untuk menjauhi area kejadian.
Penyebab dan Awal Kebocoran
Kebocoran pipa gas terjadi di tepi Jalan Lintas Timur, Dusun Nibul, Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Pipa tersebut merupakan milik PT Trans Gas Indonesia (TGI), yang merupakan anak usaha PT Pertamina. Kebocoran dimulai dengan ledakan yang kemudian memicu kebakaran besar.
Kobaran api yang menguning dan asap hitam yang menyebar ke langit sore hari membuat warga terkejut. Banyak warga yang menyaksikan kejadian ini dari jarak jauh dan merekamnya menggunakan ponsel mereka. Lokasi kebakaran berada di tepi jalan, sehingga jalur lalu lintas harus ditutup sementara.
Polisi langsung turun ke lokasi untuk mengamankan situasi dan memastikan tidak ada pengendara yang mendekati area yang berbahaya. Gema suara api terdengar hingga jarak 100 meter, sedangkan ketinggian api mencapai sekitar 15 meter.
Kerusakan yang Terjadi
Banyak pengendara yang panik karena kejadian ini. Salah satu truk yang melintas di dekat lokasi kebakaran mengalami kerusakan. Kaca depan truk pecah, dan bagian lain seperti spion juga rusak akibat panas yang sangat tinggi.
Menurut informasi yang diperoleh, kejadian ini berawal sekitar pukul 16.00 WIB ketika warga mendengar suara ledakan yang diduga berasal dari pipa gas tanam PT TGI. Tak lama kemudian, api mulai menyembur ke udara dari lokasi pipa. Semburan api diperkirakan mencapai ketinggian 15 meter, dan saat ini api masih terlihat menyala serta gas terus menyembur keluar.
Pengamanan dan Imbauan dari Pihak Berwenang
Anggota Polsek Kemuning dan Polres Inhil segera tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan dan langkah antisipasi. Petugas mengimbau masyarakat agar tidak mendekati area kejadian demi menghindari risiko bahaya.
Menurut keterangan petugas, penyekatan arus gas telah dilakukan. Diperkirakan, api akan padam dalam waktu minimal 3 jam. Masyarakat diminta untuk bersabar dan tetap menjaga jarak dari lokasi kejadian.
Berdasarkan data sementara, tidak ada korban jiwa maupun warga yang terdampak. Jarak pipa gas dengan permukiman warga sekitar adalah sekitar 500 meter. Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif, meskipun kondisi cuaca dilaporkan hujan lebat dan api masih menyala.
Profil Perusahaan TGI
PT Transportasi Gas Indonesia (TGI atau Transgasindo) adalah perusahaan patungan yang didirikan pada tahun 2002. Perusahaan ini berfokus pada pengangkutan dan penyaluran gas bumi melalui pipa untuk pasar domestik (Sumatera) dan internasional (Singapura).
TGI merupakan salah satu tulang punggung infrastruktur gas bumi di Indonesia, yang berstatus Penanaman Modal Asing (PMA) dan anak usaha PGN. Saham TGI dimiliki oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebesar 59,87 persen, Transasia Pipeline Company Pvt. Ltd. (40 persen), dan Yayasan Kesejahteraan Pegawai PGN (YAKAGA) (0,13 persen).
Perusahaan ini mengelola lebih dari 1.000 km jaringan pipa gas darat (onshore) dan lepas pantai (offshore) dari Grissik ke Duri dan dari Grissik ke Singapura. Fokus bisnis TGI adalah menyediakan layanan transportasi gas bumi yang aman, andal, dan berkelanjutan, serta mendukung transisi energi di Indonesia.
Wilayah kerja TGI mencakup kantor regional di Jambi, Indragiri Hulu, Pekanbaru, dan Batam. Perusahaan ini berperan penting dalam menyalurkan gas bumi untuk kebutuhan domestik dan ekspor, serta mengutamakan keunggulan operasional dan pelestarian lingkungan.












