Berita Terkini tentang Bantuan Sosial di Ciamis
Bantuan Sosial (Bansos) belakangan ini menjadi topik yang hangat dibicarakan oleh masyarakat, termasuk di wilayah Ciamis, Jawa Barat. Wilayah ini tercatat sebagai salah satu daerah dengan jumlah penerima bansos terbesar di Jabar. Berdasarkan data yang dikumpulkan, sekitar 300 ribu lebih masyarakat di Ciamis terdaftar menerima insentif tahunan tersebut sepanjang 2025. Angka ini dihitung berdasarkan satu keluarga yang berpeluang menerima beberapa program bansos sekaligus, yang mencakup sekitar 20-30 persen dari total penduduk Ciamis sekitar 1,2 juta jiwa.
Kebijakan ini juga menjadi stimulus bagi pemerintah dalam memperpanjang deretan bansos regional yang diminati pada tahun 2025 lalu. Namun, tidak semua bansos akan terus berlanjut pada 2026. Beberapa bansos akan dihentikan, sementara yang lain tetap berjalan. Berikut penjelasannya.
Bansos yang Diperpanjang Tahun 2026
-
BPNT dan PKH
Kedua bansos reguler yang paling banyak penerimanya ini dikabarkan akan terus berjalan pada tahun 2026. Pencairan awal tahun masih tertunda karena penuntasan susulan dari tahun 2025 yang belum selesai. -
Program PIP & PBI JKN
Bansos yang menyasar sektor pendidikan dan akses gratis kesehatan ini dipastikan berlanjut di tahun 2026. Pemerintah tetap menjamin biaya sekolah anak-anak dari keluarga prasejahtera serta layanan pengobatan gratis di fasilitas kesehatan tetap tersedia. -
BLT Dana Desa
Program yang diperuntukkan bagi warga miskin ekstrem di lingkup desa sebesar Rp 300.000 per bulan ini akan berlanjut di tahun 2026. -
Bantuan Beras 10-20 Kg
Bantuan dengan fokus utama bahan pokok berupa beras ini diperkirakan akan berlanjut pada tahun 2026, untuk 4 bulan pertama (Januari–April 2026) bagi 18,27 juta keluarga. -
Bantuan Makanan untuk Lansia & Disabilitas
Program bantuan permakanan bagi lansia dan penyandang disabilitas tunggal kini bersinergi dengan kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diambil pemerintah guna memastikan kualitas gizi dan asupan makanan yang diterima para penerima manfaat jadi jauh lebih bermutu dan sehat. -
Atensi Yatim Piatu (YAPI)
Bantuan ini tetap cair sebesar Rp200.000 per bulan (biasanya dirapel Rp600.000 per tahap).
Bansos yang Dihentikan Tahun 2026
Meski sebagian besar bansos akan terus berjalan, pemerintah harus menghentikan sebagian kecil bansos tambahan pada tahun 2026. Berikut daftarnya:
-
Bantuan Penebalan untuk Bencana atau Krisis Tertentu Rp400.000
Jika tidak ada bencana besar, program seperti BLT untuk bencana alam (misalnya banjir atau gempa) mungkin tidak ada. -
Bansos Minyak Goreng 4 Liter
Bansos yang diluncurkan pada 2022-2023 sebagai respons inflasi minyak goreng resmi dihentikan karena subsidi minyak goreng dianggap sudah stabil dan dialihkan ke program lain. -
BLT Elpiji (Bantuan Langsung Tunai untuk LPG 3 Kg)
Bansos untuk meringankan beban subsidi LPG, juga diprediksi akan tidak dilanjutkan jika harga energi sudah terkendali.
Kriteria Penerima Bansos Januari 2026
Adapun, kriteria yang diprioritaskan dalam sasaran penerima manfaat ini, merupakan desil yang paling bawah dengan dilakukan pemutakhiran DTSEN secara berkala dan akurat. Dengan demikian pendistribusian akan dilakukan secara bertahap mulai dari desil 1 untuk PKH, desil 1-2 untuk sembako, serta desil 1-4 penerima PBI.
Selain itu, seseorang tidak lagi menerima bansos kemungkinan masuk kategori lulus dari PKH atau bansos lainnya. Sebagaimana dicanangkan pemerintah pada tahun lalu akan ada 300 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) yang akan naik kelas.
Peringkat desil dibagi dalam 5 kriteria, diantaranya:
- Penerima Program Keluarga Harapan (PKH): Desil 1-4
- Penerima Sembako (BPNT): Desil 1-5
- Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JKN): Desil 1-5 atau asesmen
- Asisten Rehabilitasi Sosial (ATENSI): Desil 1-5 atau asesmen
- Bansos lain dari Kemensos: Desil 1-5 atau asesmen
Kesimpulannya, untuk desil 1 sampai 4 adalah kelompok yang berpeluang menerima semua jenis bansos. Sementara, desil 5 masih bisa menerima sebagai bantuan, tetapi terbatas.












