Kebakaran Besar di Bangsal Kayu Binsanip Panen Rejeki
Kebakaran besar terjadi di bangsal kayu Binsanip Panen Rejeki yang berada di Jalan Sunan Kalijaga RT 02, Kelurahan Simpang III Sipin, Kecamatan Kota Baru, pada Jumat (20/2/2026) malam. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.50 WIB dan segera mendapat penanganan cepat dari jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi.
Kepala Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandi, menjelaskan bahwa laporan diterima melalui layanan WhatsApp Damkar, sambungan telepon, serta Call Center 112. “Informasi kami terima pukul 21.50 WIB. Lima menit kemudian, tim langsung berangkat dari Mako dan tiba di lokasi pukul 22.00 WIB. Total waktu respons sekitar 10 menit,” ujar Mustari, Sabtu dini hari (21/2/2026).
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan awal, api diduga dipicu oleh percikan kembang api yang dimainkan seorang anak berinisial S (15) bersama rekannya di lantai dua bangunan. Percikan tersebut diperkirakan jatuh ke lantai bawah yang difungsikan sebagai gudang penyimpanan kayu, sehingga mengenai serbuk kayu dan bahan lain yang mudah terbakar.
“Diduga api berasal dari percikan kembang api yang menyambar serbuk kayu di dalam gudang. Api cepat membesar karena banyak material mudah terbakar di dalam bangunan,” jelasnya.
Usai bermain kembang api, anak tersebut turun ke lantai satu menuju ruang tempat tinggal. Tidak lama berselang, ia melihat asap keluar dari arah gudang dan langsung membangunkan ayahnya. Saat diperiksa, api sudah membesar di area bangsal kayu. Warga kemudian segera melaporkan kejadian itu ke Damkartan Kota Jambi.
Proses Pemadaman
Dalam operasi pemadaman, Damkartan mengerahkan 65 personel yang terdiri dari Pleton III Mako, Posyankar Kota Baru, serta Posyankar Alam Barajo. Sebanyak 11 unit armada dikerahkan, meliputi satu unit komando, satu unit rescue, tujuh unit armada tempur, dan dua unit armada suplai air.
“Air yang digunakan sekitar 60.000 liter ditambah 30 liter cairan foam untuk membantu proses pemadaman,” ungkap Mustari. Pemadaman berlangsung selama sekitar satu setengah jam.
Kendala utama di lapangan adalah banyaknya serbuk kayu yang termasuk media kebakaran kelas A sehingga api mudah muncul kembali. Petugas terlebih dahulu berkoordinasi dengan PLN untuk memutus aliran listrik di sekitar lokasi guna menghindari risiko korsleting maupun sengatan listrik.
Selain itu, Damkartan juga bekerja sama dengan TNI, Polri, serta petugas Trantib kecamatan dan kelurahan untuk mengamankan area kebakaran. Petugas kemudian melakukan pemutusan jalur rambatan api agar tidak menjalar ke ruangan lain maupun bangunan di sekitar tempat kejadian kebakaran.
“Kami juga mengevakuasi kendaraan roda dua dan roda empat yang berada di dalam area gudang untuk mencegah kerusakan lebih parah,” tambahnya. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pendinginan pada tumpukan kayu guna memastikan tidak ada sisa bara api.
Sekitar pukul 23.50 WIB, seluruh personel kembali ke Mako setelah lokasi diserahkan kepada Polsek Kotabaru untuk pemasangan garis polisi serta penyelidikan lanjutan.
Tidak Ada Korban
Mustari menegaskan tidak terdapat korban jiwa maupun petugas yang mengalami luka dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, nilai kerugian materi masih dalam tahap pendataan.
“Alhamdulillah, proses pemadaman berjalan aman dan lancar. Tidak ada korban dari masyarakat maupun petugas. Penyebab pasti kebakaran masih diselidiki kepolisian,” katanya. Ia menambahkan, seluruh pelayanan dilakukan sesuai standar operasional prosedur serta mengacu pada Permendagri Nomor 114 Tahun 2018 tentang Standar Teknis SPM Sub Urusan Kebakaran Daerah Kabupaten/Kota.
Damkartan Kota Jambi juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan atau memainkan benda yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya di lingkungan yang banyak terdapat bahan mudah terbakar seperti kayu dan serbuk gergaji.
Rekomendasi Main Kembang Api yang Aman
Bermain kembang api dengan aman agar terhindar dari kebakaran memerlukan persiapan matang. Nyalakan kembang api hanya di area terbuka seperti lapangan atau halaman luas yang jauh dari rumah, pohon kering, dan kendaraan.
Sediakan selalu ember air atau selang, nyalakan satu per satu, dan pastikan sisa kembang api direndam air sebelum dibuang. Berikut adalah panduan detail aman bermain kembang api:
Lokasi dan Lingkungan:
- Nyalakan di tempat terbuka, jauh dari bahan mudah terbakar seperti tumpukan kertas, daun kering, atau bensin.
- Hindari menyalakan kembang api di teras rumah, di bawah pohon, atau saat angin kencang.
Keamanan Penyalaan:
- Gunakan korek api panjang atau pemantik api untuk menjaga jarak tangan.
- Nyalakan kembang api satu per satu, jangan bersamaan.
- Segera mundur ke jarak aman setelah menyalakan sumbu.
- Jangan pernah meletakkan bagian tubuh langsung di atas kembang api.
Pengawasan dan Penggunaan:
- Pastikan anak-anak diawasi secara ketat dan jangan izinkan menyalakan kembang api berdaya ledak besar.
- Jangan mengarahkan atau melempar kembang api ke arah orang lain.
- Jangan mencoba menyalakan kembali kembang api yang gagal meledak; rendam dalam air selama 20 menit sebelum dibuang.
Pencegahan Pasca-Main:
- Setelah selesai, siram sisa-sisa kembang api dengan air dari ember atau selang untuk mencegah bara api tertinggal.
- Pastikan kembang api benar-benar padam sebelum membuangnya ke tempat sampah.












