Tensi di Timur Tengah Memicu Kekhawatiran Ekonomi Indonesia
Tensi yang meningkat di kawasan Timur Tengah telah memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Perang antara Israel dan Amerika Serikat (AS) melawan Iran tidak hanya menjadi konflik antarnegara, tetapi juga ancaman nyata bagi masyarakat Indonesia. Dampaknya bisa sangat luas, mulai dari lonjakan harga minyak hingga kenaikan biaya logistik dan inflasi impor.
Lonjakan Harga Minyak Dunia dan Energi
Direktur Celios, Nailul Huda, mengingatkan bahwa penutupan Selat Hormuz dapat menyebabkan kenaikan harga minyak mentah yang tak terkendali. Menurutnya, harga minyak Brent sudah mencapai US$ 73 per barel, dan bisa naik hingga US$ 120 per barel seperti pada saat Rusia menyerang Ukraina. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa sekitar 20 persen perdagangan minyak mentah global melewati jalur tersebut. Jika jalur ini ditutup, pasokan minyak akan berkurang drastis, sehingga harga minyak dunia akan melonjak.
Gangguan Jalur Perdagangan dan Distribusi Ekspor-Impor
Selat Hormuz adalah jalur pelayaran penting bagi perdagangan energi dan barang global. Penutupan jalur ini akan mengganggu arus kapal dagang yang membawa barang dan komoditas. Selain itu, potensi keterlibatan kelompok Houthi di Laut Merah juga membuka risiko gangguan di Bab el-Mandab. Jika jalur tersebut terganggu, arus perdagangan yang melewati Terusan Suez dan Mesir terancam tersendat. Kapal-kapal harus memutar lewat Afrika, yang akan meningkatkan biaya logistik dan harga barang.
Ancaman Pembengkakan Subsidi Energi dan Beban Fiskal
Nailul Huda juga mengingatkan bahwa kenaikan harga minyak akan membebani anggaran subsidi BBM pemerintah. Anggaran negara berisiko jebol jika tidak ada realokasi anggaran ke subsidi BBM. Pemerintah dinilai pesimistis dalam menghadapi ketidakpastian global. Opsi penambahan utang dinilai tidak mudah, mengingat lembaga pemeringkat seperti Moody’s dan S&P sebelumnya menyoroti kualitas pengelolaan fiskal Indonesia.
Kenaikan Biaya Logistik dan Premi Asuransi
Kenaikan harga energi akan mendorong biaya freight dan premi asuransi, yang akan berdampak pada pelaku usaha berorientasi ekspor maupun yang bergantung pada bahan baku impor. Harga impor akan naik dan bisa menyebabkan imported inflation. Founder dan CEO Supply Chain Indonesia (SCI), Setijadi, menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak akibat potensi gangguan Selat Hormuz akan memengaruhi harga solar domestik, komponen utama biaya operasional transportasi darat.
Efek Domino pada Kenaikan Harga Bahan Pokok
Setijadi menjelaskan bahwa dengan porsi BBM mencapai 40 persen dari total biaya operasi truk, kenaikan harga solar akan langsung diterjemahkan ke ongkos angkut. Dengan asumsi komponen BBM mencapai 35 persen sampai 40 persen dari total biaya operasi truk, kenaikan harga solar 10 persen dapat mendorong kenaikan ongkos angkut sekitar 3,5 persen sampai 4 persen. Dalam skenario lebih berat, kenaikan 30 persen dapat memicu lonjakan ongkos hingga 10,5 persen sampai 12 persen. Rata-rata biaya logistik nasional diperkirakan sekitar 14 persen dari harga produk, dan sekitar separuhnya berasal dari transportasi darat.
Sikap Indonesia
Sebelumnya, Presiden RI, Prabowo Subianto, menyatakan siap terbang ke Teheran untuk menjadi juru damai antara Iran dan Amerika Serikat. Dalam pernyataan tertulis Kementerian Luar Negeri, Indonesia mengajukan diri untuk menjadi fasilitator dialog para pihak yang berkonflik. “Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran guna melakukan mediasi,” tulis Kementerian Luar Negeri RI dalam pernyataannya.
Indonesia menyesalkan kegagalan perundingan Amerika Serikat dengan Iran sehingga konflik bersenjata kembali meletus. Kementerian Luar Negeri pun menyerukan agar semua pihak yang terlibat menahan diri serta mengedepankan dialog dan diplomasi.
Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”












