10 Provinsi Termiskin di Indonesia 2024, Satu Capai 30%

Profil Kemiskinan Indonesia September 2024: Penurunan Angka Tapi Ketimpangan Masih Terasa

Badan Pusat Statistik (BPS) kembali merilis data terkini tentang profil kemiskinan Indonesia untuk periode September 2024. Hasilnya menunjukkan adanya perbaikan, tetapi ketimpangan antarwilayah masih menjadi tantangan besar yang perlu segera diatasi.

Total penduduk miskin pada September 2024 tercatat sebanyak 24,06 juta orang, turun dari 25,22 juta orang pada Maret 2024. Artinya, dalam enam bulan terakhir, Indonesia berhasil mengentaskan sekitar 1,16 juta orang dari garis kemiskinan. Meski penurunan ini patut diapresiasi, tantangan utama tetap ada, yaitu ketimpangan antar wilayah yang masih sangat signifikan.

Garis Kemiskinan Naik, Tapi Jumlah Penduduk Miskin Turun

Pada September 2024, garis kemiskinan nasional meningkat menjadi Rp595.242 per kapita per bulan, naik dari Rp582 ribu pada Maret 2024. Komposisi garis kemiskinan tersebut terdiri dari:

  • Makanan: Rp443.433 (74,50%)
  • Non-makanan: Rp151.809 (25,50%)

Kenaikan garis kemiskinan menunjukkan bahwa beban kebutuhan dasar semakin tinggi. Namun, jumlah penduduk miskin justru menurun, yang menunjukkan bahwa daya beli sebagian masyarakat mulai membaik.

Daftar 10 Provinsi Termiskin di Indonesia September 2024

Dari total 38 provinsi, Tanah Papua masih mendominasi daftar provinsi dengan persentase penduduk miskin tertinggi. Berikut adalah urutan 10 provinsi termiskin:

  1. Papua Pegunungan – 29,66%
  2. Penduduk miskin: 331.120 orang
  3. Garis kemiskinan per kapita: Rp1.079.160
  4. Wilayah ini menghadapi tantangan geografis ekstrem, akses transportasi terbatas, serta layanan publik yang belum merata.

  5. Papua Tengah – 27,60%

  6. Penduduk miskin: 287.540 orang
  7. Garis kemiskinan per kapita: Rp798.333

  8. Papua Barat – 21,09%

  9. Penduduk miskin: 108.280 orang
  10. Garis kemiskinan per kapita: Rp816.613

  11. Papua Selatan – 19,35%

  12. Penduduk miskin: 103.020 orang

  13. Nusa Tenggara Timur (NTT) – 19,02%

  14. Penduduk miskin: 1.107.940 orang
  15. Provinsi ini merupakan yang termiskin di luar Papua dan memiliki jumlah penduduk miskin tertinggi dalam daftar 10 besar.

  16. Papua – 18,09%

  17. Penduduk miskin: 161.070 orang

  18. Papua Barat Daya – 16,95%

  19. Penduduk miskin: 96.810 orang

  20. Maluku – 15,78%

  21. Penduduk miskin: 293.990 orang

  22. Gorontalo – 13,87%

  23. Penduduk miskin: 170.030 orang

  24. Bengkulu – 12,52%

    • Penduduk miskin: 26.115 orang
    • Bengkulu menjadi satu-satunya provinsi di Sumatra yang masuk daftar ini.

Potret Kemiskinan Berdasarkan Pulau: Siapa Tertinggi dan Terendah?

Ketimpangan kemiskinan juga terlihat jelas ketika dilihat berdasarkan kawasan:

  • Maluku dan Papua: Persentase kemiskinan 18,62%, dengan total penduduk miskin sebanyak 1,46 juta orang.
  • Bali dan Nusa Tenggara: Persentase kemiskinan 12,15%.
  • Sulawesi: Persentase kemiskinan 9,12%.
  • Sumatera: Persentase kemiskinan 8,42%.
  • Jawa: Persentase kemiskinan 8,05%, dengan jumlah penduduk miskin terbesar nasional, yaitu 12,62 juta orang.
  • Kalimantan: Persentase kemiskinan terendah, yaitu 5,30%, dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 0,91 juta orang.

Mengapa Jawa Banyak Penduduk Miskin Meski Persentasenya Rendah?

Meski persentase kemiskinan di Jawa tergolong rendah, jumlah penduduk miskin di kawasan ini tetap terbesar karena:

  • Jumlah penduduk Jawa sangat besar.
  • Pemerataan ekonomi belum optimal.
  • Urbanisasi tinggi menyebabkan kantong-kantong kemiskinan perkotaan tetap signifikan.

Artinya, persentase rendah tidak selalu berarti jumlah kemiskinan kecil.

Penurunan Nasional, Tapi Ketimpangan Masih Lebar

Meskipun angka kemiskinan nasional mengalami penurunan, tantangan terbesar Indonesia bukan hanya mengurangi angka kemiskinan, melainkan mengurangi jurang ketimpangan antarwilayah. Tanah Papua masih membutuhkan percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan layanan publik, peningkatan kualitas pendidikan, hingga akses terhadap pasar dan ekonomi modern. Dengan langkah yang terarah, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan, disparitas kemiskinan antarwilayah dapat dipersempit.

Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *