Fakta Menarik di Balik Drama Tumbler yang Viral
Video yang menampilkan Anita Dewi memprotes hilangnya tumbler merek Tuku langsung menarik perhatian publik. Namun, kini muncul cerita baru yang mengejutkan. Bukan hanya tentang tumbler yang hilang, tetapi juga tentang dugaan utang yang belum dilunasi sejak 2021.
Pengakuan dari Teman Lama
Seorang pengguna media sosial dengan nama akun @ericaaa.sy mendadak menjadi sorotan. Ia mengaku sebagai teman dekat Anita dan berbagi pengalaman pribadi yang terjadi jauh sebelum drama tumbler ini heboh. Hubungan komunikasi antara Erica dan Anita sebenarnya sudah terputus sejak 2022. Namun, masalah utang mulai muncul pada 2021.
Erica mengatakan bahwa ia sering menagih utang kepada Anita. Dalam postingannya, ia membagikan tangkapan layar percakapan lama dengan Anita. Isi pesan tersebut menyentil sahabatnya karena masih sempat menghadiri konser sementara utangnya tidak dibayar. “Lu bales lah chat gue… nonton konser bisa, foya-foya bisa, uang gue gak dibalik-balikin,” tulis Erica dalam pesan tersebut.
Anita membalas dengan alasan seputar kendala pada ponselnya: “HP gue hank juga sil.” Meski tidak menyebut nominal utang, Erica menegaskan bahwa Anita menghilang dengan mengganti nomor dan memblokir media sosial, sehingga penagihan menjadi mustahil.
Kehadiran Viral Membuat Cerita Terbuka
Ironisnya, drama tumbler yang membuat Anita viral justru membawa Erica kembali menemukan keberadaannya. Awalnya, Erica tidak berniat membuka cerita itu ke publik. Namun, ketika nama Anita viral bukan karena prestasi, melainkan karena kejadian tumbler hilang di kereta, ia merasa perlu berbicara.
“Kayak lebay banget perkara tumbler sampai segitunya. Padahal hutangnya bisa beli tumbler dia yang hilang tujuh kali,” ungkap Erica. Untuk saat ini, Erica tetap menunggu itikad baik Anita untuk melunasi pinjaman tersebut.
Peristiwa Hilangnya Tumbler
Kasus ini berawal ketika Anita lupa membawa cooler bag setelah menaiki KRL rute Tanah Abang-Rangkasbitung pada Senin (17/11/2025) pukul 19.00 WIB. Anita menaiki KRL green line tersebut sepulang kerja dan berada di gerbong khusus perempuan. Sekitar pukul 19.40 WIB, ia turun di Stasiun Rawa Buntu.
Saat itu, ia baru menyadari bahwa cooler bag miliknya tertinggal di bagasi Commuter Line. Ia kemudian melapor kepada petugas. Malam itu juga, cooler bag tersebut ditemukan oleh petugas keamanan. Barang itu langsung diamankan dan sempat didokumentasikan. Keesokan harinya, Anita bersama suaminya, Alvin, mengambil cooler bag tersebut di Stasiun Rangkasbitung.
Namun, ia terkejut karena isi di dalam cooler bag itu, yakni sebuah tumbler sudah hilang. Tasnya kembali, tetapi isinya tidak. Saat dikonfirmasi, petugas stasiun, Argi mengakui bahwa ia tidak memeriksa isi cooler bag milik Anita saat menerima barang tersebut dari securiti. Ia menyadari kelalaiannya karena kondisi stasiun sedang ramai dan ia masih bertugas berjaga, sehingga cooler bag itu disimpan tanpa pengecekan detail.
Argi kemudian menghubungi Alvin dan meminta maaf melalui pesan singkat. Bahkan, dalam pesan itu, Argi akan membantu Anita dan Alvin untuk melakukan pencarian melalui rekaman CCTV. Jika tidak ditemukan, ia bersedia mengganti tumbler tersebut sesuai harganya, yakni Rp 300.000.
“Ini kesalahan saya dikarenakan tidak dicek terlebih dahulu, saya akan tanggung jawab dengan mengganti barang tsb Pak,” tulis Argi dalam pesan untuk Alvin yang diunggah di akun Threads @argi_bdsyh, Rabu (26/11/2025).
Karena kejadian itu, Argi terancam kehilangan pekerjaan. Kasus ini pun menuai gelombang besar kecaman dari warga net terhadap sikap Anita yang memviralkan kejadian tersebut. Mereka menuntut agar Argi dipekerjakan kembali di KAI.












