Hukum  

Alasan Atalia Praratya Gugat Cerai Ridwan Kamil Terungkap, Kuasa Hukum: Hubungan Retak

Gugatan Perceraian Atalia Praratya terhadap Ridwan Kamil Mulai Disidangkan

Atalia Praratya, anggota DPR RI periode 2024-2029, mengajukan gugatan perceraian terhadap Ridwan Kamil di Pengadilan Agama (PA) Bandung. Sidang perdana dari kasus ini telah dijadwalkan berlangsung pekan ini. Hal ini menandai awal dari proses hukum yang akan memengaruhi hubungan antara kedua pihak.

Kuasa hukum Ridwan Kamil, Muslim Jaya Butarbutar, memberikan pernyataan terkait penyebab gugatan tersebut. Menurutnya, hubungan rumah tangga antara Ridwan dan Atalia mulai retak setelah munculnya isu tentang Lisa Mariana, seorang wanita yang mengaku memiliki hubungan spesial dengan mantan Gubernur Jawa Barat tersebut. Muslim menyebut bahwa isu ini berdampak pada keharmonisan keluarga kliennya.

Namun, ia juga menjelaskan bahwa dirinya tidak menangani kasus perceraian tersebut karena fokus pada kasus lain yang sedang ditangani oleh Bareskrim Polri. “Jika benar, kami tidak menangani kasus perceraian tersebut karena kami konsentrasi urusan Bareskrim. Nanti ada pengacara sendiri,” ujarnya.

Meski demikian, kabar ini belum mendapatkan konfirmasi langsung dari pihak Atalia sebagai penggugat. PA Bandung pun menyatakan bahwa gugatan sudah terdaftar dan akan segera masuk tahap persidangan. Panitera PA Bandung, Dede Supriadi, mengonfirmasi bahwa perkara tersebut sudah masuk dan akan disidangkan dalam waktu dekat.

Sidang perdana akan digelar secara tertutup sesuai aturan hukum yang berlaku. Pihak pengadilan belum bersedia mengungkap materi gugatan atau nomor perkara yang terdaftar. Namun, Dede menegaskan bahwa PA Bandung akan menangani kasus ini secara profesional.

Kronologi Kasus Lisa Mariana dan Ridwan Kamil

Konflik antara Lisa Mariana dan Ridwan Kamil bermula dari klaim adanya anak hasil hubungan keduanya. Pada awal 2025, Lisa menggelar konferensi pers dan mengaku bahwa anaknya berinisial CA adalah hasil hubungan dengan Ridwan Kamil. Klaim ini memicu kontroversi luas, mengingat Ridwan saat itu baru saja menyelesaikan masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Barat.

Lisa kemudian menggugat ke Pengadilan Negeri Bandung, menuntut pengakuan status anak sekaligus ganti rugi belasan miliar rupiah. Ridwan Kamil membantah tuduhan tersebut dan menyebut klaim Lisa sebagai fitnah. Ia melaporkan balik Lisa Mariana ke Bareskrim Polri pada 11 April 2025 dengan dugaan pencemaran nama baik dan kerugian mencapai Rp 105 miliar.

Pemeriksaan saksi dan barang bukti dilakukan sebagai tindak lanjut dari laporan tersebut. Bareskrim memeriksa sedikitnya 12 saksi, termasuk Lisa Mariana, ahli bahasa, ahli ITE, dan ahli hukum pidana. Penyidik juga menyita sejumlah dokumen elektronik, sampel suara, serta surat-surat. Proses ini dilanjutkan dengan pengambilan sampel darah Ridwan Kamil dan anak Lisa Mariana untuk tes DNA.

Hasil tes DNA diumumkan oleh Bareskrim Polri pada 20 Agustus 2025. Hasilnya menunjukkan bahwa saudara RK dan anak saudari LM berinisial CA tidak memiliki kecocokan DNA atau non-identik. Kuasa hukum Ridwan, Muslim Jaya Butar-butar, menegaskan bahwa hasil ini bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.

Tudingan Hasil Tes DNA Direkayasa

Meskipun hasil tes DNA menolak klaimnya, Lisa tetap melontarkan pernyataan keras melalui akun Instagram. Ia menyebut ada ajakan perdamaian dan menuding adanya kecurangan. “Jadi, udah pak jangan berkeras hati, tadi minta-minta perdamaian bagaimana ini. Capek saya, sakit pala saya,” katanya. Ia bahkan melontarkan kalimat kontroversial: “Jangan biarkan ada kecurangan di sini, gue udah bilang, kalau bukan benih dia, benih siapa? Benih tuyul?”

Selain hak identitas anak, Lisa Mariana juga menggugat Ridwan Kamil untuk membayar kerugian materiil Rp 6,6 miliar dan kerugian immateril Rp 10 miliar. Ia juga meminta Hakim PN Bandung menyita aset rumahnya yang ada di Ciumbuleuit, Kota Bandung. Namun, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung menolak gugatan Lisa Mariana terkait hak identitas anak. Putusan ini dibacakan pada Senin (8/12/2025).


Denis

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *