Penangkapan Resbob dan Reaksi Masyarakat
Kasus yang melibatkan Adimas Firdaus alias Resbob, seorang konten kreator yang viral karena menghina suporter Persib Bandung, Viking, serta suku Sunda, telah memicu reaksi dari berbagai pihak. Pelaku ditangkap oleh polisi setelah laporan dari Viking dan pernyataan resmi dari Wagub Jabar, Erwan Setiawan.
Penangkapan dan Proses Hukum
Resbob berhasil ditangkap di wilayah Jawa Timur dan saat ini sedang dalam proses pemeriksaan awal di Jakarta sebelum dibawa ke Bandung. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, menyatakan bahwa kasus ini akan ditangani secara profesional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Ia menekankan bahwa dugaan ujaran kebencian tersebut telah menimbulkan keresahan dan reaksi luas di masyarakat.
Penanganan kasus ini dilakukan oleh penyidik Polda Jawa Barat. Hal ini menunjukkan bahwa pihak berwajib serius dalam menindaklanjuti laporan yang masuk terkait tindakan Resbob yang dinilai tidak pantas dan merusak harmoni antar suku.
Reaksi dari Wakil Gubernur Jabar
Wagub Jabar, Erwan Setiawan, memberikan pernyataan resmi terkait kasus ini. Ia menyampaikan bahwa dirinya sebagai orang Sunda merasa sangat terhina dan marah atas umpatan yang dilontarkan oleh Adimas Firdaus. Erwan mendesak pihak kepolisian untuk segera menuntaskan kasus ini dan menangkap pelaku yang dinilai melakukan perbuatan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan).
Menurutnya, umpatan tersebut bisa saja sampai memecah belah bangsa jika tidak segera ditangani. Ia juga meminta warga Jabar agar tidak melakukan balasan hinaan atau umpatan serupa terkait dengan suku dari terduga pelaku tersebut. “Jangan dendam kepada sukunya, karena tidak semua sama. Fokus pada oknum tersebut,” katanya.
Klarifikasi dari Resbob
Setelah adanya pelaporan dari Wagub Jabar, Youtuber Resbob menyampaikan permintaan maafnya terkait video umpatan yang viral dan membuat warga Jawa Barat murka. Dalam klarifikasinya, ia menyangkal bahwa apa yang dikatakannya keluar dari kesadaran dan kendalinya.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh yang saya hormati dan saya cintai seluruh masyarakat Indonesia dimanapun berada mobil khusus, utama dan pertama sekali yaitu keluarga besar, saudara-saudara saya khususnya juga orang-orang Sunda dimanapun berada pada kesempatan ini secara resmi saya merasa berkewajiban untuk menyampaikan klarifikasi serta permohonan maaf terkait salah satu ucapan saya saat streaming di Surabaya waktu lalu.”
Ia menjelaskan bahwa ia lahir dari rahim seorang ibu yang orang Padang, tetapi dibesarkan oleh seorang ibu sambung yang berdarah Sunda. Selain itu, ia juga dibimbing oleh tokoh-tokoh Sunda seperti Prof. Dr. Kiai Haji Asep Seyfuddin Kalim. Oleh karena itu, ia tidak memiliki masalah atau kebencian terhadap orang Sunda.
Namun, ia sadar bahwa ucapan yang keluar dari mulutnya adalah hal yang sangat sensitif dan tidak ada alasan pembenaran terhadap hal itu. Ia mengklaim bahwa ucapan tersebut keluar dari kecelakaan murni yang disebabkan oleh ketidaksadaran.
Penutup
Dalam caption unggahannya, Resbob juga mengatakan bahwa dirinya tidak tahu persis saat dirinya mengatakan umpatan itu. Namun yang jelas, hal itu ada kaitannya dengan alkohol yang dikonsumsinya. Alkohol itu yang membuatnya kalap dan tak sadar diri saat mengumpat.
“tangga untuk bertaubat-
ketidaksadaran menjadikan kecelakaan saya dalam ucapan, sampai skrng saya ga inget sama sekali bahwa mulut saya mengucapkan itu. dengan inilah mari kita tinggalkan alkohol. najis dan membuat mulut orang menjadi celaka.
contohnya saya tapi inilah hikmah yang besar buat saya agar bisa menjadi pelajaran untuk keselamatan saya kedepan.
tetaplah sadar karna mulutmu adalah harimaumu maka jangan rusak dengan alkohol.
sekali lagi mohon maafkan saya,” tulisnya.
Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."












