Residivis Begal Motor Tewas Ditembak Polda Jatim, Bacok Polisi dan Ibu Muda

Pelaku Begal Motor Sadis ASF Tewas Ditembak oleh Tim Jatanras Polda Jatim

Pada malam hari Minggu (14/12/2025), seorang pelaku begal motor yang dikenal sadis, ASF (30 tahun), tewas setelah ditembak oleh Anggota Tim Jatanras Polda Jatim di Kabupaten Pasuruan. Penembakan terjadi karena pelaku melawan petugas saat sedang ditangkap.

Modus kerja ASF selalu menggunakan senjata tajam berupa celurit dan tidak segan melukai korban saat melakukan aksinya. Menurut informasi yang didapatkan dari pihak kepolisian, pelaku sering kali mempersenjatai diri dengan celurit untuk menakuti atau melukai korbannya.

Beberapa waktu lalu, seorang anggota polisi di Lumajang mengalami luka parah di bagian perut akibat dibacok oleh ASF saat sedang melakukan penyergapan. Hal ini membuktikan betapa ganasnya modus yang digunakan oleh pelaku.

Rekam Jejak Kekejaman ASF

Selama kurun waktu setahun terakhir, ASF diketahui telah melakukan aksi pencurian motor terhadap para korban, termasuk wanita yang sedang berteduh di pinggir jalan. AKP Muhammad Fauzi, Kanit III Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, menjelaskan bahwa ASF selalu membawa celurit dan siap membacok korban jika merasa terancam.

Korban-korban yang menjadi target ASF sering kali tidak bisa membedakan antara penjahat dan masyarakat umum. Bahkan, ASF pernah melakukan aksi pembegalan terhadap seorang perempuan yang sedang berteduh di pinggir jalan saat hujan lebat. Peristiwa tersebut terjadi pada bulan Mei 2025 di kawasan Jalan Raya Dringu, Kabupaten Probolinggo.

Komplotan ASF Cs juga dikenal tidak pandang bulu dalam menargetkan korban. Mereka sering kali melakukan aksi di tiga wilayah kabupaten dan kota di Jawa Timur, yaitu Lumajang, Jember, dan Probolinggo. AKBP Arbaridi Jumhur, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, menyebutkan bahwa ASF memiliki julukan “si raja tega” karena tingkah lakunya yang sangat kejam.

Pengalaman ASF di Penjara

ASF bukanlah penjahat baru. Ia pernah mendekam di penjara dua kali, yaitu pada tahun 2015 setelah ditangkap oleh Satreskrim Polres Probolinggo, dan pada tahun 2022 oleh Polres Lumajang. Kedua kali itu, ia ditahan karena terlibat dalam aksi pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan korban terluka.

Seorang anggota Polda Jatim yang enggan menyebutkan namanya menceritakan pengalamannya saat menangkap ASF di Lumajang pada tahun 2022. Saat itu, ASF mencoba kabur dan akhirnya ditembak di bagian pantat oleh petugas. Meskipun demikian, ASF tetap tidak kapok dan terus beraksi.

Kronologi Pembacokan Terhadap Anggota Polisi

Sebelumnya, sebuah berita menyebutkan bahwa komplotan pencuri di Kabupaten Lumajang membacok anggota Polisi saat tepergok hendak mencuri. Akibat kejadian tersebut, Aiptu Susanto Kurniawan harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Haryoto Lumajang.

Awalnya, komplotan pencuri tersebut diduga ingin beraksi di sekitar simpang lima Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Lumajang. Gerak-gerik mereka mencurigakan sehingga dua anggota polisi melakukan pengejaran. Saat itu, kedua terduga pelaku kabur dan menabrak siswa SMK 2 Lumajang, Muhammad Fardan Nabila.

Fardan menceritakan bahwa ia tertabrak kendaraan pelaku dalam kecepatan tinggi. Setelah itu, polisi memberi tahu bahwa kedua orang yang menabraknya adalah pencuri. Saat akan ditangkap, keduanya mengeluarkan senjata tajam dan menyabetkannya ke arah petugas.

Penangkapan dan Proses Pemeriksaan

Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, menyatakan bahwa salah satu terduga pelaku atas nama M Hasan sudah diamankan di Mapolres Lumajang. Sedangkan pelaku lainnya, AS, masih dalam proses pengejaran oleh Satreskrim Polres Lumajang.

Saat ini, anggota Polsek Ranuyoso yang menjadi korban pembacokan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Pihak kepolisian memohon doa agar korban segera pulih.

Penutup

Tubuh ASF diangkut oleh petugas Polisi menggunakan mobil pribadi milik petugas. Mobil tersebut tiba di halaman RS Bhayangkara Surabaya sekitar pukul 03.00 WIB. Tubuh ASF dibawa masuk ke dalam Ruang Kompartemen Dokpol RS Bhayangkara Surabaya dalam posisi terlentang. Di tubuhnya terdapat kain sarung berwarna hijau yang membelit bagian tengah tubuhnya.


Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *