Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMM yang Terungkap
Bripka AS, seorang anggota polisi di Polsek Krucil, diduga terlibat dalam pembunuhan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Faradila Amalia Najwa (FAN). Peristiwa ini mengejutkan masyarakat karena pelaku adalah kakak ipar korban. Tidak hanya itu, Bripka AS diketahui berkomplot dengan teman masa kecilnya, Suyitno, dalam menjalankan aksi tersebut.
Motif Pembunuhan yang Diduga Karena Harta
Menurut pengakuan ayah korban, Ramlan (60), FAN memiliki peran penting sebagai bendahara keluarga. Hal ini membuat Bripka AS dan Suyitno tertarik untuk menguasai harta korban. Ramlan menyebut bahwa hubungan antara Bripka AS dan keluarganya tidak harmonis sejak lama. Bahkan, hubungan antara Bripka AS dan kakak sulung FAN juga tidak baik.
FAN adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Kakak pertamanya, Yanu (36), dan kakak kedua, Husna (34), yang merupakan istri Bripka AS. Dengan posisi sebagai bendahara, FAN menjadi incaran bagi orang-orang yang ingin memperkaya diri melalui harta keluarga.
Penemuan Jenazah dan Penangkapan Pelaku
Jasad FAN ditemukan di pinggir sungai dekat Jalan Raya Purwosari, Kauman, Wonorejo, Pasuruan, pada Selasa (16/12/2025). Kejadian ini membuat keluarga kaget dan mencari kebenaran. Setelah identifikasi dilakukan melalui sidik jari, keluarga akhirnya menerima kabar bahwa FAN meninggal dunia.
Bripka AS ditangkap beberapa jam setelah penemuan jenazah. Sedangkan Suyitno, yang awalnya kabur selama tiga hari, ditangkap pada Kamis (18/12/2025) malam. Menurut informasi dari Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, penyebab kematian FAN diduga akibat dicekik. Namun, lokasi pasti tempat pembunuhan masih dalam penyelidikan.
Keterlibatan Suyitno dalam Pembunuhan
Suyitno, warga Blok Duren, Desa Kertosuko, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, mengejutkan tetangga karena tidak pernah terlibat masalah hukum sebelumnya. Tetangganya, Muhammad Azwar, mengatakan bahwa Suyitno dikenal sebagai orang biasa dan tidak pernah neko-neko. Ia hanya bekerja serabutan, seperti bertani, menjual durian, atau menjadi hansip dan sopir.
Azwar menduga Suyitno terlibat dalam pembunuhan karena diiming-imingi oleh Bripka AS. Informasi lain menyebut bahwa Suyitno dan Bripka AS adalah teman sejak kecil. Mereka pernah bekerja sama dalam bisnis pupuk dan menjual durian.
Hubungan Komplotan Pelaku
Kabid Humas Polda Jatim mengakui bahwa Bripka AS dan Suyitno memiliki hubungan dekat sejak kecil. Meskipun belum dapat menjelaskan peran spesifik masing-masing pelaku, ia memastikan bahwa keduanya terlibat dalam tindakan membunuh FAN dan membuang jenazahnya.
Dalam pernyataannya, Jules mengatakan bahwa penyidik sedang mendalami motif pembunuhan. Namun, satu hal yang pasti adalah keduanya melakukan pembunuhan secara bersama-sama.
Kondisi Ekonomi dan Kehidupan Suyitno
Suyitno dikenal memiliki kondisi ekonomi menengah ke bawah. Ia memiliki dua anak, salah satunya masih kecil. Kehidupan Suyitno yang sederhana membuat banyak orang kaget dengan keterlibatannya dalam kasus pembunuhan ini.
Selain itu, informasi dari warga desa menyebut bahwa Suyitno akrab dengan Bripka AS karena bisnis pupuk. Hubungan ini mungkin menjadi alasan mengapa Suyitno terlibat dalam aksi pembunuhan.
Kesimpulan
Kasus pembunuhan FAN yang melibatkan Bripka AS dan Suyitno menunjukkan kompleksitas hubungan antara pelaku dan korban. Motif yang diduga kuat adalah pengambilalihan harta keluarga. Dengan penangkapan kedua pelaku, pihak berwajib akan terus menyelidiki detail kasus ini untuk memastikan keadilan.












