Kurir Sabu Tewas dalam Kecelakaan, Mobil Hancur Tabrak Truk di Banyuasin

Kecelakaan di Jalintim Banyuasin Mengungkap Penyelundupan Sabu Skala Besar

Sebuah kecelakaan maut di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Betung menjadi titik akhir dari aksi penyelundupan narkoba lintas provinsi. Dua kurir asal Aceh, Abdul Malek Kamarullah dan Usman, tidak menyangka bahwa perjalanan mereka dari Medan menuju Jakarta akan berakhir dengan tragedi.

Peristiwa tersebut terjadi di KM 12, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, pada Sabtu (27/12/2025) dini hari sekitar pukul 00.10 WIB. Mobil Toyota Rush bernopol B 1260 WIW yang dikemudikan oleh Abdul Malek menabrak truk fuso yang sedang terparkir di bahu jalan. Akibatnya, mobil mengalami kerusakan parah dan menyebabkan dua korban terluka.

Penemuan Pil Ekstasi Menjadi Awal Pengungkapan Narkoba

Awalnya, petugas Satlantas Polres Banyuasin hanya turun untuk mengevakuasi korban kecelakaan lalu lintas. Saat memeriksa dompet Abdul Malek Kamarullah, petugas menemukan tiga butir pil ekstasi. Temuan ini menjadi awal dari pengungkapan kasus besar penyelundupan narkoba.

Meski menemukan narkoba, polisi tetap mengutamakan kemanusiaan dengan membawa kedua korban ke rumah sakit. Namun, kecurigaan petugas sudah sangat tinggi. Mobil yang ringsek segera ditarik untuk digeledah secara total.

Sabu 24 Kg Tersembunyi di Balik Bodi Mobil

Hasil penggeledahan mengejutkan. Di balik bodi bagian belakang mobil, petugas menemukan 22 paket sabu yang dikemas dalam plastik biru bertuliskan ‘FRANCE 1881’. Berat total sabu mencapai 24,28 kilogram.

Nahas bagi Usman, sang penumpang, yang meninggal dunia saat menjalani perawatan medis. Sementara Abdul Malek, sang sopir, kini harus menghadapi ancaman hukuman mati setelah kondisi kesehatannya pulih dari patah bahu.

Modus Pengelabuan dan Upah Rp20 Juta

Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Andi Rian R. Djajadi, menyebut kasus ini sebagai salah satu tangkapan paling menonjol dalam rilis akhir tahun 2025. Pelaku sempat mencoba mengelabui petugas dengan mengganti pelat nomor kendaraan menjadi pelat ‘BG’ saat memasuki wilayah Sumatera Selatan.

Abdul Malek mengaku dijanjikan upah Rp20 juta untuk mengantar barang haram tersebut ke Jakarta, namun ia hanya menerima uang jalan sebesar Rp10 juta. Kini, mimpi uang mudah itu berubah menjadi ancaman hukuman mati.

“Pelaku disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup,” pungkas Kapolda.

Kejahatan Khusus dan Narkoba Meningkat

Polda Sumsel merilis capaian kinerja sepanjang tahun 2025. Dalam paparannya, Kapolda menyebut adanya fluktuasi angka kriminalitas serta menyoroti sembilan kasus paling menonjol yang menyita perhatian publik.

Sembilan kasus menonjol tersebut meliputi aksi pencurian dengan kekerasan (curas), pembunuhan, perusakan fasilitas negara, hingga penyelundupan narkotika skala besar.

Statistik Kriminalitas: Krimum Turun, Krimsus dan Narkoba Naik

Secara statistik, tindak pidana umum di Sumatera Selatan mengalami penurunan sebesar 17,36 persen. Pada 2025, tercatat 11.885 laporan masuk, lebih rendah dibandingkan 14.382 laporan pada tahun 2024. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.110 perkara berhasil diselesaikan.

Sebaliknya, bidang Tindak Pidana Kriminal Khusus mengalami kenaikan laporan yang cukup tajam, yakni sebesar 69,64 persen, dari 369 perkara pada tahun lalu menjadi 609 perkara di tahun 2025. Namun, tingkat penyelesaian perkara di bidang ini menurun 21,15 persen dengan total 205 kasus yang tuntas.

Tindak pidana narkotika juga mencatat tren kenaikan laporan sebesar 15,17 persen dengan total 1.913 perkara yang masuk, dan 1.593 di antaranya berhasil diselesaikan.


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *