Penangkapan Pelaku Pembunuhan Anak Politisi PKS
Pelaku pembunuhan MAHM (9), anak dari politikus Partai KPKS Maman Suherman, akhirnya tertangkap setelah bersembunyi selama beberapa waktu. HA (31) ditangkap di kediaman Roisyudin Sayuri, mantan anggota DPRD Kota Cilegon yang kini fokus pada bisnisnya. Penangkapan ini terjadi saat pelaku mencoba membobol rumah mewah milik Roisyudin di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus.
Drama Penangkapan yang Tidak Terduga
Detik-detik penangkapan HA dipenuhi dengan drama. Setelah sempat menghilang dan buron, pelaku akhirnya diringkus dalam sebuah situasi yang tidak terduga. Pada Jumat (2/1/2026), HA tertangkap basah saat sedang melakukan aksi pencurian di rumah Roisyudin Sayuri. Anggota DPRD Provinsi Banten, Dede Rohana, yang merupakan kerabat pemilik rumah, menjelaskan bahwa awalnya keluarga tidak menyadari identitas asli pencuri tersebut.
“Iya, ditangkap di rumah saudara. Memang saat itu saya tidak ada di lokasi,” ujarnya. “Sebelumnya tidak ngeuh, kami tidak tahu kalau itu ada kaitannya dengan peristiwa di BBS. Kami baru tahu pada malam harinya.”
Setelah menelepon polisi, ternyata dari hasil pengembangan penyelidikan, pelaku memiliki keterkaitan dengan kasus pembunuhan MAHM.
Profil Roisyudin Sayuri
Roisyudin Sayuri adalah mantan anggota DPRD Kota Cilegon. Ia pernah maju sebagai calon legislatif (caleg) DPRD Kota Cilegon pada Pileg 2024. Saat itu, ia maju sebagai kader Golkar dan berhasil meraih 4.833 suara. Berdasarkan data dari jdih.kpu.go.id, Roisyudin menjadi kader Golkar dengan jumlah suara terbanyak dibandingkan kader lainnya pada masa itu.
Menurut catatan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon, Roisyudin memiliki gelar S.H., yang berarti lulusan Sarjana Hukum. Selama menjabat sebagai anggota DPRD Kota Cilegon, Roisyudin pernah mengalami kecelakaan pada Mei 2017 ketika berkendara di Jalan Lingkar Selatan (JLS). Mobil Mitsubishi Pajero yang dikendarainya rusak parah, namun Roisyudin tidak mengalami cedera serius dan bisa pulang sendiri menggunakan ojek.
Pada akhir masa jabatannya, Roisyudin memutuskan untuk berfokus pada bisnisnya. Saat ini, ia tercatat sebagai Direktur dan CEO Multi Group Holding Company, perusahaan yang bergerak di bidang jasa outsourcing manajemen sumber daya manusia (SDM). Selain itu, namanya juga tercatat sebagai Direktur atau Penanggung Jawab PT Dekade Prioritas, menurut data di Sistem Informasi Registrasi dan Sertifikasi (Sireka) Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).
Pengakuan Awal HA
Dalam pemeriksaan awal, HA mengakui perbuatannya membunuh MAHM (9), anak dari politikus PKS Maman Suherman, yang terjadi pada Selasa (16/12/2025). Meski demikian, polisi belum mengungkap secara detail bagaimana kronologi pembunuhan tersebut.
Sebelumnya, pihak kepolisian sempat kesulitan melacak keberadaan pelaku karena kondisi CCTV di dalam rumah Maman Suherman dalam keadaan mati dan tidak ada sekuriti di lokasi kejadian. Selain itu, saat peristiwa berlangsung, hujan deras mengguyur.
“Lalu perlu diinformasikan, bahwa sebelum terjadinya kejadian itu dalam keadaan hujan,” kata Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Tama, Senin (29/12/2025). “After (setelah) kejadian pun keadaan hujan lebat, hingga jejak-jejak keluar pun sulit indentifikasi.”
Luka-luka yang Mengakibatkan Kematian
MAHM ditemukan tewas di rumahnya oleh sang ayah, Maman Suherman. Saat kejadian, MAHM disebutkan sedang berdua saja di rumah bersama adiknya, sedangkan Maman tengah bekerja. Menurut informasi dari Kasi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Darmawan, MAHM mengalami total 22 luka di tubuhnya, terdiri dari 19 luka tusukan dan tiga luka memar.
“Total ada 22 luka, terdiri dari 19 luka tusukan atau kekerasan benda tajam dan tiga luka memar dari kekerasan benda tumpul,” jelas Sigit, Kamis (18/12/2025). Akibat banyaknya luka tersebut, MAHM mengalami pendarahan hebat yang menyebabkan kematian.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."












