Penjelasan Terkait Rekaman Langkah Kaki di Smartwatch Farhan Gunawan
Misteri mengenai rekaman 13 ribu langkah kaki yang tercatat di smartwatch milik Co Pilot pesawat ATR 42-500, Farhan Gunawan, akhirnya terungkap. Sebelumnya, informasi ini memicu spekulasi luas di kalangan masyarakat dan keluarga korban. Banyak pihak menduga bahwa rekaman tersebut menunjukkan kemungkinan adanya kehidupan yang masih ada di tengah duka atas kecelakaan pesawat.
Rekaman yang sempat menghebohkan publik itu akhirnya dipastikan tidak berasal dari momen kecelakaan. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii. Menurutnya, data yang tercatat di smartwatch Farhan bukanlah data terbaru, melainkan hasil rekaman beberapa bulan sebelum kecelakaan terjadi.
Proses Investigasi yang Dilakukan
Setelah menerima informasi mengenai pergerakan pada smartwatch, Tim SAR langsung melakukan pencarian lanjutan. Fokus pencarian difokuskan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Selain itu, Tim Cyber dari Polda Sulsel juga dilibatkan untuk menelusuri data digital yang terkait.
Koordinasi lintas instansi segera dilakukan sejak kabar pertama diterima. “Pertama kali kita mendapat kabar itu, langsung kita tindak lanjuti. Yang pertama kita koordinasi dengan Polda Sulawesi Selatan. Sehingga dari tim Cyber juga membantu untuk mengungkap data yang ada,” ujar Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.
Selain itu, pihak Basarnas juga menghubungi keluarga Farhan untuk memastikan kebenaran data terkait smartwatch yang digunakan. Marsekal Syafii menyadari betul kondisi emosional keluarga korban dalam situasi tersebut.
“Setelah dikonfirmasi juga kepada keluarga, kita sangat memahami betul ini adalah kesedihan kita bersama, duka yang sangat mendalam bagi keluarga,” katanya.
Hasil Penelusuran Data Digital
Setelah melalui serangkaian pendalaman, fakta sebenarnya akhirnya terungkap. Rekaman 13 ribu langkah kaki ternyata bukan data terbaru. Hasil penelusuran Tim Cyber menunjukkan bahwa data tersebut berasal dari waktu yang jauh sebelum kecelakaan terjadi.
“Setelah dilakukan pendalaman lebih detail, ternyata rekam jejak yang terpublish itu merupakan hasil rekaman beberapa bulan lalu Farhan waktu di Jogja,” kata Mohammad Syafii.
Dengan temuan ini, Basarnas menegaskan bahwa data smartwatch tidak dapat dijadikan acuan utama pencarian. Meski demikian, operasi SAR tetap dilanjutkan sesuai prosedur.
“Kita tetap melakukan operasi pencarian. Data yang kita terima itu, sementara sudah dikonfirmasi itu tidak bisa kita jadikan acuan,” ucap Mohammad Syafii.
“Itu (13 ribu langkah kaki yang terekam smartwatch) kejadian beberapa bulan yang lalu. Jadi bukan update pada saat terjadinya kecelakaan,” tambahnya.
Informasi Awal Mengenai Pergerakan Farhan
Sebelumnya, informasi terkait rekaman langkah kaki Farhan usai menjadi korban pesawat jatuh diungkap salah seorang keluarganya. Calon kakak ipar Farhan lah yang mengungkap informasi tersebut.
Untuk diketahui, Tim SAR berhasil menemukan ponsel milik Farhan Gunawan pada Minggu (18/1/2026). Usai HP Farhan ditemukan, calon kakak ipar Farhan menyebut ada pergerakan dari smartwatch yang dipakai Farhan.
Kata kakak Dian, pacar Farhan, smartwatch yang dipakai Farhan itu terkoneksi ke HP-nya. “Pesawat jatuh tanggal 17, tanggal 18 dilakukan pencarian dan HP Farhan ada dapat, HP nya dapat di hutan, HP-nya sekarang udah dipegang adik saya. Nah HP dia itu terhubung ke smartwatch-nya,” ujar kakak Dian.
Kabarnya, smartwatch yang dipakai Farhan itu terdeteksi bergerak hingga tengah malam di hutan. Dari temuan tersebut, Dian menduga Farhan masih bergerak sejauh empat ribu langkah selama empat jam pada hari Minggu kemarin.
Ada dua bukti yang dipegang pacar Farhan soal adanya pergerakan langkah kaki sang Kopilot. Yakni bukti foto pergerakan Farhan pukul 18.00 WITA dan pukul 22.00 WITA.
“Terus dicek smartwatch-nya, ada pergerakan langkah kaki Farhan. Dari pagi jam 6, ada berapa langkah, terus ditambah lagi jam 10 sampai malam juga ada. Saya lupa jamnya berapa. Intinya ada pergerakan langkah kakinya itu makin lama makin bertambah,” ungkap kakak Dian.













