Penangkapan Tiga Terduga Pelaku Pencurian Nenek di Palembang
Beberapa hari lalu, tiga orang terduga pelaku pencurian terhadap seorang nenek bernama Christina (80) berhasil diamankan oleh pihak kepolisian. Peristiwa ini mengejutkan masyarakat karena para pelaku ternyata merupakan tetangga korban sendiri.
Korban dikenal sebagai sosok yang sangat pendiam dan tinggal di sekitar rumah keluarga korban. Saat kejadian, korban dilaporkan menghilang setelah sempat mengabari cucunya bahwa ia akan pergi berobat ke RS Bhayangkara Palembang. Namun, hingga pagi hari, korban tidak kunjung kembali ke rumah.
Keluarga mulai merasa cemas ketika pesan dari korban tidak dibalas dan mobil miliknya juga hilang. Dalam beberapa waktu, mereka mencoba mencari korban ke rumah kerabat dan teman, tetapi hasilnya nihil. Akhirnya, keluarga melaporkan kehilangan tersebut ke pihak kepolisian.
Penangkapan Pelaku Utama
Setelah melakukan penyelidikan mendalam, polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku utama atas tindakan pencurian tersebut. Pelaku utama berinisial YG (60), yang diketahui tinggal tidak jauh dari rumah korban. YG bekerja sebagai tukang bengkel mobil dan dikenal sebagai orang yang pendiam serta baik. Keluarga korban menyebut bahwa YG adalah tetangga yang cukup dekat dengan mereka.
Dari informasi yang diperoleh, YG kabur ke Jakarta setelah kejadian, namun akhirnya ditangkap di wilayah Jawa Timur. Petugas Subdit III Jatanras Polda Sumsel kini sedang dalam perjalanan menjemput YG untuk dibawa ke Palembang.
Selain YG, dua pelaku lainnya yaitu JI dan SW juga berhasil ditangkap. Mereka disebut membantu YG dalam aksinya. Menurut pengakuan JI kepada penyidik, YG datang ke rumahnya pada tanggal 14 Januari 2026, dengan membawa mobil korban. Ia kemudian memberikan handphone korban dan uang sebesar Rp 4,2 juta kepada JI.
Kronologi Penangkapan
Pengejaran terhadap YG dimulai saat personel Subdit Jatanras Polda Sumsel melakukan pelacakan keberadaannya. Awalnya, YG diketahui berada di wilayah Jakarta, dengan dukungan Resmob Bareskrim Polri. Namun, dari hasil penyelidikan lanjutan, pelaku diketahui telah berpindah lokasi ke wilayah Lampung bersama istri dan anaknya.
Petugas kemudian melakukan pengejaran, tetapi YG melarikan diri dan meninggalkan istri serta anaknya. Setelah itu, petugas kembali melakukan penyelidikan dan akhirnya mengetahui bahwa YG kabur ke wilayah hukum Polres Tulungagung.
Sementara itu, dua tersangka lainnya, JI dan SW, ditangkap di tempat berbeda di Palembang. JI ditangkap di rumahnya di Jalan Pangeran Ayin, Talang Kelapa, Banyuasin. Sedangkan SW ditangkap di tempat lain.
Pengakuan Pelaku
Menurut pengakuan pelaku, masing-masing memiliki peran berbeda dalam aksi pencurian ini. SW bertugas menjemput pelaku utama dan membantu menjual mobil korban. Sementara itu, JI menerima handphone korban yang diserahkan oleh YG.
Dari pengakuan JI, YG datang ke rumahnya pada tanggal 14 Januari 2026 sekitar pukul 11:00 WIB, dengan mengendarai mobil Mitsubishi Mirage milik korban. Selanjutnya, YG pamit dan memberikan handphone korban serta meminta JI untuk merestart ulang perangkat tersebut. YG juga memberikan uang Rp 4,2 juta kepada JI secara bertahap.
Keberadaan Korban Masih Membuat Misteri
Meskipun tiga pelaku telah ditangkap, keberadaan Christina masih menjadi misteri. Keluarga korban sangat berharap agar pihak kepolisian segera menemukan keberadaan korban dalam kondisi apa pun. Mereka juga mengucapkan terima kasih kepada petugas kepolisian atas upaya mereka dalam menangkap pelaku.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mumin Wijaya, menyatakan bahwa perkembangan kasus ini sedang didalami lebih lanjut oleh Jatanras Polda Sumsel. “Masih nunggu info lanjut,” ujar Nandang saat dikonfirmasi.
Kronologi Korban Hilang
Christina dilaporkan hilang setelah mengabari cucunya bahwa ia akan pergi berobat ke RS Bhayangkara Palembang pada Rabu (14/1/2026) dini hari. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa korban terakhir kali berkomunikasi dengan keluarga pada Rabu pagi sekitar pukul 04.47 WIB. Saat itu, ia menginformasikan bahwa ia telah mengambil nomor antrean untuk berobat dan berniat pulang terlebih dahulu.
Namun, hingga pagi hari, Christina tidak kunjung kembali ke rumah. Sekitar pukul 07.00 WIB, cucu ponakannya baru sempat membalas pesan tersebut. Pada pukul 09.53 WIB, kembali muncul pesan yang menyebutkan bahwa di rumah akan ada yang mengantar nasi kuning. Namun, ketika nasi kuning diantar, tidak ada orang di rumah korban. Mobil milik korban juga tidak ada.
Keluarga kemudian mencari ke rumah teman dan kerabat, tetapi hasilnya nihil. Akhirnya, mereka melaporkan kehilangan tersebut ke pihak kepolisian. Pihak kepolisian sempat melakukan pelacakan sinyal ponsel, dan titik terakhir keberadaan korban terdeteksi berada di sekitar Talang Buluh, Kenten Laut. Namun, ketika mereka mendatangi lokasi tersebut, korban masih belum ditemukan.












