Pemakaman Kopilot Farhan Gunawan di Gowa
Kopilot Farhan Gunawan, korban jatuhnya pesawat ATR 42-500, akhirnya dimakamkan hari ini, Minggu (25/1/2026), di Pemakaman Darussalam Valley, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Proses pemakamannya dihadiri oleh keluarga dan kerabat yang terus berduka atas kehilangan mendiang.
Tangis keluarga pecah saat proses persemayaman dilakukan. Suasana di rumah duka diunggah oleh sejumlah kerabat melalui media sosial. Seorang kerabat bernama Zulkarnain mengunggah video ketika peti mati berisi jenazah Farhan tiba di rumah duka. Terlihat peti berwarna biru tempat jenazah Farhan diletakkan digotong oleh warga. Di dalam rumah, peti itu diletakkan di ruang tamu, foto mendiang diletakkan di depannya. Sejumlah wanita tampak duduk di sekitarnya.
Banyak di antara mereka terekam menangis pilu tak kuasa menahan duka. Seorang kerabat lain bernama Rachmatyah Nur Imran melalui Facebook mengumumkan jadwal prosesi pemakaman Farhan. Ia menulis:
“Ajal itu pasti.. bagaimana caranya menjemput kita semua adalah rahasia sang pencipta..
Farhan, tenang mi ko di sana ya.. insyaa Allah syurga tempatmu.. aamiin
Bagi teman2 yg ingin mendatangi rumah duka dan mendoakan Farhan, alamatnya
Jl. Urip Sumoharjo lrg 2 Graha Kencana B5
Insyaa Allah jam 8 nnt ada upacara pelepasan.
Rahimahullah akan di makamkan di pekuburan Darussalam Valley, Pakatto, insyaa Allah sekitar jam 10.00 pagi ini..
Mohon doanya agar semuanya berjalan lancar,” tulisnya di unggahan itu.
Langkah Kaki Terekam Smartwatch
Sebelumnya, kerabat Farhan sempat mengungkap temuan keluarganya soal catatan langkah kaki yang terekam di jam pintar. Pitri Keandedes Hasibuan, kakak dari pacar Farhan yang bernama Dian Mulyana Hasibuan, mengungkap bahwa ponsel milik Farhan sudah ditemukan dan diserahkan ke keluarga pada Minggu (18/1/2026). Dari sanalah diketahui jika data di smartwatch menunjukkan adanya pergerakan langkah kaki setelah pesawat jatuh.
“Pesawat jatuh tanggal 17, terus tanggal 18 dilakukan pencarian. Dan hp Farhan ada di hutan, terus hpnya udah dipegang sama adik saya. Nah hpnya itu kehubung sama smartwatch-nya, terus dicek smartwatch-nya itu ternyata ada pergerakan langkah kaki Farhan. Dari pagi jam 6 ada berapa langkah, terus jam 10 ada lagi, sampai malam juga ada, saya lupa jamnya berapa aja. Intinya pergerakan kakinya itu makin lama makin bertambah,” ungkap Pitri sambil menangis.

Data langkah kaki yang terekam di smartwatch milik Farhan menunjukkan adanya pergerakan 9 ribu langkah kaki pada Minggu (18/1/2026) pukul 6 sore. Langkah kaki kemudian bertambah menjadi 13.647 langkah pada pukul 10 di hari yang sama. Bagi keluarga, hal ini adalah tanda-tanda yang dikirimkan Farhan bahwa ia masih hidup. Namun setelah diperiksa, temuan Basarnas memupuskan harapan keluarga.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafii mengungkap hasil investigasi soal langkah kaki tersebut. Dibantu oleh Polda Sulawesi Selatan, pihak berwenang menyimpulkan bahwa langkah kaki yang terekam adalah data lama. “Setelah dibuka, bahwa ternyata rekaman itu di beberapa bulan yang lalu waktu korban masih di Jogja. Dan itu sudah diklirkan tadi pagi,” sambung dia.
Penemuan Barang-Barang Milik Farhan
Tim SAR justru menemukan barang-barang lain milik Farhan yang tercecer di hutan. Barang tersebut berupa tas berisi dompet dan kartu identitas milik Farhan. Tas ini ditemukan tim SAR pada Senin (19/1/2026) malam. Tas kemudian diserahkan ke posko SAR AJU Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci pukul 19.20 Wita.
Selain KTP milik Farhan, tim SAR juga menemukan KTP atas nama Dwi Murdiono, beralamat di Bogor, Jawa Barat. Selain KTP Dwi Murdiono, ada juga dua kartu ID Card Airfast Indonesia dan Indonesia Air bernama Dwi Murdiono. Dwi Murdiono diketahui bagian dari awak pesawat. Ada juga beberapa kartu debit ATM dan beberapa lembar uang rupiah. Selain itu, juga ditemukan dalam tas yang sama pistol flare gun berwarna orange hitam. Senjata itu dikabarkan kerap digunakan dalam kondisi darurat untuk memberi tanda butuh bantuan atau pertolongan.

Belum ada keterangan resmi dari Kasi Ops Basarnas Makassar Andi Sultan ihwal temuan benda dan kartu identitas itu.












