Ramadhan 2026 Sudah Dekat, Ini Panduan Lengkap Puasa Qadha
Hari ini, Sabtu (31/1/2026) adalah hari terakhir bulan Januari 2026. Besok, Minggu (1/2/2026), akan menjadi awal bulan Februari 2026, yang artinya waktu untuk menyambut Ramadhan 1447 H semakin dekat. Tahun ini, Ramadhan 2026 akan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 sesuai dengan keputusan PP Muhammadiyah. Namun, pihak Kementerian Agama (Kemenag) masih akan menggelar sidang isbat penetapan awal Ramadhan 1447 H yang akan dilaksanakan pada Selasa, 17 Februari 2026.
Bagi umat Muslim yang masih memiliki utang puasa Ramadhan, sebaiknya segera membayar utang tersebut dengan melakukan puasa qadha. Waktu yang tersisa sangat terbatas, dan tidak boleh disia-siakan.
Ketentuan Puasa Qadha
Puasa Ramadhan merupakan ibadah wajib bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat seperti baligh, berakal, dan tidak sedang dalam keadaan uzur. Dalam kondisi tertentu, seseorang boleh tidak berpuasa, antara lain karena sakit, bepergian jauh (musafir), haid, nifas, atau alasan syar’i lainnya. Namun, bagi mereka yang tidak menjalankan puasa Ramadhan karena uzur, diwajibkan untuk menggantinya (qadha) di hari lain.
Dalil Puasa Qadha dari Al-Qur’an dan Hadis
Kewajiban mengganti puasa Ramadhan ditegaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 184:
“Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari-hari yang lain.”
Selain itu, terdapat riwayat dari Aisyah RA yang menyebutkan: “Aku pernah memiliki hutang puasa Ramadhan, maka aku tidak mengqadhanya kecuali pada bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ayat dan hadis tersebut menunjukkan bahwa orang yang berhalangan tetap memiliki kewajiban untuk mengganti puasa yang ditinggalkan.
Bacaan Niat Puasa Qadha
Niat merupakan syarat sah dalam menjalankan ibadah puasa, termasuk puasa qadha. Niat dapat dilafalkan atau dibaca dalam hati.
Niat Puasa Qadha Ramadhan:
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”
Waktu Niat Puasa Qadha
Menurut mazhab Syafi’i, niat puasa qadha harus dilakukan di malam hari sebelum terbit fajar (waktu Subuh). Hal ini didasarkan pada hadis: “Barang siapa tidak berniat puasa pada malam hari, maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasai).
Karena puasa qadha termasuk ibadah wajib, maka niat tidak sah jika dilakukan setelah Subuh, berbeda dengan puasa sunnah.
Tata Cara Mengqadha Puasa Ramadhan
Berikut langkah-langkah mengganti puasa Ramadhan dengan benar:
- Menentukan Hari: Pilih hari yang diperbolehkan untuk berpuasa. Hindari hari-hari yang diharamkan puasa seperti Idul Fitri dan Idul Adha.
- Niat Sebelum Subuh: Pastikan untuk berniat qadha puasa sebelum masuk waktu fajar.
- Sahur (Disunnahkan): Makan sahur sangat dianjurkan sebagai bentuk mengikuti sunnah dan untuk memperkuat tubuh saat berpuasa.
- Menjaga dari Pembatal Puasa: Qadha Ramadhan harus dihindari dari makan, minum, berhubungan suami istri, serta hal lain yang membatalkan puasa.
- Perbanyak Ibadah dan Amal: Tingkatkan kualitas puasa dengan memperbanyak zikir, doa, membaca Al-Qur’an, dan sedekah.
- Berbuka dengan Doa: Bacalah doa berbuka puasa, misalnya:
Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu.
Artinya: “Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki dari-Mu aku berbuka.”
Atau doa lainnya:
Dzahaba-dz dzama’u wabtallatil-‘uruqu wa tsabatal-ajru insyaAllah.
Artinya: “Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insyaAllah.”
Batas Waktu Mengganti Puasa Ramadhan
Mengqadha puasa sebaiknya diselesaikan sebelum Ramadhan berikutnya tiba. Jika seseorang menunda qadha tanpa uzur syar’i hingga datang bulan Ramadhan berikutnya, maka ia tetap wajib mengqadha puasa yang ditinggalkan. Menurut mayoritas ulama, ia juga wajib membayar fidyah (memberi makan fakir miskin) sebagai bentuk tebusan atas kelalaian tersebut.
Hikmah Menyegerakan Qadha Puasa
- Menunaikan tanggungan ibadah dengan segera.
- Menunjukkan kesungguhan dalam ketaatan kepada Allah.
- Menghindari dosa akibat penundaan yang tidak dibenarkan.
- Melatih kedisiplinan dalam ibadah.
Dengan memahami bacaan niat puasa qadha, waktu niat yang tepat, serta batas waktu pelaksanaannya, umat Islam dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih tertib dan sesuai tuntunan syariat.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."












