Kronologi dan Identitas Korban Kecelakaan Maut di Bitung Sulut, Karyawan Talaud Tewas

Kecelakaan Maut di Matuari, Bitung, Sulut pada Jumat 30 Januari 2026

Pada Jumat, 30 Januari 2026, seorang karyawan swasta meninggal dunia akibat kecelakaan maut yang terjadi di wilayah Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut). Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 WITA di Jembatan Lingkungan IV, belokan menuju Taman Lansia, Kelurahan Tendeki, Kecamatan Matuari, Bitung, Sulut.

Korban tewas adalah seorang pengemudi truk yang mengalami kecelakaan tunggal. Sementara itu, satu penumpang lainnya mengalami luka serius. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bitung langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah kejadian.

Korban meninggal dikenal dengan nama Lukman (29), seorang karyawan swasta asal Kabupaten Kepulauan Talaud. Sementara korban luka-luka adalah Ferdy Mohamad (21), warga Kota Bitung. Ferdy dilaporkan mengalami patah tulang pada kaki kiri serta luka-luka di sekujur tubuh. Ia kini telah dievakuasi ke RSUD Manembo-nembo untuk perawatan medis.

Kronologi Kecelakaan

Menurut Kasat Lantas Polres Bitung, AKP Dwi Dea Anggraini, S.Tr.K., SIK., MH, dugaan sementara kecelakaan dipicu oleh kegagalan sistem pengereman pada kendaraan truk tersebut. Dari keterangan korban selamat dan hasil pemeriksaan awal di lokasi, truk bermuatan pasir diduga mengalami rem blong saat melintas di turunan dan tikungan tajam.

“Sehingga tidak dapat dikendalikan dan terjun ke jurang,” ujar AKP Dwi Dea Anggraini dalam keterangan tertulis yang diterima.

Sesaat setelah kejadian, warga sekitar berusaha memberikan pertolongan pertama kepada para korban. Andi Abubakar (60) dan Diana Lamaani (33) bersama masyarakat sekitar berupaya mengevakuasi korban yang masih hidup dengan peralatan seadanya, sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit.

Sekitar pukul 12.00 WITA, personel SPKT dan Intel Polsek Matuari tiba di lokasi untuk mengamankan TKP, melakukan pengumpulan bahan keterangan awal, serta membantu proses evakuasi korban. “Selanjutnya, Unit Laka Sat Lantas Polres Bitung melanjutkan olah TKP guna memastikan penyebab pasti kecelakaan,” ungkapnya.

AKP Dwi menambahkan bahwa lokasi tersebut memang tergolong titik rawan kecelakaan (blackspot). Mengingat kontur jalan yang menurun tajam, menikung, serta minimnya rambu peringatan untuk kendaraan berat. Ia pun mengimbau masyarakat untuk selalu mengecek kelaikan kendaraan sebelum bepergian.

“Kami turut berduka cita atas meninggalnya korban.” “Kehadiran personel Polres Bitung di lokasi merupakan bentuk respon cepat Polri dalam penanganan kecelakaan lalu lintas, serta memastikan proses evakuasi dan olah TKP berjalan aman dan tertib,” tutupnya.

Viral di Media Sosial

Kecelakaan maut tersebut viral di media sosial (sosmed), khususnya mengenai mobil truk roda enam DB 8175 BY warna hijau dan putih yang terlibat kecelakaan. Truk tersebut diketahui tidak ada muatan, masuk ke jurang di tepi jalan yang menghubungkan Kelurahan Tendeki Kecamatan Matuari dan Kelurahan Kumersot Kecamatan Ranowulu.

Akibat kecelakaan itu satu orang meninggal dunia dan satunya lagi luka-luka. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (30/1/2026) sekitar pukul 11.30 WITA, dengan kondisi terakhir posisi mobil roda menghadap ke atas.

“Informasi itu mobil truk ekspedisi, saat melintas di belokan dari arah Kumersot ke Tendeki. Mobil truk masuk ke jurang di tepi jalan,” kata seorang warga sekitar, saat diwawancara Reporter Tribun Manado Christian Wayongkere melalui sambungan WA, Jumat (30/1/2026).

Menurut warga yang enggan identitasnya disebut, mobil sempat terguling sembari masuk ke jurang yang kedalamannya sekitar 3 meter. Posisi mobil sebelum kecelakaan tunggal itu, melewati belokan menurun dari arah Kelurahan Kumersot Kecamatan Ranowulu ke arah Kelurahan Tendeki Kecamatan Matuari. Pihaknya menduga, sopir tidak sempat rem saat menuruni jalan. Apalagi langsung ada belokan ke kanan. Posisi jurang tempat mobil truk alami kecelakaan disebelah kiri jalan.

10 Cara Menghindari Kecelakaan Saat Berkendara

Setidaknya, ada 10 cara untuk antisipasi dan mengendalikan risiko kecelakaan di jalan raya:

  • Bila memungkinan, saat berkegiatan sebaiknya ganti moda transportasi dengan transportasi umum. Hal ini lebih aman ketimbang membawa kendaraan sendiri.
  • Kurangi potensi distraksi saat berkendara.
  • Melihat jauh ke depan, melihat potensi bahaya apa yang bisa timbul di jalan raya.
  • Biasakan berada di satu lajur. Jangan bergerak berpindah-pindah jalur.
  • Antisipasi pengemudi yang memiliki sikap suka berpindah lajur. Segera jauhi kendaraan dari pengemudi semacam ini.
  • Antisipasi blindspot pada kendaraan.
  • Teliti setiap persimpangan, gang, lorong. Pelankan kendaraan untuk memantau dan menilai situasi aman untuk lewat atau tidak.
  • Jika ingin pindah jalur, ikuti prosedur yang aman untuk berpindah.
  • Jangan lawan arus.
  • Mengemudilah sesuai kondisi jalan raya dan kesehatan diri sendiri.


Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *