Petasan Meledak Saat Dirakit, Suara Mirip Bom Menggelegar

Insiden Ledakan Petasan di Wonosobo Mengakibatkan Luka Bakar Serius

Pada malam hari tanggal 19 Februari, sebuah insiden ledakan petasan terjadi di wilayah Pandansari, Kelurahan Kertek, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo. Peristiwa tersebut menimpa seorang remaja berinisial FR (13 tahun) yang mengalami luka bakar serius dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Kondisi Tempat Kejadian Perkara

Menurut pantauan pada Jumat (20/2), kondisi di tempat kejadian perkara (TKP) sudah dalam keadaan bersih. Namun, masih terlihat sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan akibat ledakan. Tampak jendela yang kacanya sudah pecah hingga menyisakan rangka, serta bagian atap yang tampak rusak. Di area sekitar TKP juga telah terpasang garis polisi sebagai tanda proses penanganan oleh petugas masih berlangsung.

Pengakuan Pemilik Warung

Imron, pemilik warung mie ayam yang menjadi lokasi kejadian, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika korban datang sekitar pukul 21.00. Saat itu, warung sudah dalam kondisi tutup, tetapi korban masih berada di lokasi dengan tujuan untuk menginap karena berencana membantu membangunkan sahur warga sekitar.

“Saya kenal anaknya. Dia sengaja ke sini mau menginap untuk nggugah (membangunkan) sahur,” kata Imron saat ditemui di lokasi.

Suara Ledakan yang Mengejutkan

Sekitar pukul 23.30, Imron sedang berada di dapur warung untuk menyiapkan dagangan mie ayam kemasannya. Saat itu, tiba-tiba terdengar suara ledakan keras yang mengejutkan. Ia menggambarkan suara ledakan itu mirip seperti bom yang meledak.

“Suaranya seperti bom atau motor blong. Kencang,” ujarnya.

Karena terkejut, Imron segera membuka pintu untuk mencari sumber suara. Saat pintu dibuka, ia melihat korban sudah dalam kondisi terluka dengan asap tebal memenuhi area sekitar lokasi ledakan.

“Terus saya buka pintu, anak itu berdiri sudah luka, terus ini (ruangan warung-Red) penuh dengan asap yang begitu tebal,” tuturnya.

Luka yang Dialami Korban

Akibat ledakan tersebut, korban mengalami luka di sejumlah bagian tubuh, mulai dari wajah, tangan, dada, kaki hingga paha. Bajunya juga robek-robek, rambut juga kebakar. Meski terluka, korban masih mampu berjalan keluar lokasi untuk meminta bantuan.

“Yang dilakukan anak itu minta tolong langsung. Dia berjalan keluar minta tolong,” ucapnya.

Tidak lama setelah korban meminta pertolongan, sejumlah pemuda setempat datang membantu. Korban kemudian langsung dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Wonosobo untuk mendapatkan penanganan medis.

Kerusakan Bangunan dan Penjelasan Polisi

Selain korban utama, terdapat satu orang lain yang berada di lokasi saat kejadian. Namun kondisinya hanya mengalami luka ringan. Ledakan petasan tersebut tidak hanya melukai korban, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada bangunan warung mie ayam milik Imron. Beberapa bagian yang terdampak antara lain seng atap dan kaca jendela akibat tekanan ledakan yang cukup kuat.

Kapolsek Kertek, AKP Sutono menjelaskan bahwa insiden petasan meledak terjadi sekitar pukul 23.30. Saat itu, korban bersama satu temannya sedang membuat petasan menggunakan peralatan mesin gerinda pemotong besi. Percikan api dari mesin gerinda diduga memicu bahan peledak hingga terjadi ledakan. Akibatnya, korban mengalami luka bakar pada bagian tangan, dagu, dan paha.

Bahan baku petasan tidak dibeli dalam bentuk jadi. Bahan baku petasan diracik sendiri oleh korban setelah membeli bubuk mercon dari wilayah Dusun Siono, Desa Bojasari, Kecamatan Kertek. Petasan yang dibuat itu tidak untuk diperjualbelikan, melainkan hanya akan digunakan sendiri oleh korban.

Ledakan juga menyebabkan kerusakan ringan di lokasi kejadian, terutama pada bagian jendela warung yang pecah. Barang bukti berkaitan dengan peristiwa itu telah diamankan di Polres Wonosobo untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Imbauan dari Kapolsek

Sutono mengingatkan masyarakat, khususnya orangtua dan remaja, agar tidak membeli maupun menyalakan petasan, karena berisiko membahayakan keselamatan. Ia menegaskan, penggunaan petasan, baik siang maupun malam hari, berpotensi menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan, terutama jika dirakit secara mandiri tanpa pengetahuan yang memadai.


Almahdi Sharique

Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *