Penemuan Potongan Tubuh Manusia di Pantai Ketewel
Pada hari Kamis (26/2), sejumlah potongan tubuh manusia ditemukan di Pantai Ketewel, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Lokasi penemuan berada di Muara Sungai Wos Teben, wilayah Banjar Keden. Saat itu, pukul 17.45 Wita, lokasi sudah sepi setelah dilakukan penyelidikan dan evakuasi oleh pihak kepolisian.
Bau amis tercium di lokasi atau tempat kejadian perkara (TKP) penemuan potongan tubuh manusia tersebut. Diduga temuan ini merupakan korban mutilasi. Tampak lima orang yang datang untuk melihat TKP lebih dekat. Sementara di sekitar lokasi juga terlihat sejumlah pekerja proyek sedang bekerja.
“Baunya amis,” ujar seorang warga sembari menutup mulutnya dengan kerah baju kaosnya berwarna hitam. Warga yang tinggal di Banjar Keden ini tampak penasaran dengan TKP penemuan tubuh tersebut. Ia mendatangi lokasi bersama dua rekannya. Sebelumnya, saat dilakukan penyelidikan dan evakuasi korban oleh petugas, warga tidak diizinkan mendekati TKP. “Hanya bisa melihat dari jauh,” tutur warga tersebut yang enggan disebutkan namanya.
Lokasi penemuan tubuh manusia ini merupakan pertemuan muara Sungai Wos Teben, dengan pesisir pantai. Lokasi ini juga menjadi ujung dari jogging track yang berbahan paving blok. Di bawahnya bebatuan penahan abrasi pantai. Di lokasi tampak jejak-jejak petugas saat melakukan evakuasi potongan tubuh korban. Terlihat seekor anjing hitam yang baru datang di lokasi langsung mengendus-endus bau amis. Anjing tersebut kemudian menemukan sumber bau amis dari plastik bening warna putih dan menjilatinya. Beberapa menit sebelumnya, polisi baru selesai melakukan olah TKP. Polisi meninggalkan lokasi sekitar pukul 16.00 Wita.
Kasi Humas Polres Gianyar, Ipda I Gusti Ngurah Suardita saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Seizin Kapolres Gianyar AKBP Chandra C. Kesuma, ia menjelaskan potongan kepala tersebut ditemukan Kamis (26/2) sekitar pukul 10.00 Wita. “Pagi itu ada warga yang tengah beraktivitas di jogging track areal Pantai Ketewel dan menemukan potongan kepala manusia, dengan adanya temuan tersebut warga pantas melaporkan ke Polsek Sukawati,” ujar Ipda Suardita.
Atas laporan tersebut, Tim Piket Fungsi langsung berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Gianyar dan Polda Bali untuk mendatangi TKP. Setelah itu melakukan olah TKP dan penyisiran di sekitar pantai. “Dari penyisiran oleh tim gabungan, ditemukan beberapa potongan tubuh di sekitar TKP. Saat ini potongan tubuh dibawa ke RSUP Prof Ngoerah. Untuk identitas masih dalam penyelidikan, dan saat ini tim Polda Bali dan Polres Gianyar masih dalam proses penyelidikan,” tegasnya.
Penyelidikan besar-besaran dilakukan jajaran Polda Bali dan Polres Gianyar setelah mendapat laporan penemuan potongan tubuh manusia ini. Peristiwa ini pertama kali terungkap sekitar pukul 10.00 WITA. Saat itu Perbekel Ketewel, Putu Gede Kusuma Negara bersama Kepala Dusun Pabean, Made Pranca, melakukan pengecekan rutin kondisi jogging track dan area pantai di sepanjang Pura Dalem Ketewel.
Namun, langkah mereka terhenti saat melihat benda mencurigakan mengambang dan akhirnya terdampar di bibir muara sungai. Setelah didekati, betapa terkejutnya mereka bahwa benda tersebut adalah potongan kepala manusia yang sudah terpisah dari tubuhnya. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke polisi. Pihak kepolisian langsung bergerak menuju TKP. Penemuan awal berupa potongan kepala yang terdampar di pinggir pantai. Selanjutnya dilakukan penyisiran oleh tim gabungan. Satu jam setelah penemuan kepala, tepatnya pukul 11.00 WITA, petugas kembali menemukan potongan telapak kaki kanan yang terbawa arus laut di lokasi yang sama.
Pencarian yang dilakukan secara intensif juga membuahkan temuan bagian tubuh lainnya, termasuk potongan paha yang mengapung serta organ dalam yang terdiri dari tulang rusuk, usus, dan hati yang terserak di pinggir pantai.

Penyisiran yang dipimpin langsung Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Bali, Kombes Pol I Gede Adhi Mulyawarman didampingi Kapolres Gianyar AKBP Chandra C. Kesuma dan tim Inafis ini kemudian membuahkan hasil yang lebih spesifik mengenai ciri-ciri fisik korban. Petugas menemukan bagian dada, bahu kanan, serta bahu kiri bagian depan hingga lengan. Ceceran potongan tubuh manusia yang diduga merupakan korban mutilasi. Identitas korban dugaan mutilasi masih didalami oleh Polda Bali. Namun berdasarkan informasi yang beredar, di bagian kulit yang masih tersisa, polisi menemukan petunjuk untuk mengidentifikasi identitas korban, yakni dua tato.
Pada bagian tubuh yang ditemukan tercecer tersebut terdapat tato bergambar Bunda Maria dan tato lingkaran menyerupai jam dengan angka Romawi pada salah satu lengan. Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy kepada Tribun Bali mengungkapkan, secara detail bahwa terdapat gambar religius dan simbol waktu pada potongan lengan dan bahu tersebut. “Dari penyisiran di TKP, ditemukan potongan dada, bahu kanan, dan kiri bagian depan sampai lengan. adanya tato dengan gambar Bunda Maria, serta tato bergambar lingkaran yang menyerupai jam dengan angka Romawi pada salah satu bagian lengan korban,” jelas Kombes Pol Sandy.
Tim Inafis gabungan dari Polda Bali dan Polres Gianyar turut dilibatkan untuk melakukan identifikasi dan pengumpulan barang bukti. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban serta penyebab kejadian tersebut. Sementara itu, seluruh potongan tubuh yang ditemukan telah dievakuasi ke RSUP Prof Ngoerah untuk keperluan identifikasi lebih lanjut.

Penemuan Mayat di Jurang Shortcut
Sementara itu, masyarakat di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng geger dengan penemuan sesosok mayat laki-laki di dasar jurang, Kamis (26/2). Mayat itu pertama kali ditemukan warga sekitar bernama Wayan Somarata, hingga akhirnya dilaporkan ke aparat kepolisian.
Informasi yang dihimpun Tribun Bali, peristiwa bermula saat Somarata menuju kebun sekitar pukul 09.00 WITA. Ia sempat mendapati sepeda motor Honda Sonic warna hitam dengan nomor polisi DK 2069 UBQ, terparkir di pinggir Jembatan Shortcut 7. Kala itu, Somarata menganggap pemiliknya sedang berfoto di sekitar jembatan. Mengingat lokasi ini memang sering digunakan untuk foto. Sekitar pukul 12.15 WITA, Somarata yang kembali dari kebun melihat sepeda motor tersebut masih berada di lokasi yang sama.
Rasa curiga pun muncul. Pria 54 tahun itu kemudian melakukan pengecekan di sekitar jembatan, namun tidak menemukan siapa pun. Somarata menghubungi kepala dusun, sampai akhirnya diputuskan melakukan pencarian ke bawah jembatan bersama warga setempat. Hasilnya, warga menemukan mayat tergeletak di dasar jembatan dengan mengenakan jaket hitam dan celana panjang hitam. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Sukasada.
Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz membenarkan, ihwal laporan temuan mayat tersebut. Dikatakan, setelah mendapat laporan, aparat gabungan dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Polsek Sukasada segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi jenazah. “Mengingat kondisi medan yang curam, evakuasi dilakukan secara manual dengan membuat tenda darurat menggunakan bambu dan karung,” ujarnya.
Berdasarkan hasil identifikasi, diketahui jenazah tersebut bernama I Putu Gde Pradnya Nolan Toli (22), warga Perumahan Wira Bakti, Desa Baktiseraga, Kecamatan/Kabupaten Buleleng. “Sedangkan hasil pemeriksaan medis oleh dokter Puskesmas Sukasada II, korban mengalami patah tulang pada kaki, luka di kepala, serta pendarahan dari mulut,” sebutnya.
Kasi Humas menambahkan, Jasad Nolan selanjutnya dibawa ke RSUD Buleleng untuk menjalani proses autopsi. Upaya ini dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian Nolan. “Jenazah dibawa ke RSUD Buleleng menggunakan ambulans pukul 15.00 WITA,” tandasnya.












