Operasi Tangkap Tangan KPK Terhadap Bupati Pekalongan
Pada hari Selasa (3/3/2026), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. Penangkapan ini menambah daftar kepala daerah yang tersandung dugaan kasus korupsi. Saat ini, Fadia sedang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
KPK mengonfirmasi bahwa Fadia telah diamankan dalam kegiatan tangkap tangan. Peristiwa ini memicu perhatian publik terhadap kinerja dan integritas para pejabat daerah. Dengan penangkapan ini, semakin banyak isu tentang korupsi yang muncul dari berbagai wilayah Indonesia.
Sebelum OTT, Fadia Viral karena Respons Kasar ke Warganet
Sebelumnya, sosok Fadia Arafiq sempat menjadi sorotan publik pada tahun 2025. Ia viral setelah akun Instagram resminya, @fadiaarafiq.official, memberikan respons yang bernada kasar kepada seorang warganet.
Peristiwa itu bermula ketika pengguna Instagram bernama Raya mempertanyakan transparansi anggaran dan waktu peresmian RS Ki Ageng Sedayu melalui kolom komentar. Ia juga menyampaikan pertanyaan terkait acara yang dihadiri oleh Bupati Pekalongan. Namun, balasan dari akun Fadia justru menunjukkan nada mengancam dan tidak sopan.
“Mulutmu kalau ngomong ojo kurang ajar, diperiksa penegak hukum, mampus koe mengko! Urusan anggaran rak keluar, anggaran opo??? Jgn sampe dicari koe, rak iso kasih pertanggung jawabkan omonganmu! #admin,” tulis akun tersebut.
Kegaduhan pun tak terhindarkan. Fadia kemudian memberikan klarifikasi bahwa akun tersebut dikelola oleh admin, dan sang admin disebut terpancing emosi setelah menerima pesan Direct Message (DM) yang dinilai tidak sopan.
Dari Panggung Dangdut ke Kursi Bupati
Fadia Arafiq lahir di Jakarta pada 23 Mei 1978 dengan nama asli Laila Fathiah. Ia merupakan putri dari pedangdut legendaris Indonesia, A. Rafiq. Sebelum terjun ke dunia politik, Fadia sempat mengikuti jejak ayahnya di industri musik dangdut. Nama Fadia dikenal luas lewat single “Cik Cik Bum Bum” yang dirilis pada tahun 2000.
Perjalanan politiknya dimulai saat ia menjabat sebagai Wakil Bupati Pekalongan periode 2011–2016 mendampingi Amat Antono. Setelah itu, ia dipercaya memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan periode 2016–2021 serta menjabat sebagai Ketua KNPI Jawa Tengah.
Langkahnya semakin mantap ketika memenangkan Pilkada dan menjabat sebagai Bupati Pekalongan periode 2021–2024 bersama H. Riswadi. Ia kembali terpilih untuk periode 2025–2030, sebelum akhirnya tersandung OTT KPK pada hari ini.
Latar Pendidikan dan Kehidupan Pribadi
Dalam riwayat pendidikannya, Fadia menempuh studi di sejumlah perguruan tinggi di Semarang, yakni:
- S1 Manajemen: Universitas AKI Semarang
- S2 Manajemen: Universitas Stikubank Semarang
- S3 (Doktor): UNTAG Semarang
Istri dari Ashraff Abu ini diketahui memiliki enam orang anak. Ia juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan dan partai politik di Jawa Tengah.
Menanti Penjelasan Resmi KPK
Publik kini menanti keterangan lebih lanjut dari KPK terkait detail perkara yang menjerat Bupati Pekalongan tersebut. Lembaga antirasuah dijadwalkan akan menyampaikan penjelasan resmi mengenai konstruksi kasus dan status hukum para pihak yang diamankan dalam waktu 1×24 jam.
Perkembangan ini sekali lagi menjadi pengingat bahwa jerat hukum dapat menimpa siapa pun, termasuk mereka yang berada di puncak kekuasaan daerah.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”












