Korban Ledakan Petasan di Ponorogo Berbagi Pengalaman Mengerikan

Ledakan Petasan di Ponorogo Menewaskan Seorang Pelajar SMP

Pada hari Minggu, 1 Maret 2026, sebuah ledakan petasan terjadi di rumah Minten, Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Kejadian tersebut menewaskan seorang pelajar SMP dan melukai dua orang lainnya. Salah satu korban luka, Hindar Agusta, menceritakan pengalamannya saat kejadian.

Pengalaman Korban Luka

Hindar Agusta, yang kini sedang menjalani perawatan di ruang rawat inap Flamboyan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Harjono, mengungkapkan bagaimana ia terlempar saat ledakan terjadi. Ia menyebutkan bahwa saat itu, ia baru saja datang ke lokasi untuk mengembalikan kunci motor. Saat meletakkan kunci tersebut, ledakan langsung terjadi.

“Terus adiknya itu kan masih ngerakit, lagi kuncinya saya taruh langsung meledak,” ujar Hindar dengan suara pelan. Ia tidak tahu pasti penyebab ledakan tersebut, apakah disebabkan oleh rokok atau faktor lainnya. Namun, ia merasakan sensasi panas yang luar biasa di bagian leher hingga tangan.

Menurutnya, dirinya terlempar namun posisinya tidak terlalu jauh. Sementara itu, korban Rifai Kurnia Putra meninggal di lokasi kejadian, dan Ahmad Fatoani terlempar dalam jarak yang cukup jauh.

Rincian Korban

Berikut adalah rincian korban dalam insiden ledakan petasan di Ponorogo:

  • Rifai Kurnia Putra: Pelajar SMP, meninggal dunia di lokasi kejadian.
  • Ahmad Fatoani (A): Warga Desa Morosari, Kecamatan Sukorejo, luka bakar 36 persen, dirawat di ICU.
  • Hindar Agusta (H): Warga Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, luka bakar 16 persen, kondisi stabil.

Kondisi Medis di RSUD dr Harjono

Ahmad Fatoani, salah satu korban luka berat, masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD dr Harjono. Ia telah menjalani operasi pada Minggu, 1 Maret 2026, sekitar pukul 21.00 WIB. Secara medis, Ahmad mengalami luka bakar hingga 36 persen yang tersebar di area wajah, leher, tangan, dan kaki.

Sementara itu, kondisi Hindar Agusta dilaporkan lebih stabil. Berdasarkan keterangan Humas RSUD dr Harjono Ponorogo, Sugiyanto, Hindar dalam kondisi sadar dan dapat menjalankan aktivitas dengan baik. Secara motorik, kondisi Hindar dinilai bagus dan proses perawatannya berjalan lancar hingga hari ini.

Pengetahuan tentang Aktivitas Merakit Petasan

Hindar mengaku baru mengetahui bahwa rumah Minten digunakan sebagai tempat merakit petasan pada bulan Ramadan tahun ini. Sebelumnya, ia tidak pernah tahu adanya aktivitas tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa warga pernah ditegur karena menerbangkan balon di pagi hari.

Peristiwa di Rumah Minten

Peristiwa mengenaskan itu terjadi di rumah Minten, yang ternyata menjadi tempat merakit petasan. Saat kejadian, terdapat beberapa orang di lokasi tersebut. Korban meninggal, Rifai Kurnia Putra, sedang merakit petasan bersama temannya yang bernama Ahmad Fatoani.

Hindar menjelaskan, bahwa dirinya baru saja datang ke lokasi tersebut untuk mengembalikan sepeda motor. Ia berada di halaman depan, dan saat meletakkan kunci motor, ledakan terjadi seketika.

Kesimpulan

Ledakan petasan di Ponorogo telah menyebabkan korban jiwa dan luka serius. Korban-korban yang terluka kini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kejadian ini menjadi peringatan akan bahaya merakit dan menggunakan petasan tanpa kehati-hatian.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *