KPK Tangkap Bupati Pekalongan Saat OTT, Pernah Viral di Instagram

Penangkapan Bupati Pekalongan oleh KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq (48), dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa (3/3/2026). Ia dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan kasus korupsi di Kabupaten Pekalongan. Meski belum ada konfirmasi resmi, OTT ini diduga tidak hanya melibatkan Fadia Arafiq, tetapi juga kemungkinan melibatkan pejabat lain.

Latar Belakang Fadia Arafiq

Fadia Arafiq sebelumnya sempat viral di media sosial karena komentar kasar yang dia tulis dalam sebuah unggahan akun Instagramnya, @fadiaarafiq.official. Komentar tersebut menyebutkan kata-kata seperti “mampus koe mengko” yang berarti “mati kamu nanti” kepada netizen yang mempertanyakan kebijakan dan anggaran di Kabupaten Pekalongan. Peristiwa ini langsung menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Peristiwa viral tersebut bermula dari komentar netizen bernama Fatih yang menyoroti kondisi jalan rusak di postingan akun Instagram Fadia. Netizen lain, Raya, mempertanyakan peresmian RS Ki Ageng Sedayu dan realisasi anggaran yang kabarnya tidak keluar. Akun Instagram Fadia kemudian membalas dengan komentar yang dianggap kasar lantaran ada kata-kata mampus.

Jejak Karier Fadia Arafiq

Fadia Arafiq lahir di Jakarta pada 23 Mei 1978 dengan nama lahir Laila Fathiah. Ia menikah dengan Ashraff Abu dan memiliki enam anak. Karier politiknya dimulai sebagai Wakil Bupati Pekalongan periode 2011–2016 mendampingi Amat Antono. Ia kemudian mencalonkan diri sebagai Bupati Pekalongan periode 2021–2026 dan berpasangan dengan H. Riswadi, S.H.

Selain politik, Fadia juga sempat mengikuti jejak ayahnya, A. Rafiq, sebagai pedangdut. Ia pernah merilis single berjudul Cik Cik Bum Bum pada tahun 2000 sebelum fokus pada dunia politik.

Pendidikan dan Karier Politik

Fadia menempuh pendidikan S1 Manajemen di Universitas AKI Semarang, S2 Manajemen di Universitas Stikubank Semarang, serta S3 di Universitas 17 Agustus (UNTAG) Semarang. Beberapa posisi penting yang pernah diembannya antara lain:

  • Wakil Bupati Pekalongan (2011–2016)
  • Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan (2016–2021)
  • Ketua KNPI Jawa Tengah (2016–2021)
  • Bupati Pekalongan (2021–2026)
  • Bupati Pekalongan (2025-2030)

Pengaruh Terhadap Masyarakat

OTT yang menjerat Fadia Arafiq menambah daftar kasus penangkapan pejabat publik di Indonesia dan menjadi sorotan nasional. Sebagai figur yang memiliki latar belakang politik dan pendidikan yang luas, penangkapan ini menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat dan kalangan politik.

Reaksi Publik

Menurut Fadia, akun tersebut memang miliknya. Namun, akun tersebut dikelola beberapa admin. Menurut Fadia, admin tersebut menerima pesan direct message (DM) berisi kalimat tidak sopan dan kurang layak. Admin kemudian terpancing emosi saat melayani tulisan warganet mengenai permasalahan tersebut.

Penutup

Penangkapan Fadia Arafiq menunjukkan bahwa KPK semakin aktif dalam menindak kasus korupsi di berbagai level pemerintahan. Hal ini juga menjadi pengingat bagi para pejabat publik untuk selalu menjaga etika dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *