Bupati Pekalongan Ditangkap KPK, Harta Kekayaannya Tembus Rp 85,6 Miliar

Penyelidikan Kasus Korupsi Bupati Pekalongan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menangkap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Jawa Tengah pada Selasa (3/3/2026). Peristiwa ini memicu perhatian publik terhadap kekayaan politisi Partai Golkar yang juga pernah menjadi penyanyi dangdut. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terakhirnya, Fadia memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 85,6 miliar.

Laporan tersebut diterima oleh KPK pada 30 Maret 2024 dan mencatat bahwa Fadia memiliki nilai kekayaan senilai Rp 85.623.500.000. Rincian harta kekayaannya sangat luas, mencakup tanah dan bangunan, alat transportasi, serta harta bergerak lainnya.

Rincian Harta Kekayaan Fadia Arafiq

Berikut rincian harta kekayaan Fadia Arafiq:

A. Tanah dan Bangunan: Rp 74.290.000.000

  1. Tanah seluas 2720 m2 di Kabupaten/Kota Pekalongan, hasil sendiri: Rp 2.040.000.000
  2. Tanah dan bangunan seluas 90 m2/55 m2 di Kabupaten/Kota Bogor, hasil sendiri: Rp 1.500.000.000
  3. Tanah dan bangunan seluas 180 m2/162 m2 di Kabupaten/Kota Bogor, hasil sendiri: Rp 3.500.000.000

    (lanjut hingga poin 26)

B. Alat Transportasi dan Mesin: Rp 1.180.000.000

  1. Mobil, Hyundai Minibus tahun 2013, hasil sendiri: Rp 200.000.000
  2. Mobil, Alphard Alphard X A/T 2.4 tahun 2018, hasil sendiri: Rp 980.000.000

C. Harta Bergerak Lainnya: Rp 3.020.000.000

D. Surat Berharga: Rp 0

E. Kas dan Setara Kas: Rp 10.897.466.986

F. Harta Lainnya: Rp 0

Sub Total: Rp 89.387.466.986

Fadia Arafiq memiliki hutang sebesar Rp 2.684.436.439, sehingga total kekayaan yang dimiliki saat ini mencapai Rp 86.703.030.547.

Profil Fadia Arafiq

Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M. adalah seorang politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar). Ia terpilih sebagai Bupati Pekalongan, Jawa Tengah periode 2025 hingga 2030. Fadia yang berpasangan dengan Wakil Bupati Pekalongan terpilih, H. Sukirman, S.S., M.S. telah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta pada 20 Februari 2025.

Sebelum menjadi Bupati Pekalongan, Fadia dikenal sebagai penyanyi dangdut yang mengikuti jejak ayahnya. Namun, ia memilih untuk terjun ke dunia politik dan pernah menjabat Wakil Bupati Pekalongan.

Fadia lahir di Jakarta pada 23 Mei 1978. Ia merupakan putri dari aktor sekaligus penyanyi dangdut Indonesia, yakni Ahmad Rafiq. Ia telah menikah dengan Ashraff Abu dan dikaruniai enam anak.

Pendidikan dan Karier

Fadia Arafiq pernah mengenyam pendidikan di SD Negeri Karet Tensin 14 Jakarta Pusat dan lulus tahun 1990. Ia melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 8 Tanah Abang Jakarta Pusat dan SMA Negeri 58 Ciracas Jakarta Timur, masing-masing lulus tahun 1993 dan 1996.

Setelah lulus SMA, Fadia melanjutkan studi S1 di Universitas AKI Semarang hingga berhasil meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 2013. Ia kemudian mengambil program pascasarjana di STIKUBANK Semarang dan menyandang gelar Magister Manajemen tahun 2015.

Sebelum terjun ke dunia politik, Fadia mengikuti jejak ayahnya sebagai penyanyi dangdut. Namanya mulai dikenal luas setelah sukses membawakan single berjudul Cik Cik Bum Bum pada 2000. Ia bergabung bersama Partai Golkar dan kariernya di dunia politik dimulai ketika terpilih sebagai Wakil Bupati Pekalongan periode 2011 hingga 2016.

Pada kontestasi Pilkada 2024, Fadia kembali maju sebagai Bupati Pekalongan untuk kedua kalinya. Ia berpasangan dengan Sukirman dan berhasil meraih suara terbanyak, sehingga terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan masa bakti 2025 hingga 2030.

Kronologi Admin Bupati Pekalongan Menghina Netizen

Kejadian ini berawal dari komentar netizen dengan akun ‘Fatih’ yang mengkritik jalanan rusak di postingan Instagram Fadia. Netizen lain bernama Raya turut berkomentar soal RS Ageng Sedayu yang belum diresmikan karena anggaran yang tidak keluar.

Admin akun Instagram Fadia Arafiq memberikan jawaban yang dianggap kasar. “Mulutmu kalau ngomong jangan kurang ajar, diperiksa penegak hukum, mampus koe mengko (mampus kau nanti)!”

Fadia menegaskan bahwa pengelolaan akun media sosialnya ditangani oleh tim khusus. “Admin sudah klarifikasi. Jadi memang begitu, ada tim medsos yang pegang.”

Fadia menjelaskan bahwa kritik yang disampaikan melalui kolom komentar tidak hanya terkait persoalan jalan, tetapi juga berkaitan dengan peresmian rumah sakit swasta yang bukan dalam kewenangannya. Ia menilai adminnya terbawa emosi dalam menanggapi komentar tersebut.

Sanksi dipindahkan bukan di bagian itu lagi. Fadia menekankan pentingnya melayani masyarakat dengan kepala dingin serta terbuka terhadap kritik.

Fadia juga mengimbau masyarakat untuk menyampaikan keluhan atau kritik melalui platform resmi seperti Halo Bupati, yang dirancang untuk menampung aspirasi warga. “Asal bahasanya sopan silakan tidak ada masalah. Kami juga ada Halo Bupati.”

Denis

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *