Kronologi Penganiayaan Andrie Yunus, Aktivis Kontras yang Dianiaya dengan Air Keras

Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS di Jakarta Pusat

Kasus penyiraman air keras terhadap seorang aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andie Yunus (27) di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, tengah menjadi perhatian masyarakat. Kejadian tersebut terjadi di Jalan Salemba I, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, dengan korban mengalami luka bakar akibat cairan berbahaya yang disiram oleh orang tak dikenal.

Peristiwa bermula saat korban sedang mengendarai sepeda motor di lokasi kejadian. Tiba-tiba, korban diduga disiram cairan berbahaya oleh seseorang dari arah depan. Siraman tersebut membuat korban kehilangan kendali hingga akhirnya terjatuh dari sepeda motor. Setelah kejadian itu, korban sempat meminta bantuan rekannya yang berinisial RFA (30). Rekannya kemudian segera membawa korban menuju Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan penanganan medis.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada sejumlah bagian tubuh, antara lain tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta mata kanan. Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di RSCM. Pihak kepolisian juga sedang melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap pelaku serta motif di balik aksi tersebut.

Peristiwa Berlangsung di Malam Hari

Dikutip dari laporan media lokal, warga sempat mengejar dua penyiram air keras Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus dengan sepeda motor. Namun, kedua pelaku yang menggunakan sepeda motor melarikan diri dan tak terkejar. Peristiwa itu terjadi di Jalan Salemba I, Kelurahan Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026) malam.

Buyung (32), salah satu saksi mata, menceritakan bahwa penyiraman terhadap Andrie terjadi menjelang tengah malam. Saat itu, Buyung sedang bermain gitar bersama rekannya di ujung Jembatan Talang. “Tiba-tiba terdengar ‘Tolong! Tolong!’, suaranya kencang tuh ‘Tolong, tolong!’. Terus saya taruh gitar, saya ke asal suara,” ujar Buyung.

“Saya lihat motor sudah tergeletak, korbannya sudah kepanasan gitu. Bajunya juga sudah sobek, disobek sendiri sama dia karena kena air keras ya,” jelasnya. Saat itu Buyung melihat belasan warga telah mengerumuni korban. Warga kemudian menanyakan apa yang terjadi kepada Andrie yang saat itu meringis kesakitan.

Penjelasan Saksi Mata

“Ditanya ‘Kenapa nih, kenapa?’, ‘Saya disiram air keras’, ‘Kenapa, gimana?’. Dijawab, enggak tahu tuh sama orang enggak dikenal,” tutur Buyung. Saat itu, warga juga sempat menanyakan identitas Andrie Yunus. Andrie pun menyebut dirinya merupakan aktivis KontraS.

Buyung melihat bagian kulit dada, tangan, dan mata Andrie melepuh kemerahan setelah terkena siraman air keras. Warga sempat memberikan air minum kepada Andrie. Setelah itu, Andrie menghampiri sepeda motornya yang tergeletak dan langsung memacu kendaraan menuju mess KontraS yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Warga sempat menawarkan untuk mengantar Andrie ke mess tersebut, tetapi yang bersangkutan menolak.

“Sudah mau dianterin tapi dianya enggak mau. Dia ngerasa masih sanggup naik motor gitu,” tutur Buyung. Sementara itu, beberapa warga lain langsung menaiki sepeda motor untuk mengejar terduga pelaku. Dua sepeda motor warga melaju mengejar pelaku, tetapi kemudian kehilangan jejak.

Deskripsi Pelaku yang Diduga Melakukan Penyiraman

Sebelumnya diberitakan, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus disiram air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Kamis malam. Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada pukul 23.37 WIB saat Andrie Yunus sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I-Talang, Senen, Jakarta Pusat.

Saat melintas di lokasi, dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor diduga Honda Beat keluaran tahun 2016 hingga 2021 menghampiri korban dari arah berlawanan di Jalan Talang (Jembatan Talang). Pelaku pertama yang bertindak sebagai pengendara mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm berwarna hitam. Sementara itu, pelaku kedua yang duduk di belakang mengenakan penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos biru tua, serta celana panjang biru yang dilipat hingga pendek dan diduga berbahan jeans.

Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban. Andrie mengalami luka bakar pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta mata.


Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *