Pengalaman Sopir Bus yang Tidak Menyangka Mengangkut Rombongan Terkait OTT KPK
Hartono, seorang sopir asal Purbalingga, tidak pernah menyangka bahwa rombongan yang ia angkut akan terlibat dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia hanya mengira rombongan tersebut akan menghadiri acara buka bersama di Purwokerto. Namun, kejadian yang terjadi justru membuatnya kaget dan tidak menyangka.
Pada Jumat (13/3/2026), Hartono diberi tugas untuk mengantar rombongan dari Cilacap menuju Purwokerto. Ia berangkat sekitar pukul 14.00 WIB dari area Samsat Cilacap. Awalnya, ia mengira penjemputan tersebut bertujuan untuk mengantar rombongan ke stasiun. Dari informasi yang ia terima, perjalanan itu disebut-sebut sebagai bagian dari kegiatan buka bersama.
Bus kuning yang dikendarainya melaju dengan tenang. Sepanjang perjalanan, ia bahkan sempat memutar musik cukup keras di dalam bus. Saat itu, sekitar setengah kapasitas bus terisi, diperkirakan sekitar 20 orang yang didampingi sejumlah petugas dari KPK. Hartono mengaku tidak mengetahui bahwa rombongan yang dibawanya termasuk Bupati Cilacap. Ia juga mengatakan tidak bisa membedakan mana petugas KPK karena semuanya mengenakan pakaian bebas.
“Di dalam bus semuanya anteng. Kebanyakan memakai baju batik, dan ada pula yang sempat tidur,” katanya. Ia mengaku cukup terkejut ketika kemudian mengetahui rombongan yang diangkutnya ternyata berkaitan dengan OTT KPK. “Saya kaget dan tidak menyangka. Awalnya saya kira hanya untuk kegiatan biasa, tapi diarahkan ke tempat Polresta Banyumas,” ujarnya.
Rombongan Pejabat yang Dibawa ke Mapolresta Banyumas
Sebelumnya sempat diberitakan sebuah bus berpelat nomor R 7127 OT membawa sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Cilacap ke Mapolresta Banyumas, Jumat (13/3/2026) sore. Kedatangan rombongan tersebut diduga berkaitan dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK di wilayah Cilacap pada hari yang sama.
Berdasarkan pantauan di Mapolresta Banyumas, sejumlah pejabat terlihat berada di lingkungan Satreskrim Polresta Banyumas. Mereka juga sempat menjalankan ibadah salat Ashar di Masjid Polresta Banyumas. Salah satu pejabat yang terlihat adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Cilacap Satmoko Danardono. Selain itu, beberapa kepala dinas dari Pemerintah Kabupaten Cilacap juga tampak berada di lokasi, di antaranya:
- Kepala Diskominfo Cilacap Buddy Haryanto
- Kepala Dispermades Heru Kurniawan
- Kepala DPKUKM Oktrivianto Subekti
- Kepala Dinas Sosial dr Ichlas Riyanto
Seorang petugas keamanan di Mapolresta Banyumas yang enggan disebutkan namanya menyebutkan, selain para pejabat tersebut, terdapat pula Bupati Cilacap bersama sejumlah pejabat lainnya yang turut dibawa oleh tim KPK. “Mereka datang menggunakan bus yang dikawal petugas,” ujarnya.
Rombongan pejabat tersebut tiba di Mapolresta Banyumas sekitar pukul 16.00 WIB. Hingga saat ini, pihak KPK belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan OTT yang terjadi di Kabupaten Cilacap tersebut. Sementara itu, sampai berita ini ditulis, para pejabat yang diamankan masih berada di Gedung Satreskrim Polresta Banyumas untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.












