Strategi BPS dan Pemkab Mojokerto Stabilkan Harga Komoditas Volatil

Strategi Mitigasi Kenaikan Harga Pangan di Kabupaten Mojokerto

Menjelang perayaan Idulfitri 1447 H, pemerintah Kabupaten Mojokerto mengambil berbagai langkah mitigasi untuk menghadapi potensi kenaikan harga bahan pokok. Salah satu inisiatif utama yang dilakukan adalah melalui High Level Meeting (HLM) TPID, di mana Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny, memaparkan strategi pengendalian inflasi.

Fokus utama dari mitigasi ini adalah pencatatan dan pemantauan harga secara real-time. Langkah ini bertujuan agar pemerintah dapat memiliki data yang akurat, sehingga intervensi kebijakan bisa dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran sebelum fluktuasi harga semakin tidak terkendali di pasar-pasar tradisional.

Dwi Yuhenny menekankan bahwa periode kritis yang perlu mendapatkan atensi khusus adalah tujuh hari menjelang lebaran (H-7). Pada fase ini, komoditas seperti beras, daging ayam ras, cabai rawit, telur, dan gula biasanya mengalami tekanan permintaan yang ekstrem. Oleh karena itu, pengawasan pada hari-hari tersebut akan diperketat guna memastikan tidak ada lonjakan harga yang melampaui ambang batas kewajaran di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Operasi Pasar Murah sebagai Solusi

Selain pemantauan data, intervensi fisik berupa operasi pasar murah menjadi instrumen utama untuk meredam inflasi. Operasi ini ditujukan khusus pada wilayah-wilayah yang tercatat memiliki kenaikan harga di atas rata-rata nasional maupun rata-rata Provinsi Jawa Timur. Dengan menambah suplai komoditas langsung ke titik-titik tersebut, diharapkan keseimbangan pasar dapat segera pulih dan harga kembali stabil bagi konsumen tingkat akhir.

Kabupaten Mojokerto sendiri telah memulai langkah konkret dengan menggelar serangkaian pasar murah di lokasi strategis. Berdasarkan data pelaksanaan, kegiatan ini telah dilaksanakan di Pasar Pacet pada 9 Maret 2026 dan di depan pabrik Ajinomoto pada awal Ramadan, tepatnya 26 Februari 2026. Program ini dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah yang paling terdampak oleh fluktuasi harga bahan pokok selama bulan suci.

Efektivitas dan Skala Distribusi

Terkait efektivitas program tersebut, Dwi Yuhenny memberikan catatan penting mengenai skala distribusi. “Pasar murah ini dapat membantu menjaga daya beli masyarakat dalam jangka pendek. Namun efektivitasnya sangat bergantung pada cakupan wilayah, ketepatan sasaran, serta volume distribusi. Kita juga perlu memastikan stok komoditas tetap aman dan distribusi berjalan lancar,” jelas Dwi.

Pernyataan ini menegaskan bahwa volume barang yang digelontorkan harus mampu memenuhi kebutuhan riil di lapangan. Lebih jauh, BPS juga menyoroti pentingnya integritas rantai pasok dari hulu ke hilir. Pengawasan ketat diperlukan untuk mengantisipasi adanya praktik penimbunan komoditas oleh oknum pedagang yang ingin mengambil keuntungan tidak wajar dari kelangkaan barang.

Komitmen Bupati Mojokerto

Menanggapi paparan tersebut, Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa (Gus Barra) menegaskan kembali komitmennya pada filosofi pengendalian inflasi 4K. Strategi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif menjadi harga mati dalam setiap program kerja TPID.

Gus Barra menekankan bahwa seluruh perangkat daerah harus saling terkoneksi dalam menjalankan fungsi kontrol ini secara simultan dan berkelanjutan. Implementasi strategi 4K tersebut diwujudkan melalui berbagai program lintas dinas, mulai dari Gerakan Pangan Murah (GPM) hingga inspeksi mendadak (sidak) ke pasar dan distributor bersama Satgas Pangan.

Pendekatan Kolaboratif dan Penyebaran Pasar Murah

Selain itu, Pemkab Mojokerto juga mengandalkan dukungan fiskal melalui APBD untuk memperlancar jalur distribusi transportasi dan memperkuat Kerjasama Antar Daerah (KAD). Langkah ini dilakukan dengan menjalin kemitraan dengan wilayah-wilayah penghasil komoditas tertentu guna menjamin pasokan tetap mengalir ke Mojokerto meskipun terjadi peningkatan konsumsi secara masif di tingkat regional Jawa Timur.

Sebagai penutup, Bupati meminta agar jangkauan pasar murah terus diperluas hingga ke pelosok desa agar manfaatnya merata. Ia memberikan instruksi tegas kepada seluruh anggota TPID untuk selalu siaga dalam mendeteksi gejolak ekonomi sekecil apa pun. “Saya minta seluruh perangkat daerah yang tergabung dalam TPID menjalankan tugasnya dengan optimal serta segera berkoordinasi apabila menemukan gejolak harga di lapangan,” tegasnya.


Denis

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *