Petunjuk Mencurigakan di Tempat Wudhu Masjid
Di tengah kota Brebes, kejadian misterius terjadi di Masjid Miftahul Jannah yang berada di Desa Pangaradan, Kecamatan Tanjung. Kemunculan belatung di area tempat wudhu menjadi petunjuk awal yang mengungkap misteri hilangnya dua warga setempat, yaitu Iwantoro (29) dan Bambang Suherman (44). Kejadian ini mengejutkan seluruh masyarakat karena tidak hanya membuka tabir kehilangan kedua korban, tetapi juga mengungkap kisah tragis yang terjadi di lantai tiga masjid.
Temuan Awal yang Membuat Curiga
Awalnya, warga mulai mencurigai ketika melihat belatung berceceran di tempat wudhu. Hal ini memicu rasa penasaran dan akhirnya dilakukan pencarian lebih lanjut hingga ditemukan dua jenazah di lantai tiga masjid. Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa jenazah tersebut adalah Iwantoro dan Bambang Suherman, dua warga yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak 21 Maret 2026, tepat pada hari raya Idulfitri.
Penyebab Kematian yang Dikonfirmasi
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh aparat kepolisian, diketahui bahwa keduanya meninggal dunia akibat tersengat arus listrik. Tidak ada tanda-tanda kekerasan atau pembunuhan yang terlihat pada tubuh mereka. Hasil visum dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes menyatakan bahwa kedua korban memiliki luka bakar di sekujur tubuh serta tanda-tanda pembusukan yang menunjukkan estimasi waktu kematian sekitar 4-5 hari.
Peristiwa Sebelum Kematian
Dari pengakuan kakak sepupu salah satu korban, Marhadi (37), diketahui bahwa Iwantoro dan Bambang Suherman pernah bertemu dengan dirinya di masjid pada Jumat (20/3/2026). Saat itu, Marhadi sedang memasang lampu listrik di lantai tiga masjid. Iwantoro, yang merupakan keponakannya, meminta bantuan untuk mengantar ke rumah istrinya di Kecamatan Songgom. Namun, karena sibuk dengan pekerjaannya, Marhadi menolak permintaan tersebut.
Usai pertemuan itu, Iwantoro dan Bambang Suherman tidak lagi terlihat. Hingga larut malam, keduanya tidak pulang ke rumah. Keesokan harinya, saat hari raya Idulfitri, keluarga mulai khawatir karena keduanya tidak hadir dalam acara berkumpul keluarga.
Proses Pencarian dan Pelaporan
Keluarga akhirnya melaporkan kehilangan anggota keluarganya ke Polsek Tanjung. Mereka bahkan menempelkan selebaran orang hilang dan memposting informasi kehilangan di media sosial. Setelah lima hari tanpa kabar, kemunculan belatung di tempat wudhu menjadi titik terang dalam pencarian.
Tanggapan dari Warga dan Pihak Berwajib
Kepala Dusun Pangaradan, Eko Setianto, menjelaskan bahwa awalnya warga melihat belatung berjatuhan dari atas. Mereka langsung melaporkan hal ini kepada marbot masjid. Setelah diperiksa, marbot menemukan dua jenazah di lantai tiga masjid.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Brebes AKP Farid Nur Aziz mengonfirmasi bahwa penyebab kematian adalah tersengat arus listrik. Pihak kepolisian juga memastikan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua korban.
Keluarga Menerima Kejadian
Marhadi menyatakan bahwa keluarga menerima kejadian ini dengan ikhlas. “Kami menerima, yang jelas mungkin sudah takdir,” ujarnya. Keluarga menolak dilakukannya autopsi karena sudah merasa ikhlas dengan kejadian tersebut. “Udah ikhlas, mau gimana lagi yang penting sudah dimakamkan,” tambahnya.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."












