Suharlan, Pembunuh Staf Bawaslu OKU Selatan, Akui Sakit Hati Dihina Pacar

Peristiwa Pembunuhan yang Mengejutkan di OKU Selatan

Suharlan (34), seorang buruh, nekat menghabisi nyawa kekasihnya sendiri, Maria Simaremare (38), yang merupakan staf Bawaslu OKU Selatan. Peristiwa ini terjadi setelah hubungan asmara mereka berakhir secara tragis. Keduanya telah menjalani hubungan selama dua tahun dan bahkan Suharlan sering menginap di rumah korban beberapa hari sebelum peristiwa tersebut.

Menurut keterangan dari pihak kepolisian, peristiwa ini berawal dari cekcok mulut antara korban dan tersangka. Korban sempat mengucapkan kata-kata yang membuat tersangka merasa tersinggung. Dalam kondisi gelap mata, pelaku mencekik leher korban hingga korban lemas dan tidak berdaya. Melihat korban dalam kondisi itu, nafsu amarah pelaku belum terpuaskan. Ia kemudian merogoh tasnya dan mengeluarkan pisau yang sudah ia bawa sebelumnya.

Dengan tangan dingin, Suharlan menggorok leher Maria dengan sangat dalam hingga luka tersebut nyaris memutuskan leher korban. Setelah memastikan bahwa kekasihnya sudah tidak bernyawa, pelaku berusaha menghapus bukti kekejiannya. Ia membersihkan percikan darah yang menempel di tubuhnya dan membawa kabur sejumlah barang milik korban, seperti laptop, ponsel, dompet berisi uang tunai Rp700.000 beserta dokumen penting, serta sepeda motor milik korban.

Penemuan Jenazah Korban

Kasus ini terungkap setelah tetangga korban merasa curiga karena rumah korban tertutup sejak sehari sebelumnya. Saat dipanggil, tidak ada respons. Akhirnya, warga membuka jendela dan menemukan korban tergeletak bersimbah darah di kamar dengan luka parah di bagian leher. Penemuan jasad korban berawal dari kecurigaan saksi. Setelah dicek, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Pelaku Menyerahkan Diri

Setelah sempat menjadi buron, upaya penyelidikan yang dilakukan polisi membuahkan hasil cepat. Pada Sabtu, 28 Maret 2026, pelaku mendatangi Polsek Sukarami dan menyerahkan diri. Suharlan mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap kekasihnya, Maria Simaremare, yang ditemukan tewas di rumah kontrakannya di OKU Selatan beberapa waktu yang lalu.

Pelaku diamankan setelah menyerahkan diri ke kantor Polsek Sukarami, Palembang. Saat ini tersangka diperiksa di Unit 5 Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel. Kasat Reskrim Polres OKU Selatan, AKP Aston Sinaga, mengatakan bahwa pihaknya menerima informasi bahwa tersangka mendatangi Polsek Sukarami untuk menyerahkan diri dan melakukan pembunuhan terhadap Maria Simaremare.

Dalam interogasi singkat, tersangka mengakui bahwa benar dirinya yang melakukan pembunuhan itu. Dalam interogasi lanjutan, tersangka mengakui membuang dompet korban di seputaran masjid di Bandara SMB II Palembang. Dompet korban juga sudah ditemukan berisi kartu identitas KTP, SIM, dan kartu ATM. Tersangka juga mengakui bahwa sepeda motor dan laptop milik korban turut dibawa ke sebuah rumah kosong yang terletak di Desa Karang Lantang, Kecamatan Muara Jaya, Kabupaten OKU.

Hasil Visum Et Repertum

Jenazah korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan untuk mengetahui luka yang dialami dan penyebab kematian korban. Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, mengatakan bahwa pada pemeriksaan luar yang dilakukan oleh dokter forensik, jenis luka yang dialami korban bervariasi. Mulai dari memar, lecet, bintik perdarahan, hingga luka robek menganga.

Pemeriksaan dalam menunjukkan luka yang serius yang mengindikasikan korban mengalami kekerasan cukup berat. Dokter forensik RS Bhayangkara Moh. Hasan menemukan resapan darah pada bagian dalam kulit kepala korban yang menunjukkan adanya benturan keras. Selain itu, terdapat kerusakan fatal pada saluran pernapasan yang terputus disertai patah tulang leher. Pemeriksaan juga menemukan bintik-bintik perdarahan pada permukaan organ vital seperti paru-paru, jantung, dan hati, yang mengindikasikan adanya tekanan atau trauma hebat sebelum korban meninggal dunia.

Dari hasil tersebut, penyebab kematian korban diduga kuat adalah mati lemas atau terhalangnya udara masuk ke saluran napas, disertai dengan luka sayat pada leher yang menyebabkan putusnya pembuluh darah.

Adriatno Majid

Seorang penulis berita online yang mengutamakan kecepatan dan ketelitian dalam menyampaikan informasi terkini kepada pembaca. Aktif mengikuti perkembangan isu sosial dan digital. Memiliki hobi membaca artikel sejarah, bersepeda pagi, serta memotret momen sederhana yang menarik. Baginya, proses menulis adalah ruang untuk melihat dunia lebih dekat. Motto hidupnya: "Informasi yang jujur adalah fondasi kepercayaan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *