Pertamina dan Komunitas Selam Bangkitkan Ekosistem Bawah Laut Ambon

Program Restorasi Terumbu Karang di Negeri Laha, Ambon

Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Pattimura menghadirkan program restorasi terumbu karang bertajuk “Harmoni Laut Ambon”. Program ini bertujuan untuk menjaga kelestarian ekosistem bawah laut di perairan Negeri Laha, Ambon, Maluku. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu destinasi selam mikro (macro diving) terbaik dunia, dengan kekayaan biota laut yang unik dan endemik.

Program CSR ini dipusatkan di Dusun Air Manis, Negeri Laha. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Pertamina bekerja sama dengan Spice Island Resort dan komunitas penyelam lokal. Raja Negeri Laha, Yasir Mewar, menyatakan bahwa wilayah ini merupakan desa wisata unggulan yang menjadi habitat bagi berbagai spesies biota laut, termasuk ikan kodok atau frogfish.

Namun, ekosistem laut di sini kian terancam oleh penumpukan sampah dan kerusakan terumbu karang. Ketua Pelaksana Harmoni Laut Ambon, Afik Tuasikal, menjelaskan bahwa kerusakan mekanis menjadi penyebab utama merosotnya kualitas terumbu karang. Salah satu faktornya adalah aktivitas lego jangkar kapal yang tidak terkendali di area sensitif. Jangkar kapal sering kali dijatuhkan tanpa titik tambat yang jelas, sehingga menghancurkan struktur karang yang sudah ada.

Untuk memulihkan kerusakan tersebut, tim ahli menggunakan pendekatan teknis dengan memasang modul buatan. Instruktur selam dari Spice Island Resort, Anwar Madea, menjelaskan bahwa restorasi dilakukan dengan dua metode, yakni spider web dan umbrella web. Modul-modul ini diletakkan pada kedalaman sekitar 20 meter dari garis pantai. Pihaknya menanam sedikitnya 50 bibit terumbu karang pada media tersebut sebagai langkah awal pemulihan ekosistem.

Selain fokus pada konservasi fisik, program ini juga berupaya membangkitkan kembali gairah pariwisata melalui kompetisi foto bawah laut. Sebanyak 18 penyelam, termasuk empat penyelam mancanegara, turut berpartisipasi untuk mendokumentasikan keunikan biota mikro di perairan tersebut.

Keberlanjutan Lingkungan

Manager AFT Pattimura, Febri Nur Faizin, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung keanekaragaman hayati. Pihaknya berencana memperluas area restorasi di masa mendatang. Harapan mereka adalah dengan terumbu karang yang sehat, rumah bagi berbagai biota laut akan tetap terjaga. Hal ini secara otomatis akan mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata di Negeri Laha.

Upaya ini diharapkan mampu mengintegrasikan perlindungan lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan warga lokal, sekaligus mempertahankan posisi Ambon sebagai salah satu pilar wisata bahari di Indonesia Timur.




Hasnah Najmatul

Penulis yang dikenal teliti dalam riset dan penyajian data. Ia menaruh minat pada dunia ekonomi, statistik ringan, dan analisis tren. Di waktu luang, ia menikmati sudoku, membaca artikel panjang, dan mendengarkan musik instrumental. Motto: “Akurasi adalah bentuk tanggung jawab.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *