Kisah Pilu Pak Tarno, Diteror Leasing Hingga Mobil Digadaikan

Penggelapan Mobil oleh Mantan Karyawan, Penderitaan Pak Tarno Semakin Berat

Pak Tarno, pesulap legendaris Tanah Air yang dikenal dengan jargon khas “Tolong dibantu ya”, kembali menjadi sorotan setelah diduga menjadi korban penggelapan mobil oleh mantan karyawannya sendiri. Kejadian ini terjadi saat ia sedang menjalani perawatan di rumah sakit dalam kondisi lemah, sehingga tidak bisa mengawasi asetnya secara langsung.

Mantan sopir berinisial A diduga menggadaikan mobil milik Pak Tarno ke pihak leasing tanpa sepengetahuan atau izin. Hal ini menambah beban hidup Pak Tarno yang sedang berjuang melawan penyakit. Kasus ini terungkap dari keterangan Pak Tarno yang didampingi oleh istri keduanya, Lisa Karlina, serta sang manajer, Laura.

Teror Telepon dari Pihak Leasing Saat Terbaring Sakit

Menurut penuturan Lisa Karlina, mereka mulai merasakan keanehan saat telepon genggam Pak Tarno terus-menerus dihubungi oleh pihak penagih (debt collector). “Tiba-tiba ada tagihan nelpon, hampir beberapa kali, ada 10 kali, kadang 5 kali. Tahunya ada tagihan dari leasing,” ungkap Lisa saat ditemui di kontrakan Pak Tarno di kawasan Warakas, Jakarta Utara.

Pak Tarno menjelaskan bahwa teror telepon yang diterimanya tak kenal waktu. Padahal kala itu kondisi kesehatannya tengah menurun. “Dapat telepon pagi, siang, sore. Padahal saya lagi di rumah sakit,” aku Pak Tarno.

Kondisi ini sempat membuat pesulap senior itu stres dan kebingungan. Pasalnya, ia merasa tidak pernah meminjam uang maupun menjaminkan mobilnya. Namun tiba-tiba Pak Tarno diminta pihak leasing membayar tagihan bernilai fantastis yakni mencapai Rp35 juta.

“Lah saya 35 juta dapet dari mana, orang sakit begini,” ujar Pak Tarno dengan terbata-bata.

Jual Mobil Demi Melunasi Utang

Karena merasa tertekan dengan teror telepon yang masuk terus-menerus, Pak Tarno dan keluarga akhirnya mengambil keputusan pahit. Agar beban pikiran tidak memperparah kondisi kesehatan Pak Tarno, mereka memutuskan untuk menjual mobil tersebut.

Mobil tersebut terjual dengan harga sekitar Rp54 juta. Uang hasil penjualan itu seluruhnya digunakan untuk melunasi utang di leasing agar pihak penagih berhenti menelepon. Namun, masalah tidak berhenti di situ. Pak Tarno mengaku tidak mendapatkan sisa uang dari penjualan tersebut, dan kini ia sama sekali tidak memiliki kendaraan pribadi.

“Mobil itu sudah dijual, tapi Bapak (Pak Tarno) mungkin tidak tahu dan uangnya tidak ada ke beliau. Mungkin untuk menutupi utang-utang di leasing tersebut supaya Bapak tidak kepikiran dan tidak tambah sakit,” jelas sang Manajer, Laura.

Kini Andalkan Ojek Online untuk Bekerja

Akibat kejadian ini, Pak Tarno yang dulu selalu didampingi sopir pribadi, kini harus rela hidup prihatin. Untuk keperluan syuting atau bepergian, ia terpaksa menggunakan jasa ojek online atau mengandalkan jemputan dari pihak stasiun televisi.

“Sekarang Pak Tarno nggak punya mobil. Ke mana-mana pakai ojek online atau kalau ada syuting dijemput sama orang TV-nya,” tambah Laura.

Tak hanya itu, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Pak Tarno kini hanya berjualan manisan di kawasan Kota Tua. Dalam sehari Pak Tarno dan istri menerima penghasilan yang tak menentu.

Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *