Tren Minuman Egg Coffee: Manfaat dan Risiko yang Perlu Diketahui
Minuman khas Vietnam yang dikenal dengan nama cà phê trứng atau egg coffee kini sedang viral di media sosial. Tren ini menggabungkan kopi pekat dengan kuning telur mentah, gula, dan kadang tambahan susu kental manis atau vanila. Meskipun awalnya terdengar aneh, minuman ini menarik perhatian banyak orang karena rasa unik dan tekstur yang creamy.
Namun, apakah egg coffee aman untuk dikonsumsi? Apa saja manfaat dan risikonya? Berikut penjelasan lengkap dari ahli gizi Dr. Arif Sabta Aji, S.Gz.
1. Apakah Egg Coffee Aman untuk Dikonsumsi?
Menurut Dr. Arif Sabta Aji, egg coffee sebenarnya aman jika proses pengolahannya benar. Ia menjelaskan bahwa penggunaan telur dalam minuman ini bisa menimbulkan aroma amis, sehingga tidak semua orang dapat menerimanya secara sensorik. Namun, aspek keamanan adalah yang terpenting.
“Minuman ini aman diminum jika pengolahannya benar. Biasanya telur yang digunakan adalah telur bebek, kita harus memastikan aman dengan menggunakan telur matang,” jelasnya.
Proses pematangan ini bisa dilakukan dengan perebusan pada suhu sekitar 100 derajat Celcius selama 10–12 menit, mengingat kuning telur mulai mengeras pada suhu 65–70 derajat Celcius. Aji juga mengingatkan risiko jika menggunakan telur mentah.
“Jika menggunakan telur mentah, ada risiko kontaminasi bakteri seperti Salmonella yang bisa menyebabkan keracunan makanan,” ia mengingatkan.
Untuk alternatif yang lebih aman, Aji menyarankan penggunaan telur pasteurisasi atau kuning telur yang dipanaskan (semi-cooked).
2. Bermanfaat atau Berisiko?
Egg coffee memiliki sisi manfaat sekaligus risiko yang perlu diperhatikan. Dari segi nutrisi, kuning telur mengandung protein, lemak sehat, serta berbagai vitamin penting seperti A, D, dan B12. Kandungan ini dapat memberikan tambahan energi, sekaligus menciptakan tekstur creamy alami tanpa perlu krimer.
Namun di balik itu, ada beberapa potensi risiko. Salah satunya adalah kemungkinan infeksi bakteri seperti Salmonella jika telur tidak diolah dengan benar. Selain itu, kuning telur juga tinggi kolesterol, sehingga kurang dianjurkan bagi individu yang memiliki hiperkolesterolemia (kadar kolesterol dalam darah terlalu tinggi, umumnya melebihi).
“Potensi manfaatnya memang ada, tapi tetap harus hati-hati karena ada risiko, terutama jika dikonsumsi berlebihan atau tidak diolah dengan aman,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa penggunaan gula atau susu kental manis dalam egg coffee bisa meningkatkan asupan kalori dan gula, yang berisiko memicu kenaikan berat badan serta gangguan gula darah. Tak hanya itu, beberapa orang juga bisa mengalami gangguan pencernaan, terutama jika sensitif terhadap telur mentah.
3. Apakah Aman Dikonsumsi Semua Kalangan?
Aji menegaskan, egg coffee tidak cocok untuk semua orang. Walaupun individu sehat mungkin masih bisa mengonsumsinya sesekali, tetapi tetap perlu kehati-hatian, terutama terkait kandungan telur dan kafein dalam minuman ini.
“Tidak semua orang aman mengonsumsi minuman ini, apalagi kelompok tertentu yang memiliki risiko lebih tinggi,” jelasnya.
Kelompok yang sebaiknya menghindari egg coffee antara lain ibu hamil, balita, lansia, serta individu dengan daya tahan tubuh lemah karena lebih rentan terhadap infeksi, termasuk dari bakteri seperti Salmonella. Selain itu, orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, hiperkolesterolemia, penyakit jantung, hingga gangguan pencernaan juga disarankan untuk tidak mengonsumsinya.
Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah alergi telur serta sensitivitas terhadap kafein, yang dapat memicu reaksi tertentu.
Karena itu, penting untuk memahami kondisi kesehatan masing-masing sebelum mengikuti tren minuman ini agar tidak menimbulkan risiko yang tidak diinginkan.
Secara keseluruhan, egg coffee bisa memberikan manfaat, tetapi juga menyimpan risiko jika tidak dikonsumsi dengan bijak. Kuncinya adalah memastikan pengolahan yang aman dan menyesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing. Jadi, sebelum ikut tren, pastikan tubuhmu memang “siap” untuk menikmatinya.
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”











