Kebutuhan Layanan Kesehatan untuk Penderita dan Keluarga Down Syndrome di Surabaya

Layanan Kesehatan dan Edukasi untuk Anak dengan Down Syndrome

Pelayanan kesehatan, medis, dan edukasi bagi penyandang Down Syndrome serta keluarganya kini semakin terjamin. Berbagai lembaga kesehatan dan sosial telah menyediakan layanan tersebut, bahkan biaya perawatan sudah ditanggung BPJS Kesehatan.

Namun, masih banyak hal yang perlu diperhatikan. Penyandang Down Syndrome merupakan kelainan genetik yang memiliki kondisi kesehatan yang bermacam-macam. Tidak hanya kelainan pada kromosom saja, tetapi juga ada yang memiliki kelainan pada gangguan jantung bawaan, gangguan pada mata, dan lain sebagainya.

Edukasi Medis Menyeluruh

Edukasi yang paling dibutuhkan bukan sekadar pemahaman umum, melainkan edukasi medis yang menyeluruh. Hal ini penting karena anak dengan Down Syndrome berpotensi menghadapi berbagai persoalan kesehatan, termasuk kesehatan mental. Perlu keterbukaan orang tua, dan layanan kesehatan serta edukasi medis itu sangat penting.

Penandatanganan Kerja Sama

POTADS Jatim menyambut baik undangan dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Surabaya yang menggelar pertemuan dan penandatangan kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU). Hal ini sebagai wujud komitmen kerja sama kedua belah pihak dalam memberikan pelayanan, pendampingan, serta pengembangan program bagi anak-anak dengan Down Syndrome.

Direktur Utama RSUP Kemenkes Surabaya, dr Martha ML Siahaan mengakui bila di masyarakat masih banyak orang tua yang belum membuka diri terkait kondisi anaknya yang Down Syndrome. Sehingga kondisi anaknya disembunyikan. Padahal setiap penyandang Down Syndrome pasti memiliki masalah kesehatan yang berbeda-beda dan perlu ada penanganan secara menyeluruh agar kehidupannya menjadi lebih baik dan mandiri.

Intervensi Sejak Dini

Ia juga menekankan pentingnya intervensi sejak dini, bahkan sejak terdeteksi melalui pemeriksaan kehamilan. Tenaga medis memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan awal kepada orang tua. Begitu terdeteksi, orang tua harus segera didampingi dan dipertemukan dengan komunitas agar tahu mereka tidak sendiri.

Pengawalan Tumbuh Kembang Anak

Pengawalan tumbuh kembang anak menjadi kunci utama. Intervensi yang cepat dinilai mampu meningkatkan kualitas hidup anak sekaligus memperkuat kesiapan mental orang tua. Selain itu, pihaknya juga mendorong adanya sistem pendataan dan pelaporan yang lebih terstruktur terhadap kasus Down Syndrome di fasilitas kesehatan. Kalau menemukan kasus, harus didata dan dilaporkan.

Terkait penandatanganan MoU, RSUP Kemenkes Surabaya siap memberikan pelayanan kesehatan, pendampingan keluarga, hingga pengembangan program.

Kolaborasi Lintas Sektor

Hadir dalam kegiatan itu Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan RI, dr Imran Pambudi. Dia juga mempertegas pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga komunitas masyarakat dalam mewujudkan akses layanan kesehatan yang komprehensif dan merata bagi anak berkebutuhan khusus di Indonesia.

Selain penandatanganan kesepakatan, acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan istimewa seni angklung yang dibawakan langsung oleh anak-anak dengan Down Syndrome. RSUP Surabaya juga menghadirkan Pojok Konsultasi terpadu. Melalui fasilitas ini, para orang tua diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berkonsultasi secara langsung dengan tim ahli RSUP Surabaya yang terdiri dari Dokter Spesialis Bedah Vaskuler dan Endovaskuler (BVE), Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (DVE), Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (Psikiatri), serta Ahli Gizi.


admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *