Aksi Keji Preman yang Merusak Dagangan Bakso di Jakarta
Seorang pedagang bakso keliling di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat hanya bisa pasrah melihat seluruh mangkuknya dipecahkan satu per satu oleh preman. Kejadian ini terjadi setelah aksi keji tersebut terekam dalam sebuah video dan viral di media sosial pada Jumat (10/4/2026). Video tersebut menunjukkan betapa mencekamnya situasi yang dialami korban.
Berdasarkan informasi yang beredar, ketegangan bermula ketika seorang pria preman mendatangi pedagang bakso keliling. Ia meminta uang iuran bulanan sebesar Rp100.000. Namun, sang pedagang tidak dapat memenuhi permintaan tersebut. Pedagang itu menyatakan bahwa ia sudah memberikan uang kepada preman tersebut di tanggal 1.
Dalam rekaman video yang beredar, suasana tampak sangat mencekam ketika pria berbadan tegap itu mulai menghancurkan mangkuk-mangkuk bakso yang berada di gerobak pedagang. Dalam rekaman audio yang tertangkap kamera, terdengar suara pedagang yang tampak pasrah sekaligus frustrasi menghadapi aksi anarkis tersebut.
Pedagang itu berkali-kali menegaskan bahwa ia bersedia membayar, namun meminta waktu hingga awal bulan. “Gue pecahin satu-satu nih,” kata preman seraya mulai memecahkan mangkuk milik korban. “Gue mau bayar tapi nanti tanggal 1,” kata korban. Pedagang itu cuma bisa pasrah melihat pria itu terus menghancurkan mangkok dagangannya.
“Pecahin enggak apa-apa, terserah,” ucapnya. “Ini gue pecahan,” celetuk preman, memecahkan mangkuk korban tanpa ampun. Dia mengungkapkan keluhannya karena merasa sudah membayar uang terus menerus pada oknum itu. “Gue mau bayar tapi tanggal 1, tanggal 1 kemarin sudah gue kasih sekarang lu kayak gini terus terus terus,” ucapnya.
Akibat insiden pengrusakan dan tekanan mental yang dialaminya, pedagang tersebut dilaporkan tidak lagi berjualan di lokasi tersebut dan memilih untuk meninggalkan Jakarta untuk pulang ke kampung halamannya.
Tiga Pelaku Ditangkap
Kapolsek Metro Tanah Abang, Ajun Komisaris Besar Polisi Dhimas Prasetyo menjelaskan bahwa tiga orang pelaku berhasil diringkus tak lama setelah video tersebut viral. “Berhasil membawa pelaku berjumlah 3 orang bernama TDT (26) warga Kampung Bali, DA (36) warga Kampung Bali dan OP (36) warga Kampung Bali,” ujar Dhimas.
Dhimas menyebut pelaku datang bertiga, menekan korban agar menyerahkan uang Rp300 ribu, bahkan disertai ancaman kekerasan menggunakan senjata tajam. “Pelapor sedang dagang di TKP, datang 3 (tiga) orang pelaku meminta uang jatah keamanan sebesar Rp 300.000 sambil mengancam akan menusuk apabila tidak diberikan,” kata dia.
Ketiga pelaku diduga bukan pemain baru. Mereka disebut kerap menjalankan aksi serupa dengan menyasar pedagang lain, termasuk warung kopi di kawasan Jalan Fachrudin, Jakarta Pusat. Saat penangkapan, polisi menemukan barang bukti yang menguatkan aksi kriminal tersebut, termasuk senjata tajam yang digunakan untuk menebar ancaman.
“Membawa 3 orang pelaku ke Polsek untuk diambil keterangan. Menyita barang bukti sajam (senjata tajam),” tuturnya. Kini, ketiganya masih diperiksa intensif di Polsek Metro Tanah Abang.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."












