Perkembangan Kasus Dugaan Pungli Dasus di SMK Negeri 1 Idanogawo
Perkembangan terbaru mengenai dugaan pungutan liar (pungli) terkait Tunjangan Daerah Khusus (Dasus) di SMK Negeri 1 Idanogawo, Kabupaten Nias, Sumatra Utara, memasuki fase baru. Setelah isu tersebut mencuat ke publik dan dilaporkan ke pihak kepolisian, kini giliran Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII Gunungsitoli melakukan klarifikasi.
Upaya konfirmasi yang dilakukan oleh jurnalis Pikiran Rakyat Medan kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII, Augustinus Halawa, pada Jumat, 10 April 2026, belum membuahkan hasil. Saat dikunjungi ke kantornya, ia tidak dapat ditemui karena sedang mengikuti rapat daring. Penjelasan kemudian disampaikan oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Tonaziduhu Zebua.
Ia membenarkan bahwa pihaknya telah memanggil sejumlah guru untuk dimintai keterangan terkait dugaan pungli Dasus tersebut. “Sudah ada beberapa guru yang kami panggil untuk klarifikasi. Hasilnya nanti akan kami teruskan ke Dinas Pendidikan Sumatera Utara untuk dilaporkan kepada Gubernur,” ujarnya.
Menurutnya, dua hari sebelum pemanggilan guru, pihak cabang dinas juga telah lebih dulu meminta keterangan dari kepala SMKN 1 Idanogawo, Yoelman Harefa. Namun, ia belum bersedia menjelaskan secara rinci materi pemeriksaan tersebut kepada publik.
Langkah pemanggilan itu disebut sebagai bagian dari upaya konfirmasi agar informasi yang berkembang tetap berimbang. Meski demikian, pemanggilan terhadap guru dilakukan secara acak, hal yang kemudian memunculkan berbagai respons di kalangan internal sekolah.
Sejumlah nama pihak luar juga sempat disebut dalam isu yang berkembang. Namun, Tonaziduhu menegaskan bahwa fokus pemeriksaan saat ini masih pada klarifikasi terhadap informasi yang telah beredar sebelumnya.
Ia juga menanggapi langkah pelaporan yang telah dilakukan oleh salah satu guru ke Polres Nias. “Kalau memang sudah dilaporkan, tentu kita menghormati dan mendukung proses hukum yang berjalan,” katanya.
Dari hasil klarifikasi sementara, menurutnya, terdapat keterangan bahwa penerimaan Dasus oleh guru didasarkan pada data sistem GTK masing-masing, tanpa melalui proses pengusulan dari tingkat sekolah maupun cabang dinas. “Informasi sementara yang kami terima, tunjangan itu berdasarkan data GTK, bukan diusulkan melalui kami,” ujarnya.
Namun di sisi lain, ia mengaku masih mendalami aspek lain, termasuk kesesuaian wilayah penerima Dasus. Ia menyebut secara umum tunjangan tersebut diperuntukkan bagi wilayah dengan kategori khusus atau terpencil. “Kalau melihat kondisi wilayah, ini juga sedang kami dalami. Karena secara umum Dasus diperuntukkan bagi daerah tertentu,” katanya.
Ia menambahkan, proses penyaluran Dasus maupun Dacil pada prinsipnya tidak melalui cabang dinas, melainkan langsung dari pusat melalui sistem dapodik dan data yang terintegrasi.
Sementara itu, Dermapung Zebua, guru yang sebelumnya menyampaikan pengakuan dan telah melaporkan dugaan pungli tersebut ke kepolisian, mengaku telah menjalani pemeriksaan oleh tim cabang dinas. Ia menyebut dirinya mendapat 16 pertanyaan dalam proses klarifikasi tersebut. “Saya dimintai keterangan sebanyak enam belas poin pertanyaan. Saya sampaikan apa yang saya alami, termasuk bahwa saya merasa dirugikan dan telah melakukan setoran sebagaimana yang diberitakan,” ungkapnya.
Ia juga berharap proses klarifikasi dilakukan secara menyeluruh dan objektif. Menurutnya, penting bagi tim pemeriksa untuk turut meminta keterangan dari pihak lain yang memiliki keterkaitan langsung dengan alur penerimaan Dasus. “Harapan saya semua pihak yang berkaitan bisa dimintai keterangan, agar persoalan ini terang dan tidak menimbulkan kesimpulan sepihak,” ujarnya.
Dari pantauan media ini hingga jelang sore kemarin, Jumat 10 April 2026, proses klarifikasi oleh cabang dinas masih berlangsung. Sementara itu, penanganan laporan di kepolisian juga terus berjalan sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Perkembangan kasus ini terus menjadi perhatian publik, sekaligus menjadi ujian bagi transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan tunjangan pendidikan, khususnya di daerah.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."












