Hukum  

Kasus Pernikahan Sesama Jenis di Malang, Pasangan Berbeda Cerita Soal Nikah Siri

Kasus Pernikahan Sejenis di Malang: Klarifikasi Rey dan Versi Intan

Rey, seorang perempuan yang terlibat dalam kasus pernikahan sejenis di Kota Malang, Jawa Timur, akhirnya angkat bicara setelah laporan dari Intan Anggraeni ke pihak berwajib. Rey, yang dikenal dengan nama panggilan Yupi Rere, memberikan penjelasan mengenai hubungan yang terjadi antara dirinya dan Intan.

Ia mengungkapkan rasa kecewa terhadap laporan yang dilakukan oleh Intan. Menurut Rey, narasi yang beredar di media sosial tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. “Ya, pasti kecewa karena beritanya tidak sesuai realita. Dari awal dia sudah tahu identitas saya, bahkan keluarganya juga tahu,” ujar Rey saat memberikan klarifikasi kepada awak media.

Menurut Rey, hubungan keduanya tidak dimulai dengan kebohongan. Ia menyatakan bahwa Intan, yang juga dikenal dengan nama Vela, mengetahui identitasnya sejak awal. Termasuk saat mereka bertemu di sebuah kafe atau tempat hiburan malam di Kota Batu. “Dia sering ke rumah saya, teman-temannya juga tahu. Jadi kalau dibilang baru tahu setelah menikah, itu tidak benar,” tambahnya.

Rey menjelaskan bahwa hubungan mereka berkembang setelah Intan mengaku memiliki trauma dari hubungan sebelumnya. Ia berusaha memberikan perlakuan yang lebih baik. “Dia cerita kalau sebelumnya sering diperlakukan kasar. Saya hanya berusaha memperlakukan dia dengan baik, tanpa meminta apa-apa,” ungkap Rey.

Namun, rencana pernikahan yang terjadi belakangan disebut bukan sepenuhnya keinginannya. Ia bahkan sempat mengajak untuk mengakhiri hubungan. “Saya sudah pernah ngajak udahan. Tapi ada ancaman bunuh diri, bahkan ibunya sampai pingsan. Akhirnya situasi jadi tidak kondusif,” katanya.

Rey ingin membatalkan pernikahan tersebut untuk operasi kelamin terlebih dahulu. Akan tetapi, menurut Rey, pihak keluarga Intan tetap bersikukuh agar pernikahan tetap dilaksanakan pada Jumat (3/4/2026). Rey pun sempat bingung dan akhirnya menjalani pernikahan siri itu di rumah Intan.

Rey juga menyentuh adanya dugaan motif ekonomi di balik hubungan tersebut. Ia mengaku selama menjalin hubungan, dirinya kerap membantu kebutuhan finansial Intan, termasuk melunasi sejumlah utang. “Bukti transfer ada banyak, bukan cuma satu atau dua. Saya juga yang menutup beberapa utangnya,” kata Rey. Ia bahkan sengaja menghentikan pemberian uang selama empat hari untuk menguji situasi. Dari situ, menurutnya, konflik mulai muncul hingga berujung pada laporan ke polisi.

Versi Intan

Sebelumnya, Intan mengaku menjadi korban dugaan penipuan setelah menikah siri dengan pasangannya yang dikenal sebagai Rey. “Kami sudah menerima laporan pengaduan terkait kasus ini,” ujar Kepala Seksi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin, Kamis (9/4/2026).

Kasus ini kini dalam penanganan kepolisian setelah Intan melaporkan pasangannya yang diduga menggunakan identitas palsu dalam pernikahan tersebut. Intan mengaku pernikahan siri dilangsungkan pada Jumat (3/4/2026) atas permintaan Rey, dengan janji akan menikah secara resmi dan menggelar resepsi di hotel berbintang di Kota Malang.

“Rencananya akan nikah resmi dan resepsi di Hotel Mercure. Saya juga dijanjikan akan dibelikan mobil Lamborghini dan rumah,” kata Intan. Ia juga dijanjikan pernikahan mewah dengan menghadirkan penata rias ternama serta bintang tamu seperti NDX AKA dan Judika, serta menggunakan busana rancangan Ivan Gunawan.

Namun, Intan mengaku tidak dilibatkan dalam persiapan pernikahan yang disebut ditangani oleh event organizer (EO). Alih-alih menggelar resepsi mewah, ia justru diminta meminjam uang Rp 1.500.000 dari tetangganya untuk pelaksanaan pernikahan siri. “Saya disuruh pinjam uang ke tetangga, ya saya pinjam. Terus maharnya juga pakai uang itu Rp 100.000,” ujarnya.

Setelah pernikahan berlangsung, Intan mengaku baru mengetahui bahwa pasangannya merupakan seorang perempuan. Kasus ini kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian dan saat ini masih dalam proses penyelidikan.

Lukman mengatakan laporan tersebut diterima pada Rabu (8/4/2026) sore dan saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman.


Ulfa Nurul Imani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *